Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Memulai Bisnis Daycare, Apa Saja yang Dibutuhkan?

by Sindhi Aderianti on 10 September, 2019

Bagi orangtua yang bekerja, daycare sangatlah dibutuhkan. Daycare akan menggantikan peranmu untuk menjaga dan merawat anak sekurang-kurangnya 8 jam sehari. Kebutuhan tersebut membuat bisnis daycare atau penitipan anak semakin menjamur terutama di Ibu Kota.

bisnis daycare

Berdasarkan riset Technavio, pertumbuhan nilai pasar jasa daycare hingga tahun 2023 diperkirakan mencapai USD54,51 miliar. Ragam jenis daycare bahkan kini menawarkan berbagai fasilitas lain mulai dari PAUD, baby catering service hingga layanan psikolog anak.

Daycare yang baik, seharusnya tak hanya dijadikan tempat penitipan saja. Melainkan juga sebagai rumah untuk belajar dan bersosialisasi dengan anak-anak yang lain. Oleh sebab itu, wajib bagi pemilik daycare untuk mempekerjakan pengasuh yang benar-benar kompeten. Menyukai anak kecil, sudah pasti. Selain itu, mereka juga harus punya keahlian merawat bayi atau anak yang dibuktikan dengan sertifikasi khusus.

Ya, menjalankan bisnis yang satu ini tidak mudah. Sekilas terdengar hanya bermain-main, lalu dapat uang dalam jumlah banyak. Tarif penitipan anak di daycare pada dasarnya memang berkisar antara Rp2 juta – Rp3 juta/bulan atau Rp250 ribu – Rp400 ribu/kedatangan. Namun di balik itu, tanggung jawab berbisnis daycare sangatlah besar, mengingat kamu dititipkan anak-anak yang umumnya berusia di bawah lima tahun.

Siap memulai bisnis daycare? Di samping menyiapkan modal, sebagai calon pemilik daycare yang sukses kamu juga perlu melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Cari tenaga kerja handal

Seperti yang tadi dikatakan, jangan sampai keliru memilih pengasuh atau karyawan daycare. Pastinya kamu tidak ingin hal buruk terjadi pada anak-anak akibat kelalaian pengasuh, bukan? Karena jika terbukti lalai, bukan hanya komplain pelanggan yang kamu terima, tapi juga hukuman dari pihak berwajib bila sampai mencelakakan nyawa.

Maka itu, carilah pengasuh yang bisa merawat anak dengan penuh kasih sayang, juga mendidiknya secara benar, aman, dan profesional. Semisal dari lulusan ilmu perkembangan anak. Boleh juga orang yang sudah berpengalaman bekerja di dunia daycare. Pastikan jumlah pengasuhmu sebanding dengan anak-anak yang dititipkan tersebut ya.

(Baca juga: 8 Peluang Bisnis Ciamik di Ibu Kota Baru yang Siap Digarap)
2. Sediakan perlengkapan bermain

Bermain adalah kebutuhan dasar anak-anak, bahkan termasuk bayi di bawah satu tahun. Lewat kegiatan tersebut, tumbuh kembangnya pun akan terstimulasi dengan baik. Kurang manusiawi rasanya jika anak hanya didiamkan, tanpa diajak bermain. Maka untuk membuka usaha daycare, artinya kamu juga perlu memperhatikan fasilitas bermain anak.

Sediakan playground yang kokoh agar tidak cepat rusak. Jangan lupa perhatikan kebersihan serta keamanan tiap komponennya. Lengkapi juga dengan mainan edukatif seperti puzzle, balok kayu, atau permainan mencocokkan bentuk dan warna.

3. Pemilihan kurikulum

Daycare yang bermutu, umumnya juga menerapkan suatu kurikulum. Jadi, tidak asal mengasuh anak seperti memberi makan atau menidurkannya saja. Ada nilai-nilai positif yang diajarkan di setiap aktivitasnya, selain untuk merangsang tumbuh kembang mereka juga.

Di dunia pendidikan anak usia dini, setidaknya ada 4 jenis kurikulum, yakni Montessori, Waldorf, Reggio Emilia, dan High Scope. Akan tetapi, kurikulum yang paling sering digunakan adalah Montessori. Kurikulum ini memfokuskan lima hal, antara lain praktik kehidupan, pendidikan kesadaran sensori, seni berbahasa, budaya, serta matematika dan geometri. Kamu bisa pelajari lebih dalam kurikulum tersebut, sebelum mengadaptasinya ke daycare yang kamu miliki.

4. Urus legalitas atau surat izinnya

Selanjutnya, jika ingin memulai bisnis daycare, perhatikan pula masalah perizinan. Setiap usaha tentunya butuh izin agar dianggap legal, demi mengurangi risiko tak mengenakkan di masa yang akan datang. Usaha daycare juga perlu mengantongi izin resmi dari pemerintah. Pun dengan legalitas tersebut, citra daycare jadi lebih tepercaya di mata pelanggan. Karena ‘taruhan’ bisnis ini tak main-main, yaitu keselamatan anak.

Untuk mendapat izin tersebut, kamu bisa langsung mengurusnya ke dinas terkait, seperti dinas pendidikan anak usia dini atau dinas usaha kecil dan menengah. Sehingga dengan begitu, usaha daycare milikmu terbukti legal dan sah di mata hukum.

(Baca juga: Tips Memulai Bisnis Ternak Ayam Potong yang Cepat Menghasilkan)
5. Tentukan lokasi

Lokasi juga menjadi faktor penentu, apakah bisnis daycare ini dapat berjalan sesuai harapan atau malah sebaliknya. Sebisa mungkin, pilihlah lokasi yang dekat dengan perkantoran. Mengingat rata-rata gedung perkantoran, masih jarang difasilitasi daycare. Namun, kalau ingin membangun daycare rumahan di kediaman pribadi, juga tak masalah. Hanya yang terpenting, kamu perlu memastikan bahwa lokasi daycare tersebut selalu dalam kondisi baik, bersih, nyaman, dan layak untuk dihuni sementara oleh anak-anak.

Jangan lupa perhatikan juga keamanan anak dalam menentukan lokasi. Usahakan jauh dari lingkungan kumuh, ramainya lalu-lalang kendaraan, kolam renang terlalu dalam, atau hal lain yang dapat membahayakan anak-anak.

Itulah lima hal utama yang perlu dipertimbangkan untuk memulai bisnis daycare. Persiapkan juga modal usahamu dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari CekAja.com. Bunga yang diberikan cukup ringan dan murah, lho!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami