Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Mau Merenovasi Rumah? Begini Cara Mengurus Izinnya

by Surtan Siahaan on 11 Desember, 2015

Rumah tempat tinggal kamu sudah berumur sehingga rusak, kusam dan tidak nyaman lagi ditempati? Mungkin sudah saatnya kamu melakukan renovasi. Tapi ingat ya, perkara renovasi rumah itu bukan cuma soal kesediaan dana, arsitek dan tukang saja.

Sama seperti membangun rumah baru, merenovasi rumah juga membutuhkan izin. Namanya izin mendirikan bangunan (IMB). Jika merenovasi rumah tanpa mengantongi izin ini, bisa-bisa bangunan kamu kena segel bahkan dibongkar oleh petugas penertiban bangunan.

Tapi tenang, mengurus IMB tidak rumit kok. Jadi kamu tidak perlu menggunakan jasa calo karena hanya buang-buang uang. Nah, jika mau mengurus IMB secara mandiri, ikuti sejumlah langkah berikut ini:

Siapkan desain rumah

Sebelum melangkah ke Dinas Penertiban dan Pengawasan Bnagunan, hal pertama yang harus kamu siapkan adalah gambar perencanaan renovasi atau rancangan arsitektur rumah. Yang satu ini wajib ada jika kamu mau mengajukan permohonan IMB.

Tanpa membawa ini saat mengajukan permohonan, sudah pasti kamu akan disuruh pulang. Nah, khusus untuk wilayah DKI Jakarta, siapkan sebanyak 7 set gambar.

(Baca juga: Berapa Pinjaman yang Diperoleh Dari Bank Dengan Menjaminkan Rumah?)

Lengkapi dokumen

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan seluruh dokumen prasyarat IMB. Catat nih, yang perlu kamu kumpulkan adalah surat IMB lama, bukti kepemilikan tanah, bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan tahun terakhir dan fotokopi identitas diri.

Selanjutnya, lampirkan juga surat keterangan tanah dan bangunan yang akan kamu bangun bebas sengketa. Dan terakhir, surat keterangan rencana kota dan peta rencana kota dari dinas tata ruang.

Lunasi retribusi

Jika persyaratan sudah diajukan, kamu tinggal menunggu pemeriksaan oleh petugas. Jika suda ada lampu hijau, tinggal lunasi retribusi IMB pada loket yang tersedia. Nilai retribusi itu tergantung pada seberapa besar renovasi dilakukan. Untuk wilayah DKI Jakarta, rumus menghitungnya adalah luas bangunan x indeks x harga satuan retribusi.

Jika renovasi rumah dilakukan bersamaan dengan penambahan luas bangunan atau lantai, maka perhitungannya akan berbeda. Rumusnya total lantai bangunan tambahan x harga satuan x indeks integrasi. Nah, untuk DKI Jakarta harga satuan bangunan mencapai Rp 25.000 per meter persegi.

Lantas bagaimana bila renovasi dilakukan pada area yang sulit dihitung luasnya. Maka cara menghitungnya lebih sederhana yakni 1,75% x biaya renovasi.

(Baca juga: Ini Tips Beli Rumah Bekas yang Bisa Bikin Kamu Untung Berlipat)

Tunggu hingga 14 hari kerja

Jika retribusi sudah dilunasi, kini kamu hanya tinggal menunggu IMB diterbitkan. Paling lama, izin keluar dalam 14 hari kerja. Setelah izin keluar, kamu bisa langsung melakukan pembangunan. Jangan lupa untuk menyiapkan fotokopi IMB jika sewaktu waktu petugas datang memeriksa.

Tidak semua renovasi perlu izin

Berdasarkan Permendagri Nomor 32 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian IMB, kegiatan renovasi harus memiliki IMB. Namun, tidak semua renovasi membutuhkan izin. Tapi ingat ya, aturan di tiap daerah bisa berbeda beda mengenai hal ini.

Di DKI Jakarta, misalnya, terdapat empat kriteria renovasi yang tidak perlu mengantongi izin berdasarkan Perda nomor 7 tahun 1991 tentang Bangunan Dalam Wilayah DKI Jakarta yakni pekerjaan pemeliharaan dan perawatan bangunan yang sifatnya biasa seperti pengecatan atau perbaikan genting.

Kedua, pendirian kandang binatang atau bangunan di halaman belakang yang luasnya tidak lebih dari 12 meter persegi. Ketiga, pembangunan bangunan bawah tanah seperti saluran air atau septic tank. Keempat, perbaikan-perbaikan yang ditentukan oleh Kepala Daerah setempat.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami