Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Mau Kredit Rumah atau Kredit Apartemen? Baca Dulu Ini!

by JTO on 24 September, 2014

beli rumah _ KPR - CekAja.com

Rumah atau apartemen? Mungkin buat yang tinggal jauh dari kota-kota besar, rumah tapak merupakan pilihan utama. Namun, bila Anda tinggal di perkotaan, apalagi pusat bisnis, tentu saja apartemen pilihan terbaik.

Alasan itu logis, sebab kota-kota kecil masih memiliki banyak tanah yang bisa dibeli untuk membeli rumah. Harga rumah di kota-kota kecil tidaklah setinggi di kota-kota besar sehingga banyak orang bisa menjangkaunya.

Sayangnya, hal ini tidak bisa benar-benar diterapkan di kota-kota besar. Membeli tanah menjadi kemewahan tersendiri karena harganya yang tinggi sejalan dengan semakin sedikitnya tanah. Alternatifnya adalah tinggal di apartemen.

Namun bukan berarti jika tinggal di kota besar maka harus tinggal di apartemen. Jika mampu, Anda juga bisa mencari celah untuk membeli rumah tapak. Namun sebelum mengeluarkan uang untuk membeli rumah atau apartemen, ada baiknya memahami kebutuhan terlebih dahulu. (Baca juga: 5 Tips Agar Bebas Jeratan Utang Saat Kredit Rumah)

Pilih yang dekat tempat kerja

Apartemen biasanya berada di tengah kota, sehingga mudah pergi ke mana-mana. Karena itu, jika tempat kerja juga ada di tengah kota, apartemen bisa menjadi pertimbangan bagi tempat tinggal.

Hal ini akan menghemat waktu dan biaya untuk transportasi. Selain itu,akan lebih singkat berurusan dengan macet. Namun jika tempat kerja berada dekat tepian kota, mencari rumah tapak masih memungkinkan. Harga rumah tapak di pinggiran kota juga biasanya lebih murah dari yang di tengah kota.

Beli properti, mesti sesuaikan pendapatan

Membeli rumah bisa jadi jatuh lebih murah daripada membeli apartemen. Mengapa demikian? Apartemen biasanya datang dengan berbagai macam fasilitas, sehingga biaya perawatan fasilitas tersebut tentu akan masuk hitungan.

Lokasinya yang strategis juga jadi salah satu faktor mahalnya apartemen. Jika pendapatan Anda tidak mampu menutup angsuran bulanannya, mungkin lebih baik Anda pertimbangkan untuk membeli rumah agak jauh dari pusat kota. (Baca juga: Rumah Bisa Terlihat Baru Tanpa Renovasi Mahal)

Hitung biaya perawatan

Jika termasuk tipe orang yang ingin kemudahan, mungkin apartemen bisa jadi cocok dengan Anda. Iuran bulanan yang harus dibayarkan sudah menjadi satu; dari listrik, air, telepon, internet, keamanan hingga biaya keanggotaan gym atau penggunaan kolam renang.

Memiliki rumah dengan fasilitas semewah apartemen akan menguras kantong dengan berbagai macam biaya perawatan dan iuran bulanan. Selain itu, Anda juga masih direpotkan dengan berbagai macam iuran yang berkaitan dengan lingkungan. Apalagi, jika apartemen yang ditinggali nantinya dekat dengan tempat kerja, maka akan hemat ongkos transportasi.

Legalitas surat seperti SHM, HGB, atau lainnya

Untuk masalah legalitas, dokumen kepemilikan rumah atau Surat Hak Milik (SHM) masih nomor satu. SHM tidak memiliki batas waktu dan bisa diwariskan. Artinya, jika sudah membeli rumah dan mendapat SHM maka selamanya rumah tersebut akan menjadi milik Anda hingga memindahtangankan SHM tersebut atau menjualnya. (Baca: Cek Biaya Urus Sertifikat Rumah di Sini)

Apartemen menggunakan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang biasanya berlaku selama 20 tahun. Juga harus memastikan bahwa tanah tempat berdirinya apartemen merupakan milik pengembang.

Jika pengembang menyewa tanah tersebut, maka tanah dan bangunan di atasnya akan menjadi milik pemilik tanah setelah masa sewa pengembang habis. Perubahan kepemilikan bisa menyulitkan Anda, apalagi jika biaya-biaya ikut berubah. (Baca juga: Ini Tips Beli Rumah Bekas yang Bisa Bikin Kamu Untung Berlipat)

Syarat kepemilikan

Apapun pilihannya, yang terpenting adalah cara bagaimana memiliki rumah atau aprtemen yang diidamkan. Sistem kredit dari berbagai bank saat ini tersedia. Namun, jika tertarik untuk melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), ada beberapa syarat umum yang harus Anda penuhi.

Secara umum, Anda wajib Warga Negara Indonesia (WNI), berumur 21 tahun hingga 55 tahun, dan memiliki pekerjaan tetap. Namun, beberapa dokumen yang harus disiapkan antara lain:

    • Kartu Tanda Pengenal (KTP) pemohon dan pasangan (suami/istri)
    • Salinan Kartu Keluarga, Surat Nikah, dan NPWP Pribadi
    • Slip Gaji terakhir atau Surat Keterangan Gaji/Penghasilan
    • Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir

Ajukan langsung aplikasi kredit rumah & kredit apartemen Anda secara online di CekAja.

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.