Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Meneropong Masa Depan Kendaraan Listrik

by Giras Pasopati on 16 November, 2018

Beberapa waktu lalu Indonesia sempat dihebohkan dengan pemberitaan terkait mobil listrik Esemka, dan motor listrik Gesits yang dijajal oleh Presiden Joko Widodo. Di sisi lain, seperti kita ketahui, penggunaan kendaraan listrik di Indonesia saat ini masih sangat jarang. Lantas yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana sebenarnya masa depan kendaraan listrik?

Mobil Kendaraan Listrik - CekAja

Saat ini, pasar mobil  dunia masih dikuasai oleh mobil konvensional yang menggunakan mesin dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, berbagai pandangan positif menyatakan cepat atau lambat, dunia akan sadar dan mulai beralih ke kendaraan listrik karena berbagai kelebihannya.

Berkaca dari Pasar Mobil China

China kini adalah pasar mobil terbesar di dunia. Dari 86 juta mobil yang dijual pada 2017 di dunia, 30 persen diantaranya atau sebanyak 25,8 juta unit, terjual di China. Jumlah itu lebih besar dibandingkan dengan 20 persen atau 17,2 juta unit di AS, dan 18 persen atau 15,6 juta unit di Uni Eropa.

Tidak mengherankan, produsen mobil ingin memiliki akses ke pasar ini. Namun, China telah mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan setiap pembuat kendaraan untuk memperoleh skor kendaraan energi baru dan terbarukan, setidaknya 10 persen dari penjualan pada 2019, yang naik menjadi 12 persen pada tahun 2020, dan hingga 20 persen pada tahun 2025.

Sebagai hasil dari pengumuman ini, semua produsen mobil utama tiba-tiba menemukan pencerahan “agama kendaraan listrik”. Hasil lanjutannya, sekitar 10 miliar dolar diinvestasikan dalam program pengembangan kendaraan listrik mereka. Selain itu, kemitraan atau investasi besar juga dilakukan para produsen kendaraan untuk mengamankan rantai pasokan baterai mereka. CEO Porsche bahkan telah mengatakan bahwa setelah tahun 2030 semua mobil Porsche akan menjadi 100 persen listrik.

Jadi, China telah berbicara, dan produsen mobil telah mendengarkan. Maka dalam 18 bulan ke depan, diprediksi jumlah model kendaraan listrik yang tersedia untuk dibeli bakal meningkat secara signifikan.

(Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Kredit Mobil)
Harga Baterai Turun

Biaya utama kendaraan listrik adalah baterai. Padahal, harga baterai saat ini tengah jatuh secara signifikan.

Baterai Lithium-Ion dihargai 1.000 dolar per kWh pada tahun 2010. Kemudian pada 2017, harganya turun menjadi 200 dolar AS per kWh, dan itu tidak akan berhenti di situ. Pada pertemuan pemegang saham Tesla pada 5 Juni tahun ini, Elon Musk menyatakan bahwa harga baterai mobil Tesla akan menjadi 100 dolar AS per kWh dalam waktu 2 tahun.

Nah, angka 100 dolar AS per kWh itu secara luas disetujui untuk menjadi patokan di mana kendaraan listrik dan konvensional akan memiliki harga uang muka pembelian yang sebanding. Jadi, pada tahun 2020 harga baterai akan turun 90 persen dalam 10 tahun, dan harganya akan terus berlanjut turun.

(Baca juga: Ngebet Beli Mobil? Perhatikan Dulu 5 Hal Penting Ini)
Kapasitas Baterai Meningkat

Teknologi baterai Lithium-Ion meningkat dalam hal kepadatan energi pada tingkat 5 persen-8 persen per tahun. Mercedes menyatakan bahwa model EQC Mercedes mereka yang sepenuhnya elektrik, dan akan masuk ke pasar pada 2019, bakal memiliki kisaran kapasitas hingga penggunaan 500 km.

