Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Mau mulai investasi di deposito, tepat gak sih?

by JTO on 26 Mei, 2014

Siang Mbak Prita, saya Risma (27 tahun). Saya memiliki rencana untuk ambil deposito sebagai investasi. Namun, saya masih ragu apakah langkah ini tepat sebagai pemula yang belum pernah memiliki tabungan Deposito? Untuk memulai, jangka waktu berapa lama yang harus saya ambil? Kemudian, berapa persen dari tabungan saya yang harus saya alokasikan untuk tujuan ini? Yang saya tahu, ada dua jenis deposito yaitu konvensional dan deposito syariah, namun saya tertarik yang syariah. Apakah tepat untuk saya ambil yang syariah untuk memulai pertamakali? Sebenarnya, apa sih perbedaannya antara yang syariah dan konvensional?

Terimakasih

Salam,

Risma

 

Prita Hapsari Ghozie Perencana Keuangan ZAP Finance
Prita Hapsari Ghozie
Perencana Keuangan ZAP Finance
Prita menjawab;

Hai Risma, deposito adalah salah satu produk perbankan yang memiliki fitur menyimpan dana dalam jangka waktu hingga 24 bulan. Sertifikat deposito akan diperoleh apabila kamu menempatkan dana dan memilih pilihan jangka waktu yang diinginkan. Atas penempatan deposito, maka kamu akan mendapatkan hasil berupa bunga deposito. Suku bunga deposito ditentukan diawal periode, dan dapat dibayarkan atau pun diinvestasikan kembali ke dalam saldo deposito.

Yang terpenting, dalam berinvestasi ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan:

  1. Tentukan tujuan berinvestasi. Harus punya target untuk apa dana ini dikumpulkan,
  2. Tentukan jangka waktu berinvestasi. Harus tahu kapan dana ini mau dipakai, dan berapa jumlah dana yang harus diinvestasikan.
  3. Hitung kebutuhan dana untuk memenuhi tujuan investasi tersebut.
  4. Pilih jenis produk keuangan yang sesuai dengan potensi imbal hasil yang diharapkan.
  5. Lakukan.

Deposito tergolong produk keuangan yang konservatif, dan memiliki potensi bagi hasil dibawah tingkat inflasi. Karena itu, akan lebih baik bila investasi pada deposito maksimal dilakukan 1 tahun. Untuk jangka waktu diatas itu, bisa dipertimbangkan untuk instrumen investasi lain seperti reksadana, obligasi, atau logam mulia. Namun, deposito sangat sesuai digunakan untuk dana darurat yang harus kamu miliki sebelum mulai berinvestasi. Untuk pengumpulan dana darurat, kamu bisa menyisihkan setidaknya 5% dari penghasilan. (Baca juga5 Keuntungan Berinvestasi)

Kalau perbedaan antara deposito konvensional dan syariah terletak di cara pengelolaannya. Deposito konvensional memberikan bunga deposito dengan hasil pasti yang telah ditentukan diawal. Sedangkan, deposito syariah menggunakan akad mudharabah. Kamu akan diberikan nisbah bagi hasil, yaitu persentase besaran bagi hasil yang akan didapatkan.

Misalnya persentase  60:40. Sejumlah 60% untuk kamu dan bank mendapatkan sisanya, yaitu 40%. Ingat, kamu tidak mendapatkan bunga, tapi porsi bagi hasil. Porsi inilah yang akan dipergunakan bank untuk menghitung bagi hasil kamu pada bulan berikutnya. Di bank syariah, biasanya kamu juga tidak mendapatkan bagi hasil tetap. Apabila bank syariah berkinerja baik, maka akan semakin tinggi pula bagi hasil untuk kamu, lebih detail cekaja pembagian keuntungan syariah ini. Live a beautiful Life!

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.