Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Mau Investasi Emas atau Perak? Simak Dulu Perbandingan Untung-Ruginya di Sini

by Surtan Siahaan on 10 Maret, 2016

Selama ini, orang lebih banyak mengenal emas sebagai logam mulia yang dapat dijadikan sebagai instrumen investasi. Padahal, selain emas, ada logam mulia lain yang juga menawarkan keuntungan yakni perak.

Sama seperti emas, perak dikenal sebagai alat lindung nilai yang tahan inflasi. Kedua logam mulia ini dapat dibeli bentuk batangan koin maupun perhiasan. Nah, buat kamu yang sedang menimbang-nimbang untuk membeli emas atau perak sebagai instrumen investasi.

Berikut ini perbandingan untung rugi berinvestasi emas vs perak:

Kelebihan investasi emas

Salah satu kelebihan emas adalah tingkat volatilitas yang lebih rendah. Maksudnya, harga emas relatif lebih stabil bila dibandingkan harga perak. Seperti dikutip dari Kitco, pada periode 2006-2008, di mana harga emas tengaj bersinar, keuntungan investasi emas bisa mencapai 10% dibandingkan investor perak yang justru rugi 20%.

Meskipun pada tahun 2008-2011 keuntungan investasi perak lebih tinggi dibandingkan emas, volatilitas harga perak lebih tingggi 70% dibandingkan emas. selain lebih stabil, emas juga relatif lebih likuid dibandingkan dengan perak.

Maksudnya, jika sewaktu-waktu investor ingin menguangkan emasnya, banyak pasar yang bersedia menampungnya. Mulai dari keluarga, tetangga, pegadaian atau toko perhiasan di pasar sekalipun menerima emas kamu.

Bank sentral di dunia seperti di Asia rajin membeli emas sebagai cadangan devisa. Selain Filipina, Bank Indonesia juga rajin mengimpor emas sebagai cadangan devisa.

(Baca juga: Orang-Orang Terkaya Sedunia Ternyata Mengambil Jurusan Ini Saat Kuliah)

Kelebihan investasi perak

Pertumbuhan harga perak lebih tinggi dibandingkan emas. Ini terbukti jika kamu melihat statistik harga antara tahun 2009 hingga tahun 2013. Pada saat emas dijual dengan nilai US$ 1.592,91 per ons troi pada tahun 2013, artinya emas sudah tumbuh hingga 80,43%.

Sementara antara medio 2009-2013 di mana harga perak menyentuh level US$ 29,09 pada tahun 2013, pertumbuhan harganya sudah mencapai 155,20%.

Kekurangan investasi emas

Pertumbuhan harga emas kerap kalah dibandingakan instrumen investasi lain termasuk perak. Hal itu terlihat pada perbandingan pertumbuhan harga yang sudah dibahas sebelumnya. Selain itu, pembelian emas juga mengharuskan investor untuk mengeluarkan dana tambahan yakni biaya pembuatan.

Emas juga instrumen investasi yang sangat buruk pertumbuhannya dalam jangka pendek. Investasi emas sebaiknya dilakukan untuk jangka panjang.

(Baca juga: Usaha Sampingan yang Berikan Banyak Uang di Tahun 2016)

Kekurangan investasi perak

Keuntungan berinvestasi perak memang tinggi. Namun, risikonya juga tidak kalah besar. Jika permintaan emas lebih banyak untuk perhiasan, permintaan perak terbesar justru datang dari industri seperti baterai, perlengkapan fotografi, LED, perlengkapan kedokteran.

Kondisi ini membuat perak lebih sensitif pada krisis ekonomi. Sebab, saat krisis terjadi dan perusahaan mengalami penurunan permintaan, praktis permintaan terhadap perak pun melambat.

Kekuarangan perak juga ada pada likuiditasnya. Perak tidak mudah dibeli dan dijual. Jika dibandingkan dengan emas, pasar yang bisa menyerap perak lebih sedikit. Selain Antam, toko perhiasan yang mau membeli perak hanya toko perhiasan yang memproduksi perhiasan berbahan perak.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami