Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Melahirkan Normal Setelah Caesar alias VBAC, Apa Bisa?

by Sindhi Aderianti on 18 November, 2019

Ibu yang melahirkan dengan operasi caesar sering kali dianggap ‘mau enaknya saja’. Padahal, rasa sakit di akhir dan pemulihannya justru lebih lama. Tak heran metode bersalin ini membuat sebagian wanita merasa trauma. Lantas, bisakah melahirkan normal setelah caesar?

melahirkan VBAC

Selama ini, ibu yang pernah melahirkan caesar dianjurkan untuk bersalin dengan metode sama di kehamilan berikutnya. Itupun harus diberi jarak, paling tidak 2 tahun setelah kelahiran anak pertama. Namun, melansir dari laman Healthline, American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sangat mungkin seorang wanita melahirkan normal setelah caesar.

VBAC (Vaginal Birth After Caesarean) adalah istilah yang merujuk pada proses melahirkan normal setelah persalinan sebelumnya dengan operasi caesar. Para ahli kesehatan berpendapat bahwa VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman untuk dilakukan. Bahkan menurut data yang dipaparkan Web MD, sudah ada 75 persen wanita berhasil melakukan VBAC.

Untuk bisa sukses melahirkan dengan prosedur VBAC, ada beberapa ketentuan yang perlu dipenuhi para ibu. Sebab, bekas sayatan operasi caesar ini rentan terbuka dan menimbulkan robekan pada rahim, jika kamu punya riwayat kesehatan tertentu di persalinan sebelumnya.

Alasan Perlu VBAC

Melahirkan caesar bukan perkara mudah. Walaupun dalam prosesnya tidak meimbulkan rasa sakit seperti bersalin normal, tetapi pasien harus dihadapi oleh ‘horornya’ meja operasi, peralatan bedah, suntikan epidural, hingga selang kateter. Dengan kata lain, hal-hal tersebut membuat beberapa ibu trauma cukup mendalam.

Wajar jika pada kehamilan selanjutnya, para ‘ibu caesar’ berpikir untuk melakukan VBAC bila memungkinkan. Selain dengan alasan trauma, VBAC juga memberi keuntungan secara fisik yang tidak dirasakan ketika melahirkan lewat operasi seperti dulu. Berikut di antaranya:

(Baca juga: Jelang Melahirkan, Siapkan Dana Untuk 7 Hal Ini)
Syarat Agar Bisa Melakukan VBAC

Berencana melahirkan dengan prosedur VBAC? Satu hal yang perlu diketahui, rumah sakit atau klinik bersalin umumnya tidak menganjurkan kamu untuk menjalani VBAC jika sudah pernah melahirkan caesar lebih dari 2 kali.

Di samping itu yang tak kalah pentingnya, kamu juga perlu memperhatikan beberapa ketentuan berikut ini sebelum melakukan prosedur VBAC:

  • Jarak persalinan normal dengan persalinan caesar idealnya 18-24 bulan. Ada pula yang mengatakan setelah 18  atau 24 bulan, baru hamil lagi agar lebih aman.
  • Punya sayatan caesar berbentuk transversal rendah (horizontal). Sebab jika sayatan vertikal di rahim atas (sayatan klasik) atau berbentuk ‘T’, memiliki risiko lebih besar terjadinya pecah rahim.
  • Belum pernah menjalani operasi besar apapun di rahim, misalnya seperti miomektomi untuk mengangkat fibroid (miom).
  • Memiliki panggul cukup besar untuk memungkinkan bayi melewatinya dengan aman. Meski tidak ada cara pasti untuk mengetahuinya, dokter yang akan memeriksa panggulmu dan memastikannya.
  • Tidak diperbolehkan bagi yang pernah mengalami pecah rahim atau masalah kebidanan seperti plasenta previa atau miom besar, yang akan membuat persalinan normal lebih berisiko.
  • Sebaiknya bobot tubuh bayi tidak melebihi 4 kg, posisi normal atau tidak sungsang, ari-ari tidak menutupi jalan lahir (placenta previa).
Tips Sukses Melahirkan VBAC

Melahirkan secara VBAC butuh pengawasan dari dokter sejak masa kehamilan. Jika kamu memenuhi kriteria untuk melahirkan normal setelah caesar, bulatkan tekad sembari melakukan beberapa tips sukses VBAC berikut ini:

  • Pilih RS dan dokter pro VBAC

Langkah pertama agar sukses melahirkan normal setelah caesar, pilih rumah sakit dan dokter yang memang pro VBAC. Dengan begitu, kamu bisa dimotivasi secara fisik maupun mental hingga berhasil melalui proses persalinan tersebut.

  • Rajin berolahraga

Melahirkan normal, terlebih VBAC membutuhkan banyak usaha untuk mengoptimalkan tubuh ibu dan bayi agar siap menghadapi proses demi prosesnya. Semisal kepala bayi yang harus sudah menghadap rahim pada akhir trimester. Kunci satu-satunya, rajin berolahraga seperti yoga prenatal. Olahraga dengan gym ball juga dapat melenturkan bagian pinggang, pinggul serta miss V, lho. Sehingga ibu tak perlu berlama-lama merasakan kontraksi, karena pembukaan sampai lengkap akan lebih cepat.

  • Hindari induksi persalinan

Pada hari H, sebisa mungkin hindari induksi persalinan. Sebab induksi dapat meningkatkan risiko pecahnya bekas luka dan meningkatkan kemungkinan bahwa proses persalinan akan berakhir dengan SC kembali. Dalam banyak kasus VBAC, menunggu proses persalinan berjalan sealami mungkin merupakan pilihan paling aman.

(Baca juga: Film Dua Garis Biru Booming, Ternyata Ini Risiko Hamil Terlalu Dini)
  • Percaya diri

Buang rasa takut dan khawatir jauh-jauh. Percayakan dokter yang kamu pilih untuk memantau kehamilan sampai proses VBAC dilakukan. Bila tidak ada indikasi serius pada kehamilan, kenapa harus ragu melahirkan normal setelah caesar?

Sukses atau tidaknya VBAC, tergantung pada  kesiapan fisik dan mental masing-masing ibu. Maka selama masih ada waktu, perkaya referensi tentang cara persalinan ini. Bila akhirnya berhasil VBAC, kemungkinan untuk melahirkan normal lagi amatlah besar. Jadi untuk para ibu yang tengah berjuang untuk bisa menjalani VBAC, semangat dan pasti bisa!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.