Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Mau Menggunakan Jasa Penutupan Kartu Kredit? Simak Dulu Tips Berikut ini!

by Arfan Wiraguna on 16 Oktober, 2015

Tidak ada salahnya untuk berhati-hati saat berurusan dengan kartu kredit kamu. Selain kita sudah bekerja keras dalam mendapatkan penghasilan setiap bulannya demi membayar tagihan kartu kredit itu, tentunya kita ingin memastikan bahwa penggunaannya dapat selalu sesuai keperluan.

Namun, tiba pula saatnya keperluan itu disesuaikan kembali sesuai dengan kondisi pengeluaran dan pemasukan terakhir. Artinya, bisa saja kita perlu mengganti kartu kredit lama dengan kartu kredit baru yang menawarkan berbagai kemudahan menarik yang lebih pas dengan gaya hidup kita saat ini, bukan?

Oleh sebab itu, penting untuk diperhatikan jika kamu berminat menutup kartu kredit lama menggunakan jasa pihak ketiga. Alasannya, banyak bertebaran iklan-iklan dari penyedia jasa penutupan kartu kredit untuk menyelesaikan masalah itu namun malah berujung masalah baru. Supaya tidak terlanjur jadi korban, yuk simak tips berikut ini!

Mau menerima pembayaran setelah urusan dengan bank selesai

Selesainya sebuah urusan dalam penutupan kartu kredit adalah saat kita telah menerima Surat Keterangan Lunas dari bank. Sekali pun penyelesaiannya dengan cara cicilan tetap, harus ada semacam pemberitahuan berisikan komitmen baru dari bank yang mengatur jumlah cicilannya, rentang waktu cicilannya dan bagaimana konsekuensinya jika nantinya terjadi masalah lagi.

(Baca juga: 6 Cara Atasi Utang Kartu Kredit)

Tidak “besar mulut”

Jika sampai penyedia jasa itu bilang kalau semua masalah dapat dia selesaikan, artinya kita patut mencurigainya. Sebabnya, tidak semua penutupan kartu kredit bisa selesai dengan baik. Bahkan, tawaran-tawaran seperti penghapusan bunga pun sebenarnya hampir tidak mungkin terjadi dalam kenyataan.

Jangka waktu normal

Normalnya, proses penyelesaian itu hanya memakan waktu satu atau dua hari. Oleh sebab itu, apabila penyedia jasa itu butuh waktu lebih dari dua hari, maka profesionalismenya perlu dipertanyakan.

(Baca juga: 4 Cara Gunakan Kartu Kredit Bebas Bunga)

Selain itu, kita sebaiknya tidak teperdaya oleh legalitas usaha atau istilah hukum lainnya yang disampaikan oleh penyedia jasa penutupan kartu kredit itu. Faktor yang paling penting adalah penyelesaiannya dapat dilakukan dengan cepat dan murah, tapi tetap efektif serta aman.

Tidak berikan data kepada penyedia jasa sebelum terjadi kesepakatan

Alasannya, jika ternyata kita tidak jadi menggunakan jasa mereka, maka mereka bisa menggunakan data-data kita untuk tujuan buruk. Misalnya, mereka dapat menyewa jasa debt collector dalam rangka menakut-nakuti kita agar kembali menggunakan jasa mereka, terutama setelah mereka mengetahui jumlah tunggakan utang kita.

Tidak tertipu dengan penyedia jasa yang menyatakan bank telah menghapusbukukan utang kartu kredit

Karena banyak orang yang belum paham soal write off atau penghapusbukuan, penyedia jasa bisa saja menyatakan bahwa bank itu sudah melakukan praktik ini. Di sisi lain, banyak nasabah kartu kredit mengira, penghapusbukuan membuat dirinya merdeka dari jeratan utang. Padahal, bank tetap akan menagih utang tersebut ke nasabah.

(Baca juga: Layanan Finansial di Indonesia Alami Revolusi Digital)

Sebagai tambahan, langkah bank menghapusbuku biasanya dilakukan kalau tagihan macet sudah mengganggu neraca. Untuk beberapa bank, ada sistem otomatis yang melakukan write off saat tagihan macet melewati 150 hari atau 180 hari sejak jatuh tempo.

Artinya, sepanjang masih memiliki tagihan, kita harus tetap membayar. Karena kalau tidak ada niat baik untuk menyelesaikannya, kita bisa rugi sendiri. Soalnya, kita bakal masuk daftar hitam Bank Indonesia dalam Sistem Informasi Debitur.

Pada akhirnya, pupus harapan kita untuk mengajukan kartu kredit baru ke bank manapun di masa depan. Belum lagi pusing kepala dan hilangnya kenyamanan hidup, karena harus menghadapi datangnya tagihan terus menerus.

Tentang Penulis

Arfan Wiraguna

Writer & Coffe Lover - Finansial dan ekonomi adalah makanan sehari-hari.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami