Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Mengenal Flora dan Fauna di Kalimantan Timur yang Langka dan Terancam Punah

by Kyla Damasha on 10 Desember, 2019

Akhir-akhir ini, nama Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi begitu populer diperbincangkan. Tidak hanya karena memiliki aneka ragam flora dan fauna yang eksotis, namun juga karena provinsi itu sudah disahkan sebagai ibu kota Indonesia yang baru oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa bulan yang lalu.

Melihat fakta tersebut, tentu ada baiknya kita mempelajari hal-hal baru mengenai ibu kota Indonesia kelak, mulai dari destinasi wisata, budaya, hingga flora dan fauna di Kalimantan Timur. Bahkan, beberapa flora dan fauna yang akan kita bahas kali ini sudah termasuk langka dan terancam punah lho. Wah, bahaya sekali ya!

Apa saja sih flora dan fauna di Kalimantan Timur yang sudah langka dan terancam punah? Yuk kita pelajari bersama-sama.

Flora dan Fauna di Kalimantan Timur yang Langka dan Terancam Punah
Flora di Kalimantan Timur
1. Anggrek Hitam

Anggrek Hitam - Mengenal Flora dan Fauna di Kalimantan Timur yang Langka dan Terancam Punah

Anggrek hitam merupakan salah satu spesies anggrek yang tumbuh di Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Sumatera. Jenis tanaman satu ini adalah maskot flora di Kalimantan Timur yang saat ini terus-menerus mengalami penurunan jumlah yang cukup pesat. Kondisi yang membuatnya jadi salah satu tanaman yang terancam punah.

Dikarenakan menyusutnya luas hutan di Kalimantan, membuat Anggrek Hitam hanya dapat ditemui di beberapa wilayah saja, seperti di cagar alam Kersik Luway, meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit. Diperkirakan, jumlah anggrek hitam lebih banyak berada di tangan para kolektor anggrek.

Mengapa dinamakan anggrek hitam? Karena jenis flora di Kalimantan Timur satu ini memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Memiliki aroma yang harum, anggrek hitam biasanya akan mekar pada bulan Maret hingga Juni.

2. Pohon Ulin

Pohon Ulin - Mengenal Flora dan Fauna di Kalimantan Timur yang Langka dan Terancam Punah

Pohon Ulin merupakan salah satu pohon terbesar di dunia dan merupakan flora di Kalimantan Timur yang sudah terancam punah karena jumlahnya yang terus menurun dari waktu ke waktu.

Kayu Ulin sangat sering digunakan untuk membuat berbagai perabotan karena sifatnya yang awet dan tahan terhadap rayap. Hanya saja, karena jumlahnya yang mulai langka maka penebangan pohon Ulin sudah mulai dibatasi.

Bahkan saat ini pohon Ulin juga memasuki daftar flora di Kalimantan Timur yang dibudidayakan melalui konservasi. Menjadi ikon Taman Nasional Kutai (TNK) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, flora di Kalimantan Timur satu ini memiliki diameter 2,47 meter dan diperkirakan telah berusia lebih dari seribu tahun.

3. Tengkawang Tungkul

Tengkawang Tungkul - Mengenal Flora dan Fauna di Kalimantan Timur yang Langka dan Terancam Punah

Selain Ulin, ternyata jenis kayu lainnya yang cukup popular di pasar mebel Indonesia adalah meranti merah. Nah, kayu meranti merah ini bisa diperoleh dari pohon tengkawang tungkul.

Flora di Kalimantan Timur ini mengalami jumlah penurunan yang cukup signifikan karena sering dimanfaatkan untuk membuat perabotan atau konstruksi bangunan. Tidak hanya itu saja, pohon ini juga mengandung banyak minyak nabati.

(Baca juga: Bakal Jadi Ibu Kota Baru, Ini Keistimewaan Pulau Kalimantan)

Karena jumlahnya yang semakin menurun, penebangan untuk pohon satu ini pun semakin dibatasi. Meskipun sudah tidak dapat ditebang, buah dari pohon tengkawang tungkul masih dapat dimanfaatkan karena mengandung minyak nabati tersebut.

Fauna di Kalimantan Timur
1. Orang Utan

Orang Utan - Mengenal Flora dan Fauna di Kalimantan Timur yang Langka dan Terancam Punah

Sudah tidak asing lagi bahwa Orang Utan merupakan salah satu jenis fauna di Kalimantan Timur yang dilindungi karena jumlahnya yang semakin turun dari tahun ke tahun. Banyak faktor yang menyebabkan Orang Utan menjadi jenis hewan langka bahkan terancam punah, yaitu diantaranya seperti kebakaran hutan, pemburuan liar, hingga penambangan batu bara. Tak jarang banyak petani sawit yang juga memburunya karena dianggap sebagai hama sawit.

Orang Utan merupakan kera besar dengan tangan yang panjang dan bulu berwarna coklat. Jenis hewan satu ini bisa kamu temui di hutan hujan Kalimantan dan Sumatera. Mereka juga memiliki tubuh yang gemuk dan besar serta tidak memiliki ekor seperti monyet.

2. Penyu Hijau

Orang Utan - Mengenal Flora dan Fauna di Kalimantan Timur yang Langka dan Terancam Punah

Penyu hijau merupakan salah satu jenis fauna di Kalimantan Timur yang juga langka dan sudah terancam punah akibat perburuan liar, penjualan telur, hingga kerusakan habitat kembang biaknya. Karena sudah sangat jarang ditemukan, maka jenis hewan satu ini sangat dilindungi oleh setiap negara dan ditetapkan sebagai hewan dilindungi oleh IUCN dan CITIES.

Namun meski begitu, masih saja ada masyarakat yang memburu penyu dan mengambil telurnya untuk dikonsumsi. Penyu hijau ini memiliki leher yang pendek serta sirip yang menyerupai lengan agar bisa membantu saat berenang. Paruhnya pendek dan tidak melengkung dengan berat mencapai 315 kg.

3. Gajah Kalimantan

Gajah Kalimantan - Mengenal Flora dan Fauna di Kalimantan Timur yang Langka dan Terancam Punah

Kalimantan memiliki gajah yang sedikit berbeda dengan gajah-gajah pada umumnya. Salah satu satu fauna di Kalimantan Timur ini memiliki ukuran yang cenderung lebih kecil. Tinggi gajah jantan dewasa sekitar 1,7 – 2,6 m sedangkan untuk betina sekitar 1,5 – 2,2 m.

Sebagian besar gajah jantan dewasa memiliki gading sepanjang 0,5 – 1,7 m namun untuk betina ada yang tidak memiliki gading namun ada pula yang memilikinya meskipun tidak menonjol keluar bibir.

Di Kalimantan, gajah ini hanya bisa ditemui di Sungai Sugut di Timur Laut Sabah dan Sungai Sembakung yang terletak di Kalimantan Timur. Jenis fauna di Kalimantan Timur satu ini termasuk menjadi salah satu hewan yang terancam punah karena hilangnya sumber makanan, hilangnya habitat, dan perusakan rute migrasi. Dilaporkan pada tahun 2007 silam, populasi gajah Kalimantan hanya tersisa sekitar 1.000 ekor saja.

Cara Melestarikan Flora dan Fauna yang Terancam Punah

Indonesia dikenal kaya akan flora dan faunanya yang beraneka ragam. Namun, dikarenakan tindakan dari beberapa oknum tidak bertanggung jawab, ada beberapa flora dan fauna yang terancam punah karena berkurangnya populasi dari waktu ke waktu.

Tidak hanya flora dan fauna di Kalimantan Timur saja, tetapi juga flora dan fauna di provinsi-provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Sebenarnya, kita masih memiliki harapan lho untuk melestarikan kembali flora dan fauna yang sudah terancam punah. Selama populasi mereka masih ada, berbagai cara pasti bisa kita lakukan.

Lalu, bagaimana sih cara melestarikan flora dan fauna di Kalimantan Timur serta di wilayah lainnya di Indonesia?

  • Membangun Tempat Perlindungan

Langkah pertama untuk melakukan pelestarian yaitu dengan membangun tempat perlindungan. Ada beberapa jenis flora dan fauna di Kalimantan Timur dan di wilayah lainnya yang begitu rentan punah, maka dari itu tempat perlindungan perlu dibangun untuk melindungi flora dan fauna tersebut dari tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Seperti salah satu contohnya yaitu suaka margasatwa di Ujung Kulon yang merupakan tempat khusus untuk melindungi kawanan badak bercula satu yang saat ini sudah sangat sedikit jumlahnya.

  • Melakukan Usaha Pelestarian Hutan

Cara selanjutnya yaitu dengan melakukan usaha pelestarian hutan. Tidak hanya dapat merusak habitat flora dan fauna, namun pembakaran dan penebangan hutan juga cukup merugikan lingkungan dan kehidupan manusia, seperti kabut asap yang tidak bisa terbendung lagi.

Maka dari itu, sangat diperlukan penindakan tegas bagi para pencuri kayu pelaku illegal logging guna memperbaiki kondisi hutan yang sudah semakin krisis.

Dengan melakukan reboisasi dan tebang pilih, diharapkan dapat memperbaiki kondisi hutan serta menjaga kehidupan makhluk yang ada di dalamnya, termasuk menghindari terjadinya erosi tanah yang menjadi salah satu penyebab flora dan fauna di Kalimantan Timur dan di wilayah lainnya menjadi punah.

  • Melakukan Budi Daya

Apabila memungkinkan, budidaya bisa menjadi salah satu cara atau upaya untuk melestarikan flora dan fauna yang dilindungi. Sebagai contoh seperti budi daya penyu yang untuk saat ini populasinya semakin menurun dari waktu ke waktu.

(Baca juga: Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur, Ini Fakta-faktanya!)

Dengan melakukan budi daya, penyu dapat dikembang biakan secara baik dan apabila mereka sudah dapat mandiri, bisa dilepaskan ke habitat aslinya.

Cara satu ini sudah dilakukan oleh pemerintah dan beberapa pihak swasta. Apabila kamu tertarik untuk melakukan budi daya, tidak menutup kemungkinan kamu juga bisa turut berkontribusi dalam melakukan upaya pelestarian flora dan fauna yang terancam punah.

  • Melakukan Penyuluhan dan Pendidikan

Pemberian informasi dan pengetahuan biasanya memang terbilang cukup efektif apabila dilakukan sejak usia dini. Maka dari itu, kamu bisa mulai melakukan penyuluhan dan pendidikan mengenai pentingnya menjaga habitat flora dan fauna untuk anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Sehingga dengan memberikan anak-anak pemahaman, diharapkan hal tersebut dapat meningkatkan kesadaran mereka agar tidak merusak lingkungan yang dapat merubah struktur lapisan atmosfer apabila melakukan kegiatan merusak lingkungan tersebut.

Menarik bukan cerita mengenai kekayaan flora dan fauna di Kalimantan Timur tersebut? Buat kamu yang penasaran seperti apa sih alam di Provinsi tersebut, buruan pesan tiket liburan ke sana. Jangan lupa lindungi diri dengan asuransi perjalanan yang bisa kamu pilih dan ajukan lewat CekAja.com.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Kyla Damasha

Usia Hanyalah Angka, Wajah Tetap Harus Awet Muda