Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Mengenal Fitur Kecepatan Baru di Google Maps, Aplikasi Terpopuler Buat Mudik Lebaran

by Gentur Putro Jati on 12 Juni, 2019

Tersasar saat mudik lebaran tidak lagi jadi momok yang menakutkan bagi pemudik yang baru pertama kali mengendarai mobil atau sepeda motor pribadi. Aplikasi panduan jalan dengan bantuan peta satelit terbukti ampuh menggiring kendaraan kamu ke rumah orang tua atau si mbah di kampung yang jauh di mata.

mobil dinas pns

Salah satu aplikasi panduan jalan yang banyak digunakan para pemudik adalah Google Maps. Bagi kamu yang masih meragukan keakurasian peta online tersebut, bisa menanyakan keandalan Google Maps kepada driver ojek atau taksi online. Pasalnya, para pengemudi yang setiap hari bekerja mencari alamat baru yang belum pernah didatanginya selalu mengandalkan panduan dari aplikasi tersebut.

Notifikasi Kecepatan

Yang terbaru, Google sebagai pengembang aplikasi tersebut memperkenalkan fitur baru yang menampilkan kecepatan kendaraan saat melaju di jalan raya. Fitur yang dinamakan screen speedometer ini akan muncul saat pengguna menggunakan Google Maps untuk navigasi.

(Baca juga: 7 Tips Sewa Mobil Murah Buat Mudik)

Untuk bisa menggunakannya, kamu harus memilih tombol menu yang ada di aplikasi Google Maps. Dalam menu pengaturan navigasi, kamu bisa memilih tombol spidometer di kiri bawah layar untuk menampilkan kecepatan laju mobil atau sepeda motor yang kamu kendarai.

Kemunculan fitur ini bukan hanya membantu pengguna mencari jalur tercepat ke tujuan, tetapi juga mengetahu laju kecepatan kendaraan yang digunakan. Salah satu manfaat dengan mengaktifkan fitur ini adalah Google Maps bisa memberikan notifikasi untuk menurunkan kecepatan jika kamu melaju terlalu kencang.

Namun, pengguna Google Maps di Indonesia kabarnya belum bisa menikmati fitur tersebut. Sebab seperti dilaporkan Android Police, fitur baru Google Maps ini baru bisa digunakan di Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Republik Ceko, Finlandia, Jerman, India, Belanda, Polandia, Portugal, Swedia, Taiwan, Inggris, dan Amerika Serikat.

Fitur Informasi Bencana Alam

Selain menambahkan fitur deteksi kecepatan kendaraan, Google juga baru saja mengumumkan pembaruan Google Maps yang akan sangat berguna untuk wilayah atau negara rawan bencana seperti Indonesia.

Fitur tersebut dapat digunakan untuk menyebarkan informasi saat terjadi bencana alam. Pembaruan yang ditambahkan berupa informasi visual selama bencana alam. Google menggunakan peringatan sistem navigasi baru untuk memberi petunjuk bagi para pengguna, agar menghindari lokasi bencana.

Peringatan ini akan memberikan informasi ringkas tentang apa pun yang sedang terjadi, mulai dari berita yang relevan dengan kejadian, nomor dan situs darurat, serta informasi terbaru dari pemerintah setempat.

Setidaknya ada tiga kategori bencana yang bisa ditampilkan Google Maps, yaitu badai, gempa bumi, dan banjir. Berikut cara Google Maps menampilkan informasi mengenai tiga jenis bencana tersebut:

  1. Terjangan Badai

Sehari sebelum badai menerjang, akan muncul sebuah kartu peringatan otomatis di sekitar area, yang diprediksi akan terdampak.

Kartu tersebut dihubungkan dengan ramalan pusaran badai yang memprediksi ke mana arah lintasan dan waktu terjadinya badai.

  1. Gempa bumi

Sementara untuk bencana gempa, fitur ini akan menampilkan peta goncangan atau episentrum gempa dan juga magnitudo. Peta tersebut divisualisasi dengan garis merah untuk menunjukkan intensitas goncangan di area tertentu.

  1. Banjir

Untuk bencana banjir, Google Maps dapat menampilkan informasi di mana lokasi yang diprediksi terjadi banjir. Sampai tingkat keparahan di area yang terdampak.

Google tengah mengembangkan aplikasi tersebut dengan fitur yang lebih lengkap, termasuk menampilkan notifikasi apabila rute yang akan dilintasi pengguna terdampak bencana. Google Maps akan memberi instruksi untuk menjauhi area bencana agar terhindar dari kecelakaan.

(Baca juga: 6 Tips Menyetir Mobil Jarak Jauh Agar Mudik Aman)

Seluruh fitur baru dari Google Maps tersebut tentu saja bertujuan untuk memberi perlindungan lebih bagi penggunanya dari potensi kecelakaan lalu lintas akibat berkendara terlalu kencang, atau mengalami musibah akibat terkena bencana.

Untuk melindungi diri dan keluarga kamu dari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, tidak ada salahnya membeli asuransi perjalanan sebelum bepergian jauh yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum