Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mau Punya Body Sempurna? Intip Tren Diet Terbaru!

by Tisyrin N. T on 8 April, 2019

Banyak sekali orang mendambakan tubuh yang ideal, termasuk kamu bukan? Namun gak semua orang bisa mendapatkan tubuh ideal dengan mudah. Banyak usaha yang dapat dilakukan untuk mendapatkannya. Selain olahraga, aneka macam diet juga dipercaya dan terbukti bisa membuat seseorang memiliki tubuh ideal seperti yang didambakan.

makanan sehat daya tahan tubuh - CekAja

Dari waktu ke waktu, muncul aneka macam tren diet. Tak jarang, tren diet lama muncul jadi tren kembali. Para seleb juga kerap turut memopulerkan jenis diet tertentu, seperti Dian Sastro yang menjalani diet keto. Apakah kamu sudah pernah mencoba salah satu jenis diet yang sedang tren?

Inilah beberapa jenis diet yang menjadi tren belakangan ini:

Diet keto

Diet ketogenik atau diet keto adalah diet dengan cara menerapkan pola makan rendah karbohidrat. Ketika menjalankan diet keto, sebagai pengganti karbohidrat, bisa mengonsumsi makanan yang tinggi protein dan lemak. Diet ini jadi tren sejak 2018 dan diikuti oleh keluarga Kardashian lho.

Nah, karena asupan karbohidrat dibatasi, maka diet ini mampu dengan cepat menurunkan berat badan orang yang menjalankannya. Selain itu, diet keto mampu menurunkan kadar gula dalam darah. Karena itulah, diet keto bermanfaat bagi para penderita diabetes. Penderita diabetes akan terbantu dalam mengontrol gula darah mereka.

Pada diet keto, tujuan konsumsi lemak yang tinggi adalah agar tubuh mencapai kondisi ketosis. Kondisi ketosis yaitu kondisi ketika tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi utama. Ketosis sebenarnya adalah kondisi ringan dari ketoasidosis, yang merupakan kondisi bahaya pada diabetes tipe 1. Diet ini pun menghasilkan pro kontra, tetapi beberapa studi memperlihatkan diet keto aman dan efektif untuk dilakukan.

(Baca juga: Lebih Sehat di Tahun Baru dengan Gaya Hidup Vegetarian)
Diet thonon

Diet thonon adalah pola makan yang tinggi protein. Selain itu, mengharuskan untuk mengurangi asupan kalori harian. Jika normalnya asupan kalori bisa mencapai 1.200 per hari, maka ketika menjalankan diet thonon menjadi hanya 600-800. Diet thonon bisa dilakukan selama 14 hari.

Meski disebut-sebut dapat menurunkan berat badan hingga 5 kg hanya dalam waktu 14 hari, diet ini juga punya sisi negatif. Diet thonon dinilai tak sehat karena hanya mengandalkan asupan tinggi protein tetapi rendah kalori. Selain itu,  meski saat awal program diet bisa menurunkan berat badan, tetapi untuk mempertahankannya tentu tidak mudah.

Diet planet

Diet planetary health diet atau diet planet ditemukan oleh para pakar di awal tahun 2019. Penemuan diet ini adalah hasil proyek selama tiga tahun yang melibatkan puluhan pakar dari 16 negara termasuk Indonesia. Diet ini mengutamakan sumber makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Pola diet ini bisa mencegah kerusakan lingkungan akibat sistem produksi pangan yang tidak tepat. Sistem produksi pangan yang tidak tepat dapat memicu banyak hal negatif seperti perubahan iklim global.

Menurut para pakar, diperlukan adanya perubahan sistem pangan secara global. Tujuannya agar bumi tetap mampu memberikan makanan sehat kepada para penduduknya yang akan mencapai 10 miliar pada tahun 2050 mendatang. Karena itulah, konsumsi daging merah dan gula secara global harus dipangkas hingga 50 persen. Sebaliknya, konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, harus ditingkatkan hingga dua kali lipat.

(Baca juga: 5 Makanan Ini Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh di Musim Hujan)
Diet CICO

Diet yang satu ini tidak mengatur makanan apa saja yang harus dikonsumsi. Pada diet CICO alias Calories In Calories Out, yang terpenting adalah memantau jumlah kalori yang masuk dan keluar. Apabila kalori yang masuk lebih sedikit dari kalori yang keluar, berat badan akan mengalami penurunan. Berat badan akan bertambah apabila kalori yang masuk lebih banyak dari kalori yang keluar.

Jadi, kalau kamu mengikuti pola diet CICO ini, setelah bebas makan apa saja, kamu harus mencari aktivitas mana yang bisa mengeluarkan kalori dengan jumlah yang sesuai. Tujuannya tentu demi mencapai berat badan yang kamu inginkan. Pola semacam ini memang terbilang ribet, tapi enaknya kamu bebas makan apa saja kan?

Diet flexitarian

Melalui diet yang satu ini, seseorang bisa merasakan manfaat vegetarian, tetapi tetap bisa mengonsumsi produk hewani. Apa bedanya dengan vegetarian?

Seorang vegetarian tidak makan daging atau pun makanan yang bahan dasarnya hewani. Ada pula vegan yang tidak makan daging, ikan, telur, produk susu dan semua produk yang berasal dari hewan.

Nah, untuk melaksanakan diet flexitarian, kamu harus mengonsumsi sayur, buah, kacang-kacangan dan fokus pada protein dari tumbuhan. Namun, kamu tetap bisa mengonsumsi produk hewani. Selain itu, harus membatasi konsumsi gula dan pemanis buatan. Intinya diet ini bertujuan mengonsumsi lebih banyak makanan nabati bergizi dan lebih sedikit daging.

Diet flexitarian bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung hingga diabetes lho. Diet ini berlangsung selama 5 minggu, dan untuk konsumsi daging bisa dikurangi sedikit demi sedikit.

Bagaimana dengan kamu? Jaga selalu kesehatan dengan perlindungan terbaik! Cek asuransi kesehatan pilihan di CekAjacom!

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami