Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Menakar Wabah Korona dan Dampaknya Terhadap Negara Tetangga

by Gito on 13 February, 2020

Ancaman virus novel korona masih terjadi. Banyak negara di dunia sudah melakukan proteksi terhadap warga negaranya dengan memperketat jalur masuk, baik itu melalui pelabuhan maupun bandar udara demi mencegah menyebarnya pandemi menakutkan tersebut.

Ria Irawan

Muncul pertama kali di Wuhan, salah satu kota yang terkenal akan manufakturnya, virus novel korona kemudian menyebar secara sporadis ke 25 negara lain di dunia. Jumlah korban jiwa akibat virus tersebut hingga saat ini sudah mencapai 1.355 jiwa.

Merebaknya virus tersebut membawa dampak yang tidak sedikit bagi negara lain dan juga Cina sendiri.

Maklum, negeri tirai bambu tersebut selama ini dikenal sebagai pabriknya dunia. Banyak negara yang mengandalkan bahan baku produksinya dari Cina.

Untuk mencegah penyebaran, negara-negara lain sudah melakukan pembatasan impor atas setiap barang hidup yang masuk dari Cina.

Sementara itu, aktivitas bisnis di Cina juga tidak bisa berjalan seperti biasanya, karena banyak orang yang khawatir jika terlalu lama diluar rumah dapat terpapar virus mematikan tersebut.

Economist dari DBS Group, Ma Tieying mengatakan adanya wabah novel korona membuat libur tahun baru imlek di Cina diperpanjang. Selain itu, kegiatan produksi dan transportasi juga ditangguhkan.

Sebagian pekerja rantau juga diketahui terlambat kembali bekerja. “Hal itu mempertegas risiko gangguan pada rantai pasokan,” katanya dalam keterangan resmi.

Tekstil dan elektronika global menjadi sektor paling rentan terhadap gangguan dalam rantai pasokan Cina. Dampak terparah akan dirasakan oleh Taiwan, Korea Selatan dan Vietnam.

(Baca juga: Pejabat Negara Kompak, Indonesia Tak Terjangkit Virus Corona)
1. Produk Domestik Bruto (PDB) negeri tetangga terganggu

Bagi Taiwan salah satu negara tetangga Cina, adanya risiko virus novel korona membuat pertumbuhan PDB diproyeksikan berada di kisaran 2,3% untuk 2020.

Sementara untuk Korea Selatan, terdapat risiko penurunan dalam perkiraan menjadi 2,4%.

Selama ini Cina memegang peran penting dalam rantai pasokan global. Daratan Cina saja menyumbang 30-40% terhadap total ekspor tekstil dan produk alas kaki dunia.

Negeri tersebut juga berkotribusi sebanyak 20% terhadap ekspor mesin dan peralatan listrik dunia. Itu tidak termasuk pengiriman tidak langsung melalui Hongkong.

2. Dampaknya di sektor elektronik

Peran Cina dalam rantai pasokan elektronika sangat penting. Hampir setengah dari 800 basis produksi global Apple saat ini ada di Cina.

Sementara itu, sekitar 30 perusahaan Cina daratan sekarang berada dalam daftar 200 pemasok utama Apple, termasuk yang membuat pengeras suara, layar, baterai, panel datar, dan terlibat dalam pengemasan/pengujian sirkuit terpadu.

Provinsi Hubei, pusat wabah virus korona merupakan salah satu pusat manufaktur utama Cina di sektor baja, mobil, dan elektronika.

Wilayah tersebut menghasilkan barang semikonduktor, panel datar, dan komponen elektronika.

Sedangkan Henan, provinsi tetangganya, adalah basis produksi utama untuk perusahaan teknologi Taiwan Foxconn, penyedia jasa maklon atau kontrak manufaktur terbesar Apple dan perakit iPhone.

3. Cina terganggu, Kawasan lain ikut terganggu

Dengan mencermati rantai pasokan kawasan akan terlihat bahwa Cina mengimpor sebagian besar barang setengah jadi dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Di sisi lain, tujuan utama produk antara buatan Cina adalah Korea Selatan dan Jepang, diikuti oleh India dan Vietnam.

Taiwan dan Korea Selatan sangat tergantung pada Cina untuk mendukung ekspor produk setengah jadi mereka. Lebih dari 40% ekspor terkait ditujukan untuk pasar Cina.

Seakan tidak mau kalah, Vietnam juga sangat tergantung pada Cina untuk pasokan barang setengah jadi, lebih dari 30% barang setengah jadinya bersumber dari Cina.

(Baca juga: Vaksin Novel Corona Sudah Ditemukan? China Bakal Patenkan Remdesivir)
4. Dampak jangka pendek dan jangka panjang

Gangguan terhadap aktivitas akibat wabah penyakit tersebut menimbulkan risiko efek limpahan negatif di kawasan.

Sektor tekstil dan elektronika global tentunya paling rentan terhadap gangguan terhadap rantai pasokan Cina.

Dampak terparah akan dirasakan oleh Taiwan, Korea Selatan dan Vietnam, baik dalam bentuk penundaan produksi hilir maupun kekurangan pasokan bahan baku hulu.

Wabah virus korona juga menguji kemampuan manajemen krisis pemerintah Cina dan membuat tata kelola publik, infrastruktur kesehatan, komunikasi massa, perlindungan lingkungan, dan masalah terkait lain, menjadi sorotan dunia.

Dari perspektif jangka panjang, pertanyaannya adalah apakah kepercayaan investor asing tentang keberlanjutan pertumbuhan Cina akan melemah, yang akan mengakibatkan perombakan rantai pasokan oleh perusahaan multinasional, yang berbasis di Cina.

Disamping virus novel korona, akibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS), beberapa perusahaan multinasional telah mulai mengalihkan produksi dari Cina ke negara tetangga seperti Vietnam dan Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu dilakukan sebagai reaksi terhadap perang dagang Cina-AS. Kecenderungan diversifikasi ini kemungkinan akan semakin kuat.

Indonesia sendiri juga sudah mulai menghentikan impor barang hidup dari Cina. Selain itu, rute penerbangan dari Wuhan ke bali juga sudah di non-aktifkan sementara waktu.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus novel korona.

Negara saja sudah melakukan perlindungan untuk warganya. Kamu juga harus melakukan perlindungan terhadap keluarga dari ancaman korona.

Lengkapi proteksi keluargamu dengan asuransi kesehatan. Tidak perlu repot, akses CekAja.com dan temukan produk yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit