Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Atasi Bayi Demam yang Rewel dengan 7 Cara Berikut Ini

by Vera Khairifah on 6 Desember, 2019

Sebagai orang tua, kamu pasti menginginkan anak berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Namun bayi kadang kala mengalami demam, hal itu bisa memicu panik. Berikut 7 cara mengatasi bayi demam yang perlu kamu ketahui.

Atasi Bayi Demam yang Rewel dengan 7 Cara Berikut Ini

Yang dimaksud dengan bayi demam adalah jika suhu tubuh bayi berada di atas 38 derajat Celsius. Sebab suhu tubuh bayi yang berada di angka 36 sampai 37,9 derajat Celsius masih masuk dalam kondisi normal.

Jangan salah sangka, bayi memiliki sistem imun yang baik. Tubuh mereka mampu melawan berbagai serangan luar, dibandingkan dengan orang dewasa.

Namun, perlu kamu ketahui bahwa bayi berusia di bawah 3 tahun yang demam patut diwaspadai. Karena sebenarnya usia tersebut justru seharusnya memiliki sistem imun yang sedang dalam kondisi paling baik.

Penyebab Bayi Demam

Demam pada bayi menunjukkan bahwa tubuhnya sedang berjuang melawan penyakit atau zat/benda asing yang baru ditemui.

Misalnya bayi yang demam setelah imunisasi. Ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berfungsi dengan baik.

Penyebab lainnya juga bisa terjadi karena bayi yang terlalu lama beraktivitas di luar ruangan. Atau suhu tubuh yang meningkat akibat kepanasan dan pemakaian baju yang terlalu tebal dan tidak sesuai dengan suhu ruangan.

(Baca juga: 1000 Hari Pertama, Waktu Krusial Untuk Bayi)
Cara Mengatasi Bayi Demam
1. Tak Perlu Panik Dulu

Cara pertama adalah jangan panik berlebihan. Rasa cemas tentu akan datang, namun kamu harus bisa mengontrolnya.

Bayi yang demam akan sangat wajar jika memberi respon menangis. Pastikan dulu suhu tubuhnya dengan mengukurnya.

Pengukuran suhu tubuh bayi bisa dilakukan dengan menggunakan termometer konvensional maupun termometer digital.

Untuk termometer konvensional, pastikan kondisinya higienis dan diletakkan di mulut, lipatan ketiak, atau lubang telinga.

Namun, mengukur suhu tubuh bayi dengan thermometer konvensional akan lebih akurat jika melalui anus.

Caranya dengan memasukkan termometer yang  sudah diolesi petroleum jelly perlahan-lahan ke dalam anus sekitar 2,5 cm. Kemudian, tampilan hasil suhu tubuh akan terlihat.

2. Perhatikan Kondisi Bayi

Bayi yang menderita demam memang normal. Kamu tak perlu panik berlebih jika si bayi masih ceria dan memiliki nafsu makan yang tak berkurang.

Namun jika ada keluhan lain, kamu perlu waspada. Waspadai jika terjadi hal-hal berikut:

  • Bayi tidak nafsu makan.
  • Terlihat lesu dan tak mau bermain dengan ceria.
  • Kurang responsif.
  • Diare.
  • Muntah.
  • Muncul ruam di kulit.
  • Gelisah.
  • Terus menerus menangis tanpa henti.
  • Sesak napas.
  • Terlihat dehidrasi dengan tanda mulut kering, volume air kencing di dalam popok berkurang, dan tidak ada air mata saat menangis.
  • Kejang.

Bayi berusia di bawah 3 bulan dikatakan dalam kondisi bahaya jika suhunya lebih dari 38 derajat Celsius.

Sedangkan untuk bayi berusia 3 sampai 6 bulan, demam dengan suhu di atas 39 derajat Celsius lah yang harus segera diperiksakan ke dokter.

3. Mandikan Atau Kompres Air Hangat

Bayi perlu dibuat nyaman dengan basuhan air hangat. Orang tua bisa memandikannya atau memberi kompres pada bagian dahi dengan air hangat yang suhunya pas.

4. Pakaikan Pakaian Tipis

Saat bayi mengalami demam, jangan pakaikan pakaian tebal. Hal ini malah membuat suhu tubuh makin meningkat.

Pakaikan dengan baju berbahan katun yang cepat menyerap keringat dan tipis. Ini akan membuat bayi lebih nyaman.

5. Turunkan Suhu Ruangan

Segera cek suhu ruangan, pastikan selalu sejuk. Jika dirasa terlalu panas, gunakan pendingin ruangan atau kipas angin yang tidak langsung menghadap bayi, namun membantu menurunkan suhu ruangan.

Membuka jendela juga bisa membantu agar sirkulasi udara lebih berjalan baik.

6. Cegah Dehidrasi

Jaga selalu kondisi tubuh bayi dengan asupan bergizi untuk menjaga kadar cairan tubuh cukup. Berikan ASI atau susu formula untuk bayi di bawah usia 6 bulan.

Sedangkan untuk bayi berusia di atas 6 bulan, bisa diberikan air putih atau minuman elektrolit khusus bayi.

(Baca juga: Waspada, Ini Penyebab Bayi Meninggal dalam Kandungan)
7. Periksakan ke Dokter

Terahir, periksakan bayi ke dokter. Bayi di bawah 3 bulan yang demam harus segera diperiksakan ke dokter.

Sedangkan bayi di atas 3 bulan, cek dokter jika demam sudah berlangsung selama 24 jam atau lebih, atau jika bayi tak mau minum dan makan.

Berikan dosis obat sesuai arahan dan petunjuk dokter. Lindungi selalu kesehatanmu dan keluarga dengan berbagai produk asuransi sesuai kebutuhan yang bisa kamu ajukan melalui CekAja.com.

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast