Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Mau Nikah, 7 Tes Kesehatan Ini Wajib Dilakukan Sebelumnya

by Sindhi Aderianti on 29 Januari, 2019

 

Jelang pernikahan, setiap pasangan bakal disibukkan dengan beragam persiapan. Dari mulai urusan venue, katering, souvenir, pakaian, dan lain sebagainya. Namun di luar itu, masih ada persiapan yang juga tak kalah penting, Premarital check up, pernah mendengarnya?

keuntungan menikah - CekAja.com

 

Jika sudah memutuskan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, kesehatan calon pengantin juga harus diperiksakan. Dengan melakukan Premarital check-up atau pemeriksaan kesehatan pranikah dapat mengenali kondisi, risiko, maupun riwayat masalah kesehatan yang dimiliki pasangan.

Sehingga jauh sebelum berumah tangga, upaya pencegahan dan penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

 

Alasan Premarital Check Up Penting

 

Melakukan premarital check up bukan berarti Anda dan pasangan dicurigai berpenyakit, lho. Sebagai bentuk antisipasi saja, terutama jika ke depannya ingin langsung memiliki keturunan.

Pasalnya, faktor kesehatan akan sangat mempengaruhi reproduksi kedua belah pihak, baik itu dari sisi wanita ataupun pria.

 

Lingkungan yang semakin tercemar, makanan dan pola hidup yang tidak sehat menjadi penyebab semakin banyak bermunculan penyakit. Hal itu tentu harus diwaspadai dengan pemeriksaan secara mendalam.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa manfaat dari premarital check up untuk para calon pengantin:

 

  • Mengetahui status kesehatan dari pasangan
  • Mengidentifikasi penyakit menular, seperti hepatitis B dan HIV/AIDS
  • Mendeteksi penyakit/kelainan genetik, seperti anemia sel sabit, thalassemia, hemophilia

Banyak calon pengantin yang beranggapan tes kesehatan sebelum menikah tidak begitu penting. Padahal manfaatnya amat banyak.

Termasuk jika nanti terjadi sesuatu yang kurang diinginkan dari segi kesehatan, pasangan tidak saling menyalahkan.

(Baca juga: Cek! 5 Kebutuhan Utama Pasangan yang Baru Menikah)

 

7 Jenis Tes Premarital Check Up

 

Premarital check up umumnya berfokus pada infeksi yang mempengaruhi kesehatan reproduksi. Disamping itu melalui Premarital check up meminimalkan penyakit bawaan yang mungkin diturunkan kembali.

Berikut ini beberapa jenis pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan yang umum dilakukan:

 

  • Rangkaian pemeriksaan darah

Ada banyak tes darah yang perlu dilakukan. Umumnya meliputi Hb, hematokrit, leukosit, trombosit, eritrosit, dan laju endap darah. 

Mengetahui kondisi darah secara menyeluruh amat penting. Apalagi tingkat Hb yang rendah khususnya pada wanita, lebih berisiko terkena thalassemia yang dapat memberi pengaruh buruk untuk janin dan kesehatan ketika hamil nantinya.

 

  • Cek golongan darah dan rhesus

 

Lalu, cek golongan darah dan rhesus. Hal ini penting untuk mengetahui kecocokan rhesus, serta efeknya terhadap ibu dan bayi. 

Menurut ahli, jika Rh-negatif wanita menikah dengan seorang pria Rh-positif, akan ada Rh Ketidaksesuaian dalam anak kedua yang bisa berakibat fatal.

Jadi, tes darah sangat perlu dilakukan dalam periksa kesehatan sebelum menikah.

 

  • Deteksi hepatitis B

Pemeriksaan HBsAg bertujuan untuk mencegah transmisi hepatitis B kepada pasangan melalui hubungan seksual. Bahkan dampak buruknya kepada janin nantinya cukup mengkhawatirkan.

Misalnya cacat dan kematian akibat tertular secara kongenital atau melalui darah sang ibu saat melahirkan.

 

  • Tes TORCH

 

TORCH merupakan penyakit yang berasal dari Toxoplasma, Rubella, hingga Herpes. Penularan biasanya terjadi lewat kotoran hewan peliharaan, serta makanan mentah.

Bila tertular, akibatnya cukup fatal, seperti infeksi pada kehamilan sehingga berpotensi keguguran, bayi lahir prematur atau kelainan bawaan pada bayi. 

(Baca juga: Butuh Pinjaman Cepat untuk Menikah? Cek Di Sini!)

 

  • Deteksi HIV

Tak perlu takut mendegar tes jenis ini. Lagipula berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan GK/Menkes/001/I/2013, deteksi HIV kini wajib dilakukan. Dalam peraturan tersebut, memang pemeriksaan HIV yang dimaksud untuk wanita hamil.

Tapi, tidak ada salahnya jika dilakukan lebih cepat. Pemeriksaan HIV dapat dilakukan dengan metode standar menggunakan sampel darah.

 

  • Tes gula darah

Selanjutnya, Anda dan pasangan juga perlu melakukan tes gula darah. Apalagi jika ada riwayat diabetes dalam keluarga.

Pemeriksaan tersebut diperlukan, tak lain untuk mencegah dan komplikasi yang disebabkan oleh diabetes. Terutama ketika nanti hamil, wanita dengan risiko diabetes otomatis kan turut membahayakan janin yang dikandung.

 

  • Pemeriksaan urin lengkap

 

Lewat pemeriksaan urin lengkap, penyakit metabolik atau sistemik dapat langsung terdeteksi. Selain itu, urinalisa juga bisa mengetahui gangguan fungsi ginjal.

Adapun penilaian untuk mengetahui tingkat standar urin adalah dengan melihat warna, bau dan jumlah urin yang dikeluarkan.

(Baca juga: 6 Alasan Menikah Bikin Irit Ini Bakal Mengubah Pikiran Kita)

 

Vaksin Kesehatan yang Dianjurkan

 

Setidaknya usai pemeriksaan, ada lima vaksin yang dianjurkan untuk mencegah beberapa virus. Vaksin untuk calon pengantin meliputi Human Papiloma Virus, Hepatitis B, Mumps Measles Rubella, Varicela, Difteri, Pertussis, dan Diphteria.

 

Anda dan pasangan bisa melakukan vaksin ini, pada enam atau minimal dua bulan sebelum hari H pernikahan.  Sebab, vaksin HPV dan Hepatitis B umumnya diberikan tiga kali secara bertahap.

Begitu pula dengan vaksin Varicella dan MMR yang disuntikkan sebanyak dua kali dalam pertemuan berbeda. Sedangkan vaksin DPT hanya cukup sekali saja.

 

Tentunya dengan rujukan dari rumah sakit/klinik setelah melakukan premarital check up akan lebih baik. Jadi, vaksin yang dilakukan akan sesuai dengan kebutuhan Anda berdasarkan hasil premarital check up tadi.

 

Atur Budget untuk Premarital Check Up

 

Setiap rumah sakit atau klinik tertentu kini sudah memiliki beberapa paket premarital check up. Tinggal pilih mana yang paling dianjurkan saja.

Untuk kisaran biaya premarital check up, semua tergantung dari seberapa banyak jenis tes yang akan diambil. Biasanya, rangkaian tes untuk wanita juga lebih mahal ketimbang pria.

 

Mengakali budget untuk premarital check up bisa dilakukan dengan memangkas katering untuk makanan penutup, atau mencari desainer kebaya dengan harga yang tidak terlalu mahal tapi hasilnya maksimal. Kuncinya terletak pada kejelian calon mempelai untuk menekan budget.

 

Selain itu, beberapa asuransi kesehatan ada pula yang menanggung pemeriksaan tersebut. Lumayan mengirit budget untuk bisa melakukan premarital check up!

Jika Anda belum memiliki asuransi, coba lihat-lihat benefit yang diberikan tiap produk asuransi kesehatan melalui CekAja.com saja. Siapa tahu di antaranya ada yang cocok dengan tujuan Anda ini.

 

 

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami