Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Mengapa Hujan Identik dengan Keberuntungan Saat Imlek?

by Miftahul Khoer on 23 Januari, 2020

Masyarakat Tionghoa pada setiap perayaan tahun baru Imlek pasti sangat mengharapkan turunnya hujan karena dianggap sebagai pembawa keberuntungan dan keberkahan.

peluang usaha musim hujan

Hujan tidak dianggap sebagai hambatan yang dapat menyebabkan perayaan Imlek menjadi tidak semarak, karena kedatangannya justru sangat dinanti-nantikan. Hampir di setiap perayaan Imlek biasanya turun hujan, sehingga Imlek sangat identik dengan hujan selain juga identik dengan warna merah dan angpaonya.

 Untuk memahami seberapa erat hubungan Imlek dan hujan, berikut ini beberapa fakta menarik yang perlu kamu ketahui:

  • Sejarah hubungan Imlek dan hujan

Dikutip dari beberapa sumber, Imlek merupakan hari raya yang berawal dari rasa syukur masyarakat China atas datangnya musim semi. Sebab musim semi dianggap membawa keberuntungan dan keberkahan berkat melimpahnya hasil panen dan juga suasananya yang indah.

Pada saat itu, hujan juga biasanya turun sehingga masyarakat menyambutnya dengan kebahagiaan. Setelah itu, muncul kepercayaan dan keyakinan bahwa hujan merupakan pertanda adanya keberuntungan.

  • Berlaku di Indonesia

Keyakinan ini kemudian meluas ke seluruh dunia termasuk juga Indonesia bahwa hujan saat Imlek akan membawa keberuntungan. Dan uniknya di Indonesia, Imlek dan hujan sekana menjadi dua sejoli yang selalu berdampingan. Meskipun terkadang Imlek tak selalu hujan.

  • Ahli Fengsui mengamini 

Selain itu, menurut orang-orang China dan ahli Fengsui, hujan adalah symbol keberuntungan bagi kehidupan, karir, dan juga bisnis. Parameter keberuntungan biasanya dilihat berdasarkan intensitas hujan yang turun.

Masyarakat Tionghoa pada umumnya meyakini turunnya hujan berarti Dewi Kwan Im sedang menyiram bunga Mei Hua yang juga bisa berarti turunnya keberkahan dari langit.

Intensitas hujan jadi parameter keberuntungan

Memang hujan dianggap sebagai pertanda datangnya keberuntungan pada saat Imlek. Namun, besar kecilnya keberuntungan tersebut menurut pakar Fengsui dilihat berdasarkan intensitas hujan yang turun.

  • Makna hujan gerimis

Apabila hujan yang turun hanya rintik-rintik, itu artinya keberuntungan yang akan datang juga sedikit. Namun bila hujan gerimis itu terjadi dalam waktu lama, dianggap sebagai datangnya keberuntungan sepanjang tahun.

  • Makna hujan deras

Sementara apabila hujan deras, maka berarti akan ada keberuntungan yang melimpah ruah menghampiri masyarakat Tionghoa yang tempat tinggalnya diguyur hujan.

  • Makna hujan badai

Namun, bila hujan yang turun terlampau deras dan disertai dengan munculnya angin besar ataupun badai, maka itu juga merupakan pertanda yang tidak menguntungkan karena bisa menyebabkan musibah dan marabahaya seperti banjir ataupun pohon tumbang.

  • Makna tidak turun hujan

Begitupun bila pada saat Imlek tidak turun hujan setetes pun, maka dianggap sebagai pertanda ketidakberuntungan. Meski begitu, masyarakat Tionghoa menganggap bukan berarti Imlek mereka tidak direstui Tuhan. Hari raya Imlek akan tetap membawa kebahagiaan dan kemeriahan bagi mereka walaupun tanpa hujan.

Ada atau tidak adanya hujan memang merupakan kehendak dari Yang Maha Kuasa, sehingga manusia tidak bisa menentukan kadar hujan yang mereka inginkan.

Penjelasan logis hubungan Imlek dan hujan

Penjelasan paling logis kenapa seringkali hujan turun saat Imlek, karena berdasarkan penanggalan China, tahun baru selalu datang pada saat memasuki musim semi sehingga sangat wajar apabila hujan turun saat Imlek. 

Para leluhur masyarakat China mayoritas merupakan petani sehingga dalam sejarahnya, Imlek merupakan perayaan dimulainya masa cocok tanam. Hujan yang turun kemudian membantu proses cocok tanam tersebut sehingga dimaknai sebagai pembawa rezeki.

(Baca juga: Sederet Pantangan Unik di Balik Kemeriahan Perayaan Imlek)

Kepercayaan hujan sebagai pembawa rezeki juga masih bertahan hingga masa modern saat ini. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga memperkuat penjelasan seringnya hujan turun saat tahun baru China tersebut. Imlek biasanya datang pada bulan Januari-Februari yang merupakan saat-saat musim hujan di Indonesia sehingga hubungan hujan dan Imlek semakin erat.

Apabila perayaan Imlek selalu bergeser setiap tahunnya seperti Idul Fitri yang menggunakan penghitungan kalender Hijriyah, maka ada kemungkinan Imlek jatuh pada saat musim kemarau di bulan Juni ataupun Juli. Namun, penghitungan kalender China juga berbeda dengan Masehi ataupun Hijriah, sehingga Imlek selalu datang pada musim semi.

Walaupun memang Imlek selalu datang pada musim semi ataupun musim hujan, namun perkara cuaca memang tidak dapat ditebak sehingga sangat wajar apabila komunitas Tionghoa sangat mengharapkan turunnya hujan sebagai pembawa keberuntungan.

Semoga saja pada saat Imlek 25 Januari nanti, ada hujan yang turun dan membawa keberuntungan, serta tidak menyebabkan banjir dan musibah seperti yang terjadi pada tahun baru 1 Januari lalu.

Jaga kesehatan jelang imlek

Bagi kamu yang sudah tidak sabar merayakan Imlek bersama keluarga dan kerabat di akhir pekan ini, jangan lupa untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini ya.

Miliki perlengkapan yang bisa melindungi diri kamu dari air hujan saat beraktivitas sehari-hari, seperti payung, jas hujan, mantel, atau jaket ber-hoodie yang bisa kamu beli di marketplace yang ada di Indonesia.

Bayarnya pakai kartu kredit Mayapada saja, karena selama masa perayaan Imlek ini, Bank Mayapada berbagi keberkahan dengan memberikan diskon belanja sampai Rp188.000. Caranya sangat mudah, kamu cuma perlu berbelanja di Tokopedia atau JD.ID, dua marketplace besar di Indonesia untuk menikmati diskonnya.

(Baca juga: Belanja Imlek Pakai Kartu Kredit Mayapada Banyak Cuannya!)

Berikut informasi promo Imlek lengkap kartu kredit Bank Mayapada:

1. Festival Belanja Hoki Tokopedia

Promo diskon belanja online dengan kartu kredit Bank Mayapada, yang pertama adalah Festival Belanja Hoki Tokopedia. Di mana kamu yang sering belanja online di Tokopedia, bisa mendapatkan berbagai promo menarik, jika melakukan pembayaran dengan kartu kredit Bank Mayapada, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  • Periode promo diskon Festival Belanja Hoki Tokopedia: Mulai tanggal 13 – 26 Januari 2020
  • Mekanisme: Diskon 8% maksimum Rp 188.000 dengan minimum transaksi Rp1.880.000
  • Kode Voucher : MAYAPADACUAN
  • Kuota: 18 per hari
2. Chinese New Year JD.ID

Promo diskon belanja online dengan kartu kredit Bank Mayapada, yang kedua adalah Chinese New Year JD.ID. Marketplace pemilik tagline ‘dijamin ORI’ ini juga menawarkan promo diskon belanja online, yang tidak kalah menarik loh.

Namun, dengan syarat melakukan pembayaran dengan kartu kredit Bank Mayapada. Berikut informasi lengkapnya:

  • Periode promo diskon Chinese New Year JD.ID: 13 – 26 Januari 2020
  • Mekanisme : Diskon 8% maksimum Rp 188.000,- dengan minimum transaksi Rp1.888.000,-
  • Kode Voucher : Tidak menggunakan kode voucher
  • Kuota 18 per hari.

Bagaimana, belanja online menggunakan kartu kredit Bank Mayapada sangat menguntungkan bukan? Selain banyak menawarkan promo menarik, khususnya di Tahun Baru Imlek 2020 ini, kartu kredit Bank Mayapada juga memiliki banyak fitur menarik lainnya, yang bisa kamu gunakan.

Nah, untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya, terkait kartu kredit Bank Mayapada, kamu bisa cek melalui situs perbandingan Cekaja.com. Selain itu, di situs Cekaja.com kamu juga bisa sekaligus mengajukan kartu kredit Bank Mayapada secara online, kapan saja, di mana saja dengan mudah.

Yuk, ajukan kartu kredit Bank Mayapada sekarang juga, hanya di Cekaja.com, agar kamu bisa menikmati promo diskon khusus Chinese New Years 2020.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.