Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Mengenal Hujan Asam dari Proses, Penyebab, Dampak, dan Pencegahannya

by Estrin Vanadianti Lestari on 19 Desember, 2019

Tahukah kamu, bahwa air yang turun dari langit ke bumi atau yang biasa disebut dengan hujan merupakan sebuah fenomena alam yang sering terjadi di bumi. Sebagai salah satu fenomena alam yang menakjubkan di dunia, hujan juga memiliki berbagai macam jenis, termasuk hujan asam yang mungkin masih asing didengar.

Jenis-jenis hujan ternyata juga dibedakan menjadi dua, yakni berdasarkan proses terjadinya dan berdasarkan bentuknya. Dan berikutnya adalah jenis-jenis hujan yang ada di bumi.

Jenis hujan yang dilihat dari proses terjadinya:
  • Hujan Orografis
  • Hujan Frontal
  • Hujan Muson
  • Hujan Zenithal
  • Hujan Buatan
  • Hujan Siklonal
Jenis hujan yang dilihat dari bentuknya:
  • Hujan Es
  • Hujan Salju
  • Hujan Asam
  • Hujan Rintik-rintik

Itulah beberapa informasi tambahan terkait hujan, yang ternyata memiliki banyak jenis. Namun, pembahasan yang akan dibahas pada kesempatan kali ini adalah mengenai hujan asam.

Dimana hujan asam merupakan salah satu jenis hujan, yang memiliki karakteristik berbeda dengan jenis hujan lainnya. Wah, seperti apa ya bentuknya?

Proses terjadinya, hingga dampak yang mungkin ditimbulkan oleh hujan yang satu ini? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

(Baca juga: Musim Hujan, Gini Caranya Merawat Motor Biar Tetap Prima)
Apa Itu Hujan Asam?

Apa Itu Hujan Asam - Mengenal Hujan Asam dari Proses Penyebab Dampak dan Pencegahannya

Hujan asam merupakan segala bentuk hujan, mulai dari hujan deposisi basah (butiran air atau rintik-rintik, kabut, hujan es, salju) dan hujan deposisi kering (debu, gas, dan partikel padat lainnya) yang dimana hujan tersebut memiliki tingkat keasaman atau pH di bawah normal.

Kesimpulan dari hujan asam adalah zat atau material asam yang turun ke bumi, entah dalam bentuk deposisi basah atau kering.

Hujan asam yang turun ke bumi, biasanya diakibatkan dari pencemaran udara yang sangat buruk, sehingga fenomena ini bisa menyebabkan turunnya asam dari atmosfer ke bumi.

Berapa Tingkat Keasaman Hujan Asam?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, hujan asam merupakan hujan yang turun dengan tingkat keasaman di bawah normal.

Tingkat keasaman suatu zat sendiri bisa diukur menggunakan skala pH, dimana skala tersebut memiliki tingkatan dari 0 (skala paling asam) hingga 14 (skala paling basa).

Sementara sesuatu yang netral ada di angka pH 7, atau zat tersebut tidak asam atau basa.

Normalnya, hujan yang secara umum turun ke bumi, memiliki pH sekitar 5-6, termasuk hujan yang sering turun di wilayah Indonesia. Nah, hujan asam sendiri memiliki pH di bawah angka 5, yang artinya hujan tersebut memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Terlebih, semakin asam sifat suatu zat, maka dampaknya akan semakin merusak.

Penyebab Hujan Asam

Setidaknya ada beberapa faktor penyebab terjadinya hujan asam di bumi ini, mulai dari faktor alam hingga ulah manusia. Untuk lebih jelasnya lagi, mari simak rangkuman terkait penyebab hujan asam berikut ini:

  • Sulfur dan Nitrogen

Salah satu penyebab turunnya hujan asam ke bumi adalah karena sulfur dan nitrogen, yang biasanya dihasilkan dari industri, pembangkit listrik dari kendaraan bermotor, hingga amonia yang dihasilkan dari aktivitas pertanian.

Intinya, dua senyawa tersebut merupakan senyawa yang dihasilkan dari pembakaran.

Tidak hanya hasil pembakaran dari industri yang dikelola manusia, sulfur dioksida juga merupakan senyawa yang bisa berasal dari faktor alam, seperti kebakaran hutan dan letusan gunung berapi.

Sedangkan nitrogen oksida juga merupakan senyawa yang dihasilkan dari pembakaran suhu tinggi, oleh industri-industri pupuk kimia dan obat.

