Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Mau Sukses Finansial dan Kaya? Wajib Baca 5 Buku Ini

by Arfan Wiraguna on 8 Juni, 2015

tips kaya _ investasi - CekAja.com

Riset membuktikan, 85 persen dari orang kaya membaca dua buku per bulan, baik mengenai edukasi dan karir maupun tentang pengembangan diri. Jika hobi membaca bisa membuahkan hasil bagi mereka, pastinya kebiasaan ini juga bisa memberikan dampak positif bagi kita.

Penelitian yang dikutip dari buku “Rich Habits: The Daily Success Habits of Wealthy Individuals” ini, ditulis oleh Thomas C. Corley. Sang peneliti mendefinisikan orang kaya sebagai individu dengan penghasilan diatas 160.000 dolar AS (setara dengan Rp2,1 miliar) per tahun dengan kekayaan bersih yang likuid diatas 3,2 juta dolar AS (setara dengan Rp42,8 miliar). (Baca juga: Investasi Perhiasan Emas, Apakah Menguntungkan?)

Dikutip dari artikel What Rich People Have Next To Their Beds yang dimuat secara online oleh Business Insider, hasil riset ini juga membuktikan, buku sebagai salah satu dari lima “mentor” yang berperan penting di dalam cara pengelolaan kekayaan orang kaya tersebut. Corley menjelaskan keempat “mentor” lainnya adalah orang tua, guru, rekan kerja dan pengalaman hidup.

Bagi yang tertarik untuk “berkantong tebal” layaknya subjek penelitian Corley, di bawah ini kami tampilkan beberapa buku yang wajib dibaca agar lebih kaya secara finansial:

The Intelligent Investor

Theintelligentinvestor
Foto: Wikimedia.org

Bagi para pekerja di sektor finansial, buku ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1949, buku ini menjadi semakin laris setelah pengarangnya, Benjamin Graham, dikenal sebagai mentor dari orang kaya terkenal asal Amerika Serikat, yaitu Warren Buffet.

Graham menggunakan alegori di dalam menjelaskan pikirannya di buku ini. Alegori favoritnya adalah Mr. Market, seorang pria yang setiap hari datang ke ruangan para pemegang saham dalam rangka menawarkan diri untuk membeli atau menjual saham pada tingkat harga yang berbeda-beda. Sering kali harga yang ditawarkan bisa masuk akal, namun kadang-kadang tidak masuk akal. Investor memiliki kebebasan untuk setuju  dengan harga ini, atau tak mengacuhkan penawaran ini. Karena biar bagaimana pun, Mr. Market akan kembali esok hari. (Baca juga: Agar Selalu Untung Saat Lakukan Investasi)

Common Stocks & Uncommon Profits

9780471445500.pdf
Foto: Wiley.com

Buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1958 ini merupakan karangan salah satu investor berpengaruh sepanjang masa, yaitu Philip Fisher. Bahkan, Warren Buffet mengatakan, buku ini memungkinkan seseorang untuk membuat komitmen investasi dengan cerdas. Ini sebabnya, Buffett mendeskripsikan strateginya sebagai sebuah campuran dari 85 persen pikiran Graham dan 15 persen gagasan Fisher.

Secara umum, buku ini hampir sama seperti buku lain yang bercerita tentang penanaman saham untuk jangka panjang. Namun, pembaca baru merasakan perbedaannya ketika masuk ke dalam pola pikir Fisher tentang apa yang disebutnya sebagai investasi. Berbeda dengan pandangan Graham yang melihat sisi investasi dari perkembangan harga saham yang ditawarkan, Fisher justru melihat aspek investasi dari tingkat pertumbuhan perusahaan itu sendiri.

A Random Walk Down Wall Street

Book_Cover_Random_Walk
Foto: Wikimedia.org

Buku yang pada tahun 2015 sudah mencapai edisi kedua belasnya ini, ditulis oleh seorang ekonom asal Universitas Princeton, Burton Gordon Malkiel. Aliran pemikiran didalam buku ini berbeda dengan pandangan Graham di atas yang berpendapat bahwa harga saham bisa rasional dan tidak rasional.

Sebagai bagian dari pemikiran efficient-market hypothesis (EMH) yang disanggah oleh Buffet, buku ini menyatakan harga saham selalu mencerminkan keadaannya saat ini. Oleh karena itu, seseorang tidak mungkin mengambil untung dari ketidakmasukakalan harga saham pada saat tertentu. Berdasarkan pemikiran EMH ini, satu-satunya cara seorang investor tetap dapat menghasilkan keuntungan yang besar yaitu melalui penanaman saham di tempat yang berisiko tinggi. (Baca juga: Mau Mulai Investasi yang Aman? Deposito Bisa Jadi Pilihan)

Common Sense on Mutual Funds

JohnCBogle
Foto: Wikimedia.org

Buku karangan pendiri sekaligus mantan Chief Executive Officer (CEO) perusahaan manajemen investasi The Vanguard Group, Jack Clifton Bogle, ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1999. Sebagai seorang praktisi, sebagian besar isi dari buku ini adalah cerita Bogle tentang pengelolaan saham dan pendirian perusahaannya tersebut.

The Millionaire Next Door

5-1243623682_cover_millionairenextdoor
Foto: Thomasjstanley.com

Buku karangan Thomas J. Stanley dan William D. Danko yang diterbitkan pada tahun 1996 ini, merupakan sebuah hasil riset atas profil para jutawan dan orang sukses di Amerika Serikat. Hasil riset tersebut kemudian “diramu” oleh para pengarang ini menjadi beberapa kiat agar sukses menjadi jutawan, seperti pengeluaran yang harus lebih kecil dari penghasilan,bersedia untuk mengambil risiko di investasi yang dapat memberikan hasil yang sepadan dan hindari membeli sesuatu demi status. (Baca juga: 6 Cara Tetap Tampil Keren Tanpa Bangkrut)

Seperti dikatakan oleh Corley, “alasan utama mengapa para orang kaya yang tidak memiliki mentor [secara harfiah-red] mengatakan bahwa mereka tidak memiliki pembimbing adalah mereka mendapatkan edukasi dengan membaca buku dan mengambil pelajaran dari pengalaman hidupnya.” Dengan demikian, sebenarnya para orang kaya tersebut mendidik diri mereka sendiri melalui buku dan pengalaman.

Seperti para orang kaya yang memiliki koleksi buku yang lengkap sesuai dengan bidangnya masing-masing tersebut, kita bisa memulai kebiasaan membaca buku ini dari sekarang. Oleh karena itu, lindungi buku-buku kesayangan di rumah tersebut sekaligus dengan proteksi propertinya.

Tentang Penulis

Writer & Coffe Lover - Finansial dan ekonomi adalah makanan sehari-hari.