Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Mengenal E-Sport, Olahraga Baru di Asian Games 2018!

by Gito on 30 Agustus, 2018

Ajang olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 tidak lama lagi akan berakhir. Perhelatan akbar yang diikuti oleh belasan ribu atlet itu sukses menyita perhatian jutaan pasang mata para penikmat olahraga. Namun ternyata Asian Games kali ini tidak hanya diperuntukkan bagi para atlet saja lho, Asian Games 2018 juga menyediakan tempat bagi para gamers untuk bertanding memperebutkan medali melalui E-Sport. Bravo!

Meskipun hanya digolongkan kedalam eksibisi, dimana kemenangan atlet E-Sport tidak dimasukkan kedalam perolehan kontingen. Tetapi masuknya video games dalam kompetisi olahraga paling bergengsi di Asia ini patut diapresiasi.

Pasalnya selama ini, permainan video games ataupun kompetisi games sejenis hanya mendapatkan pengakuan secara komunal saja. Juru Bicara Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) Danny Buldansyah pernah mengatakan masuknya E-Sport dalam Asian Games dilatarbelakangi oleh kebiasaan bermain video games yang sudah menjadi bagian dari olahraga modern yang melibatkan generasi millennial.

Untuk menjadi seorang gamer professional juga perlu treatment khusus seperti layaknya atlet dari cabang olahraga tertentu. Diperlukan adanya pelatih, kebugaran fisik dan juga sarana pendukung lainnya untuk dapat menaklukkan setiap rintangan yang ada dalam video games.

(Baca Juga : Jokowi Naik Motor dan Fakta-fakta Menarik Asian Games 2018)

Masuknya E-Sport dalam Asian Games juga tidak dapat dilepaskan dari kerjasama antara antara Dewan Olimpiade Asia atau Olympic Council of Asia, perusahaan Alisport entitas usaha Alibaba, E-Sport Observer dan The Asian eSport Federation atau AeSF. AeSF sendiri telah mengesahkan bahwa pada Asian Games 2018 akan ada enam games yang akan dikompetisikan.

Tetapi tidak sembarang games yang boleh dipertandingkan, salah satu syaratnya adalah games yang diikutsertakan tidak mengandung unsur kekerasan dan juga darah. Akhirnya ke empat organisasi itu sepakat untuk memasukkan 6 permainan yang melibatkan 4 games besar dan 2 games yang popular di wilayah penyelenggara.

Berikut ke-6 games yang dipertandingkan dalam Asian Games 2018, Cek Yuk!

Arena of Valor (AoV)

Video games besutan Tencent Games ini mengusung genre multiplayer online battel arena (MOBA) ini sempat menjadi permainan paling populer se Indonesia versi Google Play pada tahun 2017 lalu.
Pada bulan Juli 2017 saja tercatat sekaitar 80 juta pemain aktif bermain games ini setiap harinya dan sekitar 100 juta pemain aktif dilaporkan telah memainkan games yang didistribusikan oleh Garena ini.

(Baca juga : 10 Cabang Olahraga Baru di Asian Games 2018, Cek di Sini!)

Selain itu, keunggulan lain yang dimiliki games ini adalah fitur-fiturnya yang memukau, grafik yang ciamik, stabil, responsif, dan support ke hampir seluruh chipset menjadikan AoV masuk dalam salah satu E-Sport yang dipertandingkan secara internasional di Asian Games 2018.

Hearthstone

Hearthstone merupakan games bergenre collectible card game yang mengambil setting di dunia Warcraft. Video games besutan Blizzard Entertainment ini dimainkan secara multiplayer.
Meskipun bertemakan permainan kartu, namun setiap kartu yang dipakai dapat digunakan untuk memanggil monster guna bertarung dengan pemain lainnya. Jadi tetap saja, games ini berujung pada battle diantara pemainnya.

Games ini mulai dirilis pada tahun 2014 lalu lewat platform Microsoft windows, MacOS, iOS dan juga android.

Starcraft 2 : Wings of Liberty

Video game bergenre real time strategy ini masuk dalam salah satu games yang dipertandingkan dalam E-Sport di Asian Games 2018. Games yang merupakan sekuel game terdahulunya, Starcraft yang dirilis pada tahun 1998 lalu itu merupakan games bertemakan military science.

(Baca Juga : 5 Cara Kreatif Atur Uang untuk Membeli Gadget Baru)

Games ini diterbitkan dan dikembangkan oleh Blizzard Entertainment yang bisa dimainkan secara single player ataupun multi player.

Clash Royale

Games bergenre MOBA, trading card, Real-time strategy dan Tower defense ini baru dirilis pada tahun 2016 lalu. Namun tingginya animo masyarakat akan kehadiran permainan yang diproduksi oleh Supercell ini menjadikannya layak masuk dalam salah satu games yang dipertandingkan dalam ajang Asian Games 2018.

Games yang sudah memenangkan award AMD eSport Audience Award ini sudah diunduh sebanyak 100 juta kali di google play, platform yang terdapat dalam Android.

League of Legends

Video games besutan Riot Games ini juga masuk dalam salah satu E-Sport Asian Games 2018. Games bergenre MOBA ini sebenarnya sudah dirilis cukup lama, yakni pada Oktober 2009 lalu.
Ketika Anda bergabung dalam permainan ini, Anda akan merasakan nuansa game Warcraft III : The Frozen Throne. Ya, games ini memang terinspirasi dari games besutan Blizzard Entertainment, Warcraft III.

Dalam permainan ini, setiap pemain harus berusaha menghancurkan musuh untuk memenangkan pertandingan. Disini kecerdikan Anda diuji, bagaimana cara Anda menyusun strategi untuk bisa mendapatkan kemenangan.

PES 2018

Bagi Anda pecinta sepak bola tentu tidak asing dengan video games ini. Pro Evolution Soccer (PES) 2018 besutan Konami ini terus mengalami update setiap tahunnya.

Pertama kali di rilis pada tahun 2001 hingga sekarang PES terus disempurnakan agar dapat terus bersaing dengan FIFA.

Bagaimana gamers? Ternyata melalui games Anda juga dapat mengharumkan nama bangsa. Nah medali emas pertama dari cabang olahraga E-Sport ini berhasil digondol oleh Ridel Yesaya Sumarandak yang memenangkan games Clash Royale.

Tentang Penulis

Jurnalis, penyuka musik britpop, sangat suka dengan dendeng kering.