  • Pencemaran Udara

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa buruknya kualitas udara atau pencemaran udara, juga termasuk dalam salah satu penyebab turunnya hujan asam.

Pencemaran udara yang disebabkan oleh gas karbon monoksida, karbondioksida, hidrogen sulfida, dan sulfur dioksida, menjadi penyebab utama terciptanya hujan asam.

Senyawa-senyawa tersebut seperti hidrogen sulfida dan sulfur dioksida, merupakan senyawa yang dihasilkan dari pemanasan dan pembakaran belerang.

Nah, jika kedua senyawa tersebut bertemu dengan air, maka akan membentuk asam sulfat yang memiliki tingkatan asam kuat, sehingga terjadilah hujan asam.

Dampak dari Hujan Asam

Sebenarnya, hujan asam tidak selalu memberikan dampak yang negatif, akan tetapi hujan ini juga memiliki lebih banyak kerugiannya daripada keuntungannya, terutama bagi lingkungan.

Sehingga hujan asam bisa mengganggu kehidupan yang ada di bumi. Dan berikut adalah deretan dampak dari hujan asam.

  • Ekosistem yang ada di air jadi terganggu

Sumber air paling besar di dunia ini adalah laut, begitu pula dengan air hujan. Dan seperti yang kita tahu, bahwa ekosistem yang ada di laut sangatlah besar.

Sehingga jika zat asam yang berasal dari hujan asam, masuk ke dalam air laut, maka hal tersebut akan menyebabkan terganggunya ekosistem di laut.

Jumlah populasi ikan hingga biota-biota lainnya pun, juga akan terkena dampaknya. Tidak hanya di laut, sumber air seperti danau dan sungai pun juga akan terdampak.

  • Penyebab besi menjadi mudah korosi atau berkarat

Dampak selanjutnya dari hujan asam adalah bisa membuat besi jadi mudah berkorosi atau berkarat.

Pasalnya, jika besi sudah berkarat maka ketahanan atau kekuatan besi bisa semakin berkurang, bahkan bisa mudah patah.

  • Mengganggu kesuburan tanah

Tidak hanya mencemari dan mengganggu ekosistem di air, hujan asam juga akan menyerap ke dalam tanah dan bisa menyebabkan tanah menjadi kurang subur.

Sehingga akar tanaman menjadi sulit berkembang, bahkan akan menjadikan tanaman yang sudah tumbuh, lebih mudah tumbang, tanah menjadi tandus, hingga mematikan organisme kecil yang ada di dalam tanah.

Pencegahan Hujan Asam

Meski hujan merupakan sebuah fenomena alam, namun kita sebagai penduduk bumi ternyata bisa untuk mencegah terjadinya hujan asam turun ke bumi.

Tidak sedikit, namun ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya hujan asam.

Sebut saja negara Amerika Serikat yang merupakan negara maju, karena mereka sudah mulai menggunakan Flue Gas Desulfurization atau FGD, yang digunakan dalam pembangkit listrik tenaga batu bara.

Dimana cara tersebut bertujuan untuk menghilangkan gas yang mengandung belerang dari cerobong asap.

Untuk menjadi seperti Amerika, mungkin sedikit sulit untuk bisa dilakukan saat ini, di Indonesia.

Namun, ada cara sederhana yang bisa kamu lakukan, yakni dari hal kecil terlebih dahulu. Kamu bisa melakukan tindakan go green, atau melakukan daur ulang sampah plastik.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa menggunakan barang-barang ramah lingkungan, menggunakan energi secukupnya, hemat bahan bakar, dan lain-lain.

Jika kamu mencintai bumi, tentunya hal sederhana itu akan sangat mudah untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari bukan?

Selain itu, aksi go green ini ternyata juga bisa dijadikan sebagai peluang usaha bagi pebisnis.

Sehingga, kamu bisa berbisnis sekaligus mengajak orang lain mencintai lingkungan dan bumi. Salah satu hal yang bisa kamu jadikan bisnis adalah menjual barang-barang ramah lingkungan. 

Selain mudah didapat, barang-barang ramah lingkungan juga memiliki harga yang murah, sehingga kamu tidak memerlukan banyak modal.

Namun, untuk urusan modal usaha, saat ini ada cara mudah mendapatkannya, yakni dengan mengajukan KTA di situs Cekaja.com, yang sudah pasti sangat mudah, cepat, dan aman.

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk