Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Menabung atau Membeli Asuransi: Lebih PIlih Mana? Yuk Intip Spesifikasinya!

by Estrin Vanadianti Lestari on 15 Mei, 2020

Satu dari sekian banyak orang, mungkin pernah terjebak di antara kesalahpahaman, ketika membeli asuransi. Pasalnya, banyak pihak asuransi yang menjanjikan bahwa, membeli asuransi sama saja seperti menabung di bank. Hanya saja, asuransi bisa ditambahkan dengan manfaat perlindungan jiwa atau kesehatan. Memang iya? Tapi, jika dipikir-pikir lagi, kamu lebih pilih menabung atau membeli asuransi?

Menabung atau Membeli Asuransi: Lebih PIlih Mana? Yuk Intip Spesifikasinya!

Kedua produk finansial tersebut sejatinya sama-sama memberikan manfaat, namun pastikan manfaat dari menabung atau membeli asuransi, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial kita.

Jika ditanya lebih pilih menabung atau membeli asuransi, lebih baik simak perbedaan dan spesifikasi dari masing-masing produk berikut ini. Dengan begitu, kamu jadi bisa paham, mana produk yang kamu butuhkan serta, agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman lagi.

A. Menabung
Pengertian Menabung atau Tabungan

Hal yang akan dibahas pertama adalah mengenai pengertian menabung (kegiatan) atau tabungan (produk/hasil dari menabung). Tabungan jika dilakukan sendiri (bukan di bank), merupakan sebuah pendapatan yang tidak dihabiskan atau ditangguhkan untuk dikonsumsi. Kegiatan menabung sendiri, bisa membantu mengurangi biaya-biaya pengeluaran rutin di tiap bulannya.

Sementara, jika dalam konteks perbankan, tabungan merupakan simpanan yang penarikannya, hanya bisa dilakukan menurut syarat tertentu, yang pastinya telah disepakati baik dari nasabah dan pihak bank. Sedangkan Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan,Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Produk-produk tabungan di bank juga sangat bervariasi, tergantung jenis yang dibutuhkan nasabah. Sebut saja seperti Tahapan BCA, Tabungan BNI Taplus, Tabungan BRItama BRI, dan masih banyak lagi program tabungan yang ditawarkan setiap bank.

(Baca Juga: Cara Mengajukan Asuransi Online dengan Mudah dan Cepat)
Tujuan Menabung di Bank

Adapun menabung di bank bukan hanya untuk pamer semata, bahwa kamu memiliki rekening tabungan di suatu bank. Karena, menabung di bank juga memiliki beberapa tujuan yang sangat bermanfaat yakni:

  1. Digunakan sebagai kegiatan penyisihan sebagian hasil pendapatan nasabah, untuk dikumpulkan sebagai cadangan hari ke depan, yang lebih baik.
  2. Digunakan sebagai alat untuk melakukan transaksi bisnis atau usaha individu / kelompok.
Perhitungan Bunga Tabungan di Bank

Berbeda dengan menabung sendiri di rumah, menabung di bank tentunya memiliki perhitungan sendiri, yakni berbentuk bunga. Sehingga, uang yang ditabungkan, mungkin sewaktu-waktu akan meningkat atau bahkan menurun. Adapaun perhitungan bunga tabungan di bank adalah sebagai berikut:

  • Metode Saldo Terendah

Pada metode ini besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan, lalu dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan, dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.

Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dihitung : Bunga tabungan = …. % * 31/365 * saldo terendah pada bulan Mei

  • Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata

Pada perhitungan bunga di metode selanjutnya ini di mana, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Nah, saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.

  • Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian

Seperti namanya, dalam metode ini, bunga yang dihitung adalah dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.

B. Membeli Asuransi
Pengertian Asuransi

Asuransi merupakan sebuah sistem, yang dimanfaatkan untuk merendahkan terjadinya kehilangan atau kerugian finansial, dengan menyalurkan risiko tersebut dari seseorang ke pihak asuransi.

Asuransi dalam Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. Dengan mana pihak penanggung mengikat kan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan.

Penggantian tersebut merupakan tanggung jawab hukum pihak ke tiga, yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Untuk jenisnya, asuransi memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Pendidikan, Asuransi Kendaraan, Asuransi Perjalanan, Asuransi Properti dan lain-lain.

Produk Asuransi Bisa Dibeli di Mana?

Kini, produk asuransi bisa kamu temukan di beberapa tempat, khususnya di media online mulai dari marketplace C2C (Customer to Customer), B2C (Business to Customer), platform milik perusahaan asuransi, melalui fintech, atau platform online lainnya.

Perhitungan Asuransi

Jika menabung hasilnya berupa pendapatan, berbeda dengan asuransi yang hasilnya adalah berupa nilai pertanggungan. Adapun perhitungan pendapatan atau pertanggungan produk asuransi berbeda dengan menabung. Agar lebih paham, mari contoh perhitungan pertanggungan terhadap produk asuransi jiwa.

Ada tiga metode yang digunakan untuk menghitung pertanggungan asuransi jiwa.

  • Metode Human Life Value

Metode Human Life Value merupakan sistem di mana uang pertanggungan mutlak dihitung berdasarkan pendapatan bulanan, lalu dikali dengan lama dana tersedia untuk menopang hidup, tanpa memperhatikan faktor bunga maupun pertumbuhan dana jika uang pertanggungan disimpan dalam produk perbankan.

  • Metode Income Based Value

Selanjutnya ada metode Income Based Value, dimana metode ini menghitung uang pertanggungan dengan memperhitungkan besarnya bunga atau return jika uang pertanggungan yang diterima disimpan dalam produk perbankan.

  • Metode Financial Needs Based Value

Metode Financial Need Based Value ada metode berikutnya di mana besar uang pertanggungan, memiliki kisaran minimal sama dengan besarnya uang kebutuhan tertentu saat ini (present value) dikali dengan 150%. Sedangkan uang pertanggungan maksimal adalah sebesar uang di masa mendatang (future value) dikali dengan 80%.

Simulasi perhitungan:

– Usia kepala keluarga: 35 tahun

– Penghasilan per bulan: Rp5 juta

– Jumlah keluarga: 1 istri dan 1 anak (usia 9 tahun)

Jika sang ayah meninggal maka besarnya UP adalah sebagai berikut:

  • Human Life Value= Rp 5 juta x 12 x 5 =Rp 300 juta

Itu artinya jika diambil sebesar Rp5 juta setiap bulannya, akan bertahan selama 5 tahun untuk biaya hidup jika sang ayah meninggal dunia (tanpa menghitung bunga atau pertumbuhan dana).

  • Income Based Value= (Rp 5.000.000 x 12) / 6% = Rp 1 miliar

6% dari mana? Karena jika uang pertanggungan diterima, maka dana tersebut ditempatkan pada instrumen investasi pendapatan tetap seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), reksadana pendapatan tetap, bukan pada deposito.

Sehingga, secara historis memiliki kinerja setahun pada kisaran 6 persen s/d 8 persen. Jadi, uang sebesar Rp 1 miliar akan menghasilkan Rp 5 juta setiap bulannya karena Rp 1 miliar x (6% / 12) = Rp 5 juta.

  • Financial Needs Based Value

Nah metode ini untuk memproteksi biaya pendidikan kelak jika sang ayah meninggal. Misalkan biaya pendidikan di universitas sekarang adalah Rp 200 juta, maka 9 tahun lagi biaya pendidikan menjadi sekitar Rp 550 juta dengan perkiraan kenaikan 12% setiap tahunnya. Sehingga, uang pertanggungan untuk memproteksi biaya pendidikan adalah sebesar Rp 550 juta.

(Baca Juga: Gaji UMP Tetap Bisa Menabung Puluhan Juta, Ini Caranya!)

Nah, itu dia perbedaan, spesifikasi, pengertian, hingga contoh perhitungan pendapatan dan pertanggungan dari menabung atau membeli asuransi.

Sama-sama memiliki manfaat yang bagus, namun sekali lagi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial mu juga ya. Karena jika ditanya mau pilih menabung atau membeli asuransi, hanya dirimulah yang bisa menentukan.

Adapun saat ini, banyak produk tabungan atau investasi dan asuransi yang bisa kamu pilih. Atau, kamu mau melakukan perbandingan di antara produk-produk tersebut dalam satu website? Tentunya saja bisa!

Kamu bisa melakukan perbandingan produk tabungan atau investasi dan asuransi, melalui situs CekAja.com. Selain itu, kamu juga bisa langsung mengajukan produk finansial yang kamu minati. Sangat mudah dan praktis bukan?

Yuk, tunggu apa lagi? Segera kunjungi situs CekAja.com dan rasakan mudahnya mencari informasi, membandingkan hingga mengajukan produk finansial yang kamu inginkan.

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk