Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Mengenal BUMN Karya yang Holdingnya Dikaji Ulang

by Miftahul Khoer on 22 November, 2019

Pada masa Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berencana menggabungkan beberapa perusahaan di bidang infrastruktur dan jalan tol menjadi satu perusahaan holding BUMN saja.

bisnis properti - CekAja.com

Rencananya holding BUMN Infrastruktur atau Karya akan terdiri dari enam perusahaan dengan PT Hutama Karya (Persero) sebagai pemimpinnya, sedangkan para anggota holding antara lain PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero), dan PT Indra Karya (Persero).

Namun, beberapa waktu lalu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyampaikan belum mau memberikan paraf pembentukan perusahaan induk (holding) BUMN Karya serta Perumahan dan Pengembangan Kawasan, karena punya alasan soal nasib perusahaan-perusahaan tersebut ke depan.

Menurut Basuki, jika holding BUMN Karya terbentuk maka keikutsertaan perusahaan pelat merah dalam menggarap proyek pemerintah menjadi terbatas. Pasalnya, hanya lead dari holding yang kelak bisa ikut tender proyek pemerintah.

“Hukumnya kalau sudah holding, dia enggak bisa ikut tender. Misalnya Hutama terus bawahnya ada Waskita ada PP ada ini, nah ini enggak boleh ikut tender,” ucap Basuki.

Sementara, Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga mengungkapkan instansinya mengaku khawatir apabila rencana pembentukan holding BUMN Karya diteruskan maka bisa mematikan bisnis kontraktor swasta kecil.

“BUMN itu trigger pembangunan, bukan mematikan bisnis-bisnis rakyat,” kata Arya.

Kementerian BUMN menurutnya sementara ini akan mengkaji ulang apakah ada bentuk lain yang sesuai untuk BUMN-BUMN Karya selain menggabungkannya dalam holding.

Bagaimana pendapat kamu tentang kelanjutan pembentukan holding BUMN Karya tersebut? Sebelum berkomentar lebih jauh, pelajari dulu yuk karakter dari masing-masing BUMN Infrastruktur tersebut. Ini daftarnya:

BUMN Karya adalah BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur. HK merupakan salah satu BUMN Karya yang selama beberapa tahun terakhir cukup banyak diperbincangkan karena memiliki banyak proyek yang secara khusus ditugaskan oleh pemerintah.

Misalnya tol terpanjang di Indonesia dalam jaringan Tol Trans Sumatera, adalah tol yang dikerjakan oleh HK dengan penugasan langsung dari Presiden Indonesia.

(Baca juga: Mengenal Holding BUMN dan Super Holding)

Hingga September lalu, Hutama Karya juga berhasil meresmikan tol Ruas Tol Medan-Binjai, Palembang-Simpang Indralaya, dan Bakauheni-Terbanggi Besar. Hutama Karya optimistis menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera hingga 2024 dan siap untuk mengerjakan proyek-proyek strategis nasional seperti pembangunan infrastruktur ibu kota baru. Hutama Karya resmi menggarap megaproyek kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) di Lawe-Lawe, Kalimantan Timur.

  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk

Berbeda dari HK yang masih sepenuhnya milik negara, Jasa Marga sudah menjadi milik public karena merupakan perusahaan terbuka. Jasa Marga adalag BUMN yang bergerak di bidang jalan tol, termasuk, merencanakan, membangun, mengoperasikan, dan memelihara jalan tol serta sarana kelengkapannya agar jalan tol dapat berfungsi sebagai jalan bebas hambatan yang memberikan manfaat lebih tinggi daripada jalan umum bukan tol.

Hingga tahun 1987 Jasa Marga adalah satu-satunya penyelenggara jalan tol di Indonesia yang pengembangannya dibiayai Pemerintah dengan dana berasal dari pinjaman luar negeri serta penerbitan obligasi Jasa Marga dan sebagai jalan tol pertama di Indonesia yang dioperasikan oleh Perseroan, Jalan Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan industri jalan tol di Tanah Air yang mulai dioperasikan sejak tahun 1978.

  • PT Adhi Karya (Persero) Tbk

Adhi Karya awalnya bergerak di sektor konstruksi berbagai bidang, termasuk jalan, jembatan, gedung, dan juga properti. Namun bersama berjalannya waktu, sama dengan beragam BUMN Karya lainnya, Adhi Karya juga merambah bisnis properti. Saat ini Adhi Karya juga dikenal karena tengah membangun LRT Adhi Karya yang terdiri dari tiga ruas, yaitu Cawang-Cibubur, Cawang-Kuning-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur.

  • PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Sama dengan Adhi Karya, Waskita Karya juga merupakan emiten kontruksi yang sudah tercatat di bursa saham. Saat ini Waskita tengah mengerjakan proyek Renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Revitalisasi Sarana Olahraga Ragunan di Jakarta, Bandara Juanda di Surabaya, Tol Prabumulih – Muara Enim Seksi 2 di Palembang, Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu Seksi A. Yani, dan Double Double Track Manggarai Jatinegara di Jakarta. Selain Jasa Marga, Waskita Karya juga menjadi BUMN Karya dengan jaringan tol terbanyak. Lima lini bisnis utama itu terdiri dari jasa konstruksi, investasi jalan tol, beton pra-cetak, realty, dan investasi infrastruktur.

  • PT Yodya Karya (Persero)

PT Yodya Karya (Persero) merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam jasa konsultan teknik dan manajemen.

Bidang konsultasi perusahaan yang biasa disingkat Yoka bergerak di berbagai bidang. Sebut saja Pembangkit Listrik Tenaga Air, Jaringan Transmisi dan Distribusi Listrik, Jalan Raya, Jalan Toll, Jembatan, Lapangan Terbang, Pelabuhan Laut beserta prasarananya, Jalan Kereta Api, Pencetakan Sawah dan Irigasi Pertanian serta Irigasi lainnya, Pengembangan daerah rawa, tambak beserta prasarananya.

(Baca juga: Arah Baru, 5 Deputi Kementerian BUMN Jadi Bos di BUMN)

Yoka juga mampu melakukan Perencanaan Pengembangan Kota, Wilayah dan Daerah, Pengembangan Prasarana Kota dan Pedesaan (Air Bersih, Drainase, Limbah, Sampah, Jalan Kota/Desa, Prasarana Pemukiman dan Pasar), Pengembangan Kawasan Pemukiman dan Rekreasi, Analisa mengenai dampak lingkungan, Pelatihan Lapangan dan Laboratorium untuk MekanikaTanah, beton dan geoteknik, Penelitian dan Pengembangan Teknologi, Konsultansi Bidang Industri Jasa Konstruksi dan Quality Assurance.

  • PT Indra Karya (Persero)

PT Indra Karya (Persero) merupakan BUMN yang bergerak di bidang  jasa konsultansi Teknik dan Manajemen. Bukan hanya di Jakarta, PT Indra Karya (Persero) memiliki kantor di Malang dan Semarang. Bidang kegiatan PT Indra Karya (Persero) adalah study, desain, manajemen konstruksi, dan supervisi. Sedangkan sektor pekerjaan yang ditangani oleh PT Indra Karya (Persero) adalah Sipil-Pengairan, Energi, Jalan dan Jembatan, serta Bangunan Gedung.

Nah, daripada sekadar berkomentar mengenai perlu tidaknya rencana pembentukan holding BUMN Karya diteruskan, lebih baik pantau info lowongan pekerjaan di BUMN-BUMN tersebut. Lebih berfaedah bukan?

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.