Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mengenal Dua Wajah Srikandi Baru di Kabinet Indonesia Maju

by Tisyrin N. T on 24 Oktober, 2019

Dari deretan nama menteri yang masuk dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, terdapat lima perempuan yang mendapatkan mandat sebagai menteri. Tiga diantaranya adalah wajah-wajah lama, sementara dua lainnya adalah wajah baru di kabinet.

menteri perempuan
Foto: Setkab/Wikipedia/Diolah

Srikandi-srikandi senior di kabinet yang kembali melanjutkan tugas mereka adalah Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan, Siti Nurbaya Bakar sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Retno Lestari Priansari Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri. Srikandi baru yang meramaikan kabinet adalah I Gusti Ayu Bintang Darmavati sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Ida Fauziyah sebagai Menteri Ketenagakerjaan.

Kalau sosok Sri Mulyani Indrawati, Siti Nurbaya Bakar, dan Retno Lestari Priansari Marsudi mungkin sudah gak asing lagi ya buat kamu. Nah, bagaimana dengan dua srikandi lainnya?

I Gusti Ayu Bintang Darmavati

Dari namanya, I Gusti Ayu Bintang Darmavati, kamu pasti sudah bisa nebak kan dari mana asal wanita yang satu ini? Yup, ia lahir di Bali, 24 November 1968. Dengan terpilih sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ia menjadi menteri wanita pertama yang berasal dari Bali.

Wanita yang akrab disapa Bintang ini adalah istri dari mantan Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Sang suami menjabat sebagai menteri di Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Suaminya juga pernah menjadi wakil gubernur Bali untuk periode 2008-2013.

Sebelum jadi menteri, Bintang menduduki jabatan sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Denpasar. Ketika suaminya masih menjabat sebagai menteri, Bintang menjalani tugas sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UMKM.

Bintang juga aktif di organisasi lain yaitu menjabat sebagai Ketua Bidang Manajemen Usaha di Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ketua Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga Besar Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, dan Ketua Bidang II Penggerak PKK.

Perjalanannya mengemban tugas di sejumlah organisasi itu tertuang dalam buku berjudul Sinergi untuk Negeri. Dalam buku tersebut diulas bagaimana perjalanannya keliling Indonesia untuk melakukan pemberdayaan masyarakat.

(Baca juga: 6 Kementerian dan Lembaga yang Kelola Anggaran di Atas Rp50 Triliun)
  • Jago Tenis Meja

Bintang juga rupanya gemar olahraga tenis meja. Kegemarannya pada olahraga yang satu ini juga membuahkan prestasi. Ia pernah menjuarai Kejuaraan Tenis Meja PB Perwosi pada bulan Oktober 2010 di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta.

Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMS) Provinsi Bali pada periode 2010-2014, dan berlanjut ke periode berikutnya yaitu tahun 2015-2019. Bintang juga merintis kejuaraan tenis meja antar PKK Banjar se-Kota Denpasar pada 2002.

  • Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2013,  Bintang bersama suami memiliki kekayaan sebesar Rp5 miliar. Sementara saat melaporkan LHKPN 2014, harta mereka tercatat sebesar Rp4 miliar.

Ida Fauziyah

Jabatan sebagai Menteri Ketenagakerjaan jatuh ke tangan wanita bernama Ida Fauziyah. Ia seorang politikus yang juga pernah menjalani pekerjaan sebagai guru.

  • Politikus 20 Tahun

Ida adalah seorang politikus kawakan. Jabatan terakhir yang diemban sebelum jadi menteri adalah Wakil Ketua Umum DPP PKB Bidang Kesra dan Perekonomian. Ia juga pernah duduk di kursi DPR selama 20 tahun. 

Hingga tahun 2018, ia masih menjadi anggota DPR. Ia terpilih menjadi anggota DPR pertama kalinya pada tahun 1999. Selama di DPR, ia pernah bertugas salah satunya di Komisi VIII yang menangani bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, bencana dan haji.

Perempuan berjilbab ini juga ikut merumuskan Undang-undang Otonomi Daerah. Pada tahun 2001, Ida juga ikut mendirikan Forum Parlemen untuk Kependudukan dan Pembangunan. Alumni IAIN Sunan Ampel dan Universitas Satyagama ini juga  salah satu pendiri Kaukus Perempuan Parlemen.

Saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, Ida turut serta sebagai Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Selain itu, ia juga aktif di organisasi NU. Ia adalah Pengurus Pusat Fatayat NU sejak 2010.

Ida juga pernah mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Jawa Tengah bersama Sudirman Said. Namun, mereka berdua gagal terpilih dan pemenangnya adalah pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

(Baca juga: Gaji Menteri, Berapa Sih Kira-kira?)
  • Pernah Jadi Guru

Sebelum jadi politikus, perempuan kelahiran Mojokerto, 16 Juli 1969 ini adalah seorang guru. Sejumlah pengalamannya yaitu mengajar di MPAK Jombang pada tahun 1994, SMP YPN pada tahun 1996-1998, dan SMU Khadijah Surabaya pada tahun 1997-1999.

  • Harta Kekayaan

Berdasarkan LHKPN 2018, Ida memiliki harta Rp19,8 miliar. Harta tersebut terdiri dari aset tanah dan bangunan, transportasi dan surat berharga serta lainnya.

Sebanyak 5 bidang tanah dan bangunan miliknya bernilai Rp10 miliar. Ia juga punya mobil Velvirre Minibus tahun 2010 seharga Rp350 juta, Mitsubishi Pajero Sport Jeep tahun 2012 seharga Rp250 juta, motor Yahama MIO tahun 2010 seharga Rp2 jut,  dan motor Yahama 2PV tahun 2017 seharga Rp20 juta.

Harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp194 juta. Sementara untuk kas dan setara kas tercatat sebesar Rp8,59 miliar. Perempuan ini tercatat tak memiliki utang. 

Nah, itulah sekilas perjalanan dua srikandi baru di Kabinet Indonesia Maju. Bagaimana denganmu? Tertarik jadi menteri di masa depan nanti?

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.