Sementara Tesla Roadster, yang diluncurkan pada tahun 2020, disebut bakal memiliki kisaran kapasitas  yang dinyatakan hingga penggunaan 1.000 km. Ketika kendaraan listrik mampu memiliki jangkauan penggunaan 1.000 km, itu adalah saat di mana kendaraan konvensional mulai memiliki masalah.

Selain itu, teknologi baterai lain seperti baterai solid-state yang akan datang, dinilai bakal memberikan baterai yang lebih murah, pengisian lebih cepat, dan dengan rentang penggunaan yang lebih besar lagi.

Baterai Mobil Listrik Berumur Sangat Panjang

Bertentangan dengan apa yang banyak percaya, kondisi baterai di kendaraan listrik tidak menurun seiring waktu ataupun pada penggunaan di patokan tertentu. Yang jelas, penurunan kondisi sangat jauh lebih lama dibandingkan dengan mobil konvensional dengan mesin BBM.

Berdasarkan grafik kapasitas baterai kendaraan Tesla Model S/X, ditunjukkan bahwa setelah mengemudi 270.000 km, baterai masih memiliki 91 persen dari kapasitas aslinya. Ada lebih banyak rincian mengenai hal itu, tetapi intinya adalah bahwa baterai hanya kehilangan sekitar 1 persen dari kapasitas setiap 30.000 km.

Hal itu berarti bahwa biaya kendaraan listrik dapat didepresiasi selama waktu yang jauh lebih lama sehingga menurunkan total biaya kepemilikan kendaraan secara signifikan. Namun, karena data saat ini khusus untuk baterai Tesla, maka kita harus menunggu untuk melihat bagaimana dengan produsen lain.

(Baca juga: Ini 4 Mobil Keluaran Terbaru Seharga Rp250 Jutaan)
Kendaraan Listrik Lebih Dapat Diandalkan

Faktor lain yang mendukung kendaraan listrik adalah bahwa mereka jauh lebih dapat diandalkan. Drivetrain dalam kendaraan konvensional dengan BBM berisi 2.000 bagian yang bergerak secara tipikal, sedangkan drivetrain di kendaraan listrik hanya berisi sekitar 20 bagian.

Berdasarkan data pada 2015, dari 10 bagian yang biasanya terkena penggantian di mobil konvensional, hanya terdapat 1 bagian yang bisa terjadi untuk mobil elektrik.

(Baca juga: 7 Kiat Agar Klaim Asuransi Mobil Lancar)
Bahan Bakar Lebih Murah

Kendaraan listrik biasanya secara signifikan lebih murah untuk bahan bakar, kecuali Anda kebetulan tinggal di suatu tempat yang memiliki bensin sangat murah, tetapi listrik sangat mahal listrik. Dan dengan harga minyak yang naik 50 persen dalam 12 bulan terakhir, mencari tempat dengan bensin murah akan menjadi semakin sulit.

Nilai Penjualan Mobil Konvensional Akan Makin Rendah

Di beberapa negara maju, kendaraan listrik dan hibrida telah menjadi mobil bekas yang paling cepat terjual saat ini. Ketika tren ini terus berlanjut, diprediksi nilai jual kembali mobil konvensional akan runtuh. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, mengapa Anda membeli mobil konvensional hari ini? Mengapa Anda membeli kendaraan yang menggunakan mesin BBM hari ini, jika nilai jual kembali dalam 3-4 tahun akan turun secara signifikan? Dan ketika orang mulai menyadari itu, pasar akan berbalik.

Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah masa depan kendaraan listrik akan semakin cerah kelak? Mari bersama berharap hal tersebut bakal terjadi juga di Indonesia, sehingga kondisi lingkungan akan semakin baik.

Jika Anda tertarik untuk membeli kendaraan saat ini, silakan ajukan kredit kendaraan bermotor melalui CekAja.com. Dengan proses yang mudah, aman serta terpercaya, Anda dapat memilih dan mengajukan produk kredit yang sesuai dengan kebutuhan. Yuk ajukan sekarang!

Tentang Penulis

Giras Pasopati

Penulis dan mantan jurnalis. Penikmat sate kambing, musik punk dan rock. Senang membaca buku sejarah dan sastra.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami