Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Cara Membuat Laporan Arus Kas Keuangan Pribadi

by Tisyrin on 26 Oktober, 2017

Sudah coba berhemat, tapi gaji selalu habis sebelum akhir bulan. Agar tidak berulang, di sinilah laporan arus kas keuangan pribadi dibutuhkan dan jadi solusi.

Khususnya bagi yang tinggal di kota-kota besar dengan biaya hidup tinggi termasuk Jakarta. Bukan karena kebutuhan, tapi seringkali terdapat banyak godaan seperti belanja barang yang tidak sebenarnya tidak dibutuhkan dan bisa menguras kantong. Maka dari itu, harus pandai-pandai mengontrol diri.

Mungkin, hingga saat ini kita menganggapnya sebagai pengeluaran kecil. Padahal jika diakumulasikan akan berjumlah lumayan. Dan, sebenarnya pengeluaran-pengeluaran tersebut bisa dikurangi, atau bahkan dihilangkan. Dalam ilmu perencanaan keuangan, inilah yang dinamakan latte factor.

Karena itu, membuat catatan arus keuangan pribadi akan sangat bermanfaat untuk membantu menganalisis keuangan. Kita akan tahu pengeluaran mana yang bisa dikurangi, apakah perlu pemasukan tambahan atau tidak, dan sebagainya.

Apa saja isi yang mesti kita catat?   

Semua isi yang bisa dicatat dalam laporan ini adalah catatan keluar masuknya uang. Kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menyehatkan keuangan. Sebab, semua keluar masuknya uang yang kita miliki dapat terpantau.

Mencatat setiap hari pendapatan serta pengeluaran terdengar merepotkan? Meski agak repot, salah satu bentuk manajemen keuangan ini manfaatnya sangat banyak. Kita akan mengetahui pos pengeluaran mana saja yang berlebihan.

Seperti telah disebutkan di atas, apabila terdapat banyak pos pengeluaran yang tidak penting, maka kita bisa memangkasnya. Jadi, saat memiliki catatan yang jelas, maka kita akan terbantu mengontrol pengeluaran.

Selain itu, dengan adanya catatan pengeluaran, juga dapat membantu untuk memprediksi besar pengeluaran di masa mendatang. Dengan berpatokan pada pengeluaran yang sudah terjadi, maka prediksi pun akan lebih akurat.

Karena semua pengeluaran tercatat, termasuk saat membeli sesuatu, kita bisa menggunakannya untuk membandingkan harga. Pasalnya, ketika belanja terkadang barang yang sama dan terdiri dari berbagai merek, memiliki harga yang berbeda-beda.

Untuk membuat pencatatan keuangan pribadi, berikut ini beberapa hal yang perlu dicantumkan :

Arus kas masuk

Arus kas masuk adalah dana yang masuk pada suatu periode waktu tertentu, terdiri dari :

  • Pendapatan primer

Pendapatan primer merupakan pendapatan utama pada suatu periode waktu tertentu misalnya gaji dan pendapatan pensiun.

  • Pendapatan sekunder

Pendapatan sekunder artinya pendapatan tambahan selama periode waktu tertentu, misalnya pendapatan istri, pendapatan dari usaha, dan lain sebagainya.

  • Pendapatan sampingan

Pendapatan sampingan maksudnya adalah pendapatan yang sifatnya tidak rutin, seperti bonus.

Arus kas keluar

Arus kas keluar merupakan dana yang keluar pada satu periode waktu tertentu, terdiri atas :

  • Pengeluaran tetap

Pengeluaran tetap artinya pengeluaran yang bersifat tetap selama periode waktu tertentu, misalnya cicilan KPR (Kredit pemilikan rumah), pembayaran TV kabel, atau lainnya.

  • Pengeluaran tidak tetap

Pengeluaran yang jumlahnya tidak tetap selama periode waktu tertentu misalnya kebutuhan rumah tangga, tagihan listrik, liburan, dan sebagainya.

Arus kas bersih

Arus kas bersih adalah selisih antara pendapatan dengan pengeluaran dalam suatu periode waktu tertentu. Dari sinilah nantinya akan terlihat bagaimana kondisi keuangan kita, apakah surplus atau defisit.

Jika kondisi keuangan surplus artinya kondisi keuangan sehat-sehat saja, karena pendapatan lebih besar dari pengeluaran. Meskipun perbandingan pendapatan dan pengeluaran tergolong sehat, bukan berarti semua sudah aman.

Jangan lupa untuk mengelola keuangan lebih baik lagi misalnya dengan menambah jumlah tabungan serta investasi.

Sementara apabila defisit atau pengeluaran lebih besar dari pendapatan, maka keuangan dalam kondisi tidak sehat. Kita harus segera mengambil langkah memperbaiki kondisi tersebut. Di sinilah salah satu fungsi utama dari sebuah laporan arus kas, yaitu untuk menganalisis kesehatan keuangan.

Memanfaatkan aplikasi mobile

Agar lebih praktis, kita bisa memanfaatkan aplikasi mobile untuk mencatat pengeluaran sehari-hari. Tak sedikit aplikasi buatan lokal yang bisa jadi pilihan, antara lain:

  1. Uang Ku : Salah satu aplikasi yang bisa membantu adalah Uang Ku. Aplikasi ini menampilkan detail pengeluaran lewat grafik. Ini memudahkan untuk melihat mana pengeluaran paling besar.
  2. Atur Duit : Aplikasi ini akan memperlihatkan grafik pengeluaran harian, bulanan, hingga tahunan.
  3. Expense IQ : Expense IQ merupakan kombinasi pengelola pengeluaran, pengingat tagihan, hingga perencana keuangan.
  4. Atur Uang : Aplikasi ini bisa digunakan oleh perusahaan, keluarga, atau pengguna pribadi. Suami istri yang tepisah jarak tetapi memiliki satu sumber keuangan bisa memanfaatkan aplikasi ini.

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami