Melihat Fenomena Raja-Raja Baru di Indonesia

4 min. membaca Oleh CekAja on

Beragam cara dilakukan orang untuk dapat mengeruk keuntungan. Mulai dari menginvestasikan dananya di produk investasi hingga menjadi bagian dari pelaku usaha alias wiraswasta. Namun perlu disadari, dalam mengejar keuntungan tetap perlu disisipkan kaidah etis. Karena tanpa adanya itu, kamu hanya akan menjadi pemburu harta. Seperti halnya “kerajaan-kerajaan“ baru yang bermunculan di Indonesia belakangan ini, yang menjadikan isu tersebut sebagai alat untuk mendulang keuntungan.

Indonesia memang dikenal sebagai “surganya” budaya. Betapa tidak, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), negeri ini memilki 1.331 kelompok suku.

Dari jumlah tersebut, setiap suku memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda. Itulah yang dinamakan budaya. Mulai dari cara pandang setiap suku, pola kehidupan yang dijalankan hingga sistem ekonomi yang dianut.

Selain itu, di Indonesia juga terdapat 652 bahasa daerah yang sudah diverifikasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Membincang kerajaan, hal itu merupakan salah satu sistem pemerintahan yang dikepalai oleh seorang raja.

Dimana cakupan kekuasaannya sama dengan wilayah kekuasaan setiap negara pada saat ini. Di Indonesia, kerajaan terbesar yang masuk dalam sejarah adalah Majapahit.

(Baca juga: Fakta dan Mitos Kerajaan Bisnis Donald Trump)

Kerajaan Terbesar di Indonesia

Majapahit kala itu menggenggam 98 kerajaan lain yang wilayah pemerintahannya terbentang hingga ke Malaysia dan juga Filipina.

Majapahit mulai berdiri pada tahun 1290 hingga akhirnya tumbang di tahun 1500 masehi.

Selain Majapahit, masih ada ratusan kerajaan lainnya yang dulu pernah berdiri.

Namun sayangnya tidak ada kesepahaman soal berapa jumlah pasti kerajaan yang ada di negeri ini.

Tetapi berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), terdapat 186 kerajaan yang masih eksis berdiri baik itu secara fisik, wilayah dan juga budaya.

Tetapi kerajaan tersebut sudah tidak berdaulat karena telah bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nah selain ratusan kerajaan yang sudah didata oleh pemerintah, belum lama ini bermunculan kerajaan baru yang mengaku turunan dari raja pada masa kerajaan dahulu.

1. Keraton Agung Sejagat

Keraton Agung Sejagat (KAS) muncul pada awal tahun 2020. Adalah Totok Santoso Hadiningrat dan Fanni Aminadia yang mengaku sebagai Raja dan Ratu sekaligus mendeklarasikan berdirinya kerajaaan tersebut di Purworejo, Jawa Tengah.

Raja dan Ratu mengklaim dirinya sebagai titisan Majapahit dan bergelar Sinuhun Totok Santoso dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja.

Nama Dyah Gitarja sendiri merupakan nama dari ibu dari salah seorang raja yang dulu pernah memerintah Majapahit, Hayam Wuruk dan sekaligus anak dari pendiri kerajaan, Raden Wijaya.

Totok mengklaim, Keraton Agung Sejagat muncul untuk menagih perjanjian 500 tahun yang lalu antara Majapahit dengan Portugis.

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa KAS merupakan bagian dari Kekaisaran Dunia dan kekuasaannya meliputi seluruh dunia.

Untuk bisa menjalankan “pemerintahannya”, Totok mengutip uang dari para pengikutnya sebesar Rp3 juta.

Selain itu juga ada iuran dan juga gaji dalam bentuk valuta asing (valas) yang katanya akan diganti dan diterima setelah dana dari Bank Dunia bisa dicairkan.

KAS juga sudah memiliki mahapatih dan juga perangkat kerajaan lainnya. Namun kemudian, dirinya dan juga sang satu ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Republik Indonesia atas dugaan penipuan dan juga penyebaran berita bohong.

2. Sunda Empire

Belum selesai drama penangkapan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, muncul kelompok yang menamakan diri sebagai Sunda Empire atau Earth Empire.

Pandangan kerajaan baru ini adalah tatanan dunia akan pecah pada 15 Agustus 2020 mendatang dan kemudian akan dimulai tatanan dunia baru yang lebih baik.

Nah tatanan dunia baru ini dinamakan Sunda Nusantara. Wilayahnya meliputi Benua Australia, Papua New Guinea, Indonesia yang didalamnya mencakup Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam dan benua China.

Kemudian juga ada Mongolia dan juga Rusia dan beberapa negara lainnya sampai 54 negara.

Selain itu juga dikenal istilah sunda eropa, sunda pasifik, sunda archipelago dan sunda mainlek.

Struktur pemerintahannya pun sudah rapi, dimana pemimpin tertinggi dipegang oleh Perdana Menteri Dunia yang kemudian memiliki “pembantu” untuk menjalankan wewenangnya.

Mereka itu adalah Gubernur Jenderal yang kemudian memimpin Sunda Nusantara. Istilah kerennya adalah king of king.

(Baca juga: Menelisik Sejarah Bhinneka Tunggal Ika, Fungsi hingga Implementasinya)

3. Kerajaan Ubur-Ubur

Kerajaan yang muncul di Banten pada tahun 2018 lalu ini merupakan komunitas keagamaan.

Pimpinannya mengaku sebagai jelmaan dari Nyi Roro Kidul, salah satu tokoh dalam legenda masyarakat pesisir.

Kerajaan ini dipimpin oleh Ratu Aisyah dan Raja Rudi. Keduanya mengaku mendapatkan bisikan untuk menjebol Bank Swiss dan Bank Griffin 1999 Birmingham.

4. Kerajaan Tahta Suci

Ini juga merupakan komunitas berbasis agama. Lia Aminudin atau yang dikenal sebagai Lia Eden mengaku mendapatkan wahyu dan mengangkat dirinya sendiri sebagai Rasul Kerajaan Surga.

Dia juga menganggap dirinya sebagai Jibril dan Mesias. Tidak hanya itu, Lia juga mengaku sebagai Bunda Maria.

Lia percaya bahwa nantinya akan ada unidentified flying object (UFO) yang mendarat di Monumen Nasional (monas) dan membawa para pengikutnya ke Surga.

Akhirnya Kementerian Agama menetapkan bahwa Lia membuat ajaran sesat. Dia pun pernah ditahan sebanyak 2 kali. Namun hal itu tidak membuat dia dan pengikutnya jera.

Channel Youtubenya yang dinamakan Eden The Heaven masih mengunggah video nya di Oktober 2019 lalu.

Nah tampaknya kamu harus lebih berhati-hati jika ingin mendapatkan untung. Pikirkan semuanya, jangan hanya tergiur dengan iming-iming harta secara cepat lantas membunuh akal sehatmu.

Terpenting adalah, tidak ada yang instan. Jika kamu menginginkan sesuatu, kejar dan usahakan.

Jangan takut, proses tidak pernah mengkhianati hasil. Pun jika kamu ingin jalan sendiri atau memulai usaha secara mandiri, ajukan di CekAja.com untuk menambah kekuatan modalmu.

Tentang kami

CekAja

CekAja