Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Meneropong Masa Depan Manusia dan Hubungannya dengan Artificial Intellegence

by Gito on 11 Januari, 2019

Tidak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi yang terjadi sekarang ini merupakan hasil buah pikir manusia untuk menghadapi tantangan yang ada. Hadirnya berbagai jenis artificial intellegence di berbagai sektor, munculnya virtual assistance di sektor perbankan dan berbagai perkembangan teknologi lainnya sengaja diciptakan manusia untuk memudahkan menjalani hidup. Lalu bagaimana masa depan manusia dan teknologi kedepannya?

Menurut hasil riset dari IDC Future Scape, masa depan manusia kedepannya sudah tidak dapat terlepas dari yang namanya Artificial Intelligence (AI). Hal itu terefleksi dalam proyeksi mayoritas  belanja di sektor informasi teknologi (IT) pada tahun 2022 mendatang, dimana 89 persennya bakal dibelanjakan untuk teknologi 3D dan akselerator inovasi seperti AI, AR. VR dan IoT.

Oleh karena itu, tak aneh jika saat  ini banyak dijumpai pelatihan – pelatihan kemampuan digital yang sengaja diberikan kepada kelas pekerja agar dapat berjalan beriringan dengan teknologi itu sendiri.

Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan sendiri memang pada awalnya sengaja tercipta untuk mempermudah pekerjaan atau menyelesaikan suatu masalah dengan lebih cepat. Namun seiring dengan kemampuannya yang bertambah, beberapa perusahaan melihat potensinya justru lebih dari itu.

Bahkan sekarang kecerdasan buatan sudah dianggap mampu mempengaruhi peningkatan revenue sekaligus menghemat pengeluaran perusahaan. Lantas, kecanggihan seperti apa yang mampu diberikan kecerdasan buatan dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

(Baca juga: Bagaimana Inovasi dan Teknologi Bisa Membantu Memerangi Kelaparan)

AI Menggeser Peran Manusia?

Saat ini peran robot di berbagai aplikasi pengiriman pesan saja sudah mencapai 100 ribu. Jumlah tersebut belum termasuk penerapan teknologi robot di industri lainnya. Lantas bagaimanakah masa depan manusia?

Jangan khawatir, peran manusia sejatinya tidak dapat tergantikan. Bahkan dengan masifnya penggunaan AI, bisnis yang selama ini dijalankan oleh banyak orang dapat menjadi lebih efisien, efektif dan juga cepat.

Melalui AI juga, akhirnya lahir ekonomi baru, yang dinamakan ekonomi digital. Disamping itu, melalui pengembangan teknologi dimana AI termasuk didalamnya, berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru, seperti seperti pilot drone, pencipta konten AR/VR, gamer professional, digital marketing dan juga SEO specialist

Lahirnya jenis pekerjaan baru itu merupakan bukti bahwa teknologi dan manusia bukanlah bersifat saling menggantikan, namun keduanya justru berhasil mencapai sinergi dan akhirnya memunculkan jenis pekerjaan baru,budaya baru dan juga pemikiran barau.

Melalui ekonomi digital juga, tercipta ribuan lapangan pekerjaan setiap harinya, mulai dari di sektor e-commerce, periklanan, hiburan, content creator, pengembang aplikasi hingga pembayaran.

Selain memunculkan pekerjaan, hadirnya AI juga terbukti membantu bisnis dalam industri. Beberapa peran AI yang sudah terbukti banyak membantu adalah di sektor finansial, berikut merupakan rekam jejaknya.

(Baca juga: Yuk Mengenal Virtual Asisstant di Dunia Perbankan)

Menemukan consumer insight

Dalam sektor perbankan, adanya kecerdasan buatan dapat membantu perusahaan untuk menggali insight mengenai berbagai kebutuhan pelanggan. Demi kenyamanan antar kedua belah pihak, teknologi tersebut akan melihat seberapa tepat rekomendasi produk finansial terhadap nasabah berdasarkan analisis komprehensif terhadap kondisi pasar, keputusan yang pernah diambil, dan kejadian yang baru dialami.

Dengan komponen-komponen tersebut maka perusahaan dapat menentukan pelanggan mana yang harus dihubungi, bagaimana berkomunikasi dengan mereka, sehingga akan mendapatkan respon yang diharapkan dan memberi nilai yang maksimal untuk kemajuan bisnis mereka kedepannya.

Deteksi penipuan

Kecerdasan buatan pun amat menolong industri finansial lain seperti asuransi dalam mendeteksi penipuan. Contohnya, deteksi pada sikap nasabah yang menunjukkan tanda-tanda penipuan seperti kecelakaan yang dibuat-buat atau surat keterangan palsu pada klaim asuransi.

Koneksi antar setiap faktor nantinya akan dianalisis hingga seberapa besar kemungkinan klaim tersebut terbukti palsu. Selain asuransi, salah satu perusahaan yang juga menggunakan kecerdasan buatan untuk mencegah penipuan adalah Mastercard.

Dengan Decision Intelligence (DI), teknologi ini mempelajari pola dari histori pembelanjaan dan pengeluaran rutin pemegang kartu untuk menentukan basis perilaku yang akan selalu dibandingkan dan dinilai setiap kali ada transaksi baru.

Merespon pertanyaan otomatis

Cara kecerdasan buatan yang ketiga dalam membantu kerja industry finansial adalah merespon pertanyaan secara otomatis, dengan teknologi bernama chatbot. Asisten virtual tersebut akan mempermudah komunikasi langsung langsung dengan pelanggan yang memiliki pertanyaan atau keluhan.

Perusahaan jadi bisa lebih mudah dalam mengelola sistem customer relationship management. Bukan hanya itu, chatbot ternyata juga turut diberdayakan dalam berbagai fungsi misalnya menolong klien mengelola uang dan tabungan mereka.

(Baca juga: Mengenal VPN Tarumanagara untuk Kebutuhan Perbankan)
Tentukan potensi jual beli saham

Bentuk kecerdasan buatan ada yang diimplementasikan pula dalam suatu algoritma. Algoritma tersebut akan mencerna jutaaan poin data untuk mencari lebih dalam pola perdagangan serta meramalkan tren yang berguna untuk mengambil keputusan, dalam hal ini adalah jual beli saham.

Teknik yang dipelopori oleh Sentient Technologies itu menjalankan triliunan simulasi skenario perdagangan saham dari data publik yang melimpah di dunia maya. Teknik mereka sanggup mencari pola dari perdagangan selama 1800 hari hanya dalam hitungan menit.

Tentang Penulis

Jurnalis, penyuka musik britpop, sangat suka dengan dendeng kering.