Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mengenal Hydro Power, Sumber Energi yang Diidamkan Jokowi

by Miftahul Khoer on 23 Desember, 2019

Kamis, 19 Desember Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke provinsi Kalimantan Utara. Kunjungan kerja kali ini selain meninjau calon lokasi ibu kota baru, juga dalam rangka untuk meninjau potensi hydro power di sungai Kayan. 

Rencananya, akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berpotensi menghasilkan listrik berkapasitas 9 ribu megawatt. Dengan dibangunnya PLTA Kayan tersebut, Jokowi optimis dapat menekan harga listrik sampai US$2 sen atau setara dengan Rp140 per kWh.

Lalu apa sih sebenarnya hydro power itu? Secara sederhana, hydro power atau tenaga air adalah energi yang dihasilkan dari air yang mengalir. Pembangkit energi yang memanfaatkan air biasanya dilakukan dengan cara membendung aliran air, seperti di sungai Kayan yang rencananya akan dibangun lima bendungan secara bertahap.

Pada bagian bawah bendungan tersebut terdapat lubang-lubang atau terowongan saluran air. Pada lubang-lubang tersebut dipasang turbin yang akan mengubah energi kinetik menjadi energi mekanik yang dapat menggerakkan generator pembangkit listrik.

Manfaat Hydro Power

Hydro power bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik yang bisa digunakan baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri. Bagi negara yang memiliki sumber daya berupa aliran sungai seperti Indonesia, hydro power memberikan berbagai keuntungan lebih, yaitu:

1. Lebih hemat

Karena gratis, maka hydro power dapat menekan harga produksi sehingga biaya listrik pun bisa menjadi lebih murah.

2. Lebih bersih

Hydro power bisa menjadi pilihan sumber energi alternatif karena tidak seperti fosil, hydro power tidak menghasilkan polusi berupa karbon dioksida sebagai efek samping dari energi yang dihasilkan. Seperti kita ketahui, karbon dioksida dapat menyebabkan efek rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global. Oleh karena itu, hydro power dianggap lebih bersih dan ramah lingkungan.

3. Terbarukan

Penggunaan tenaga air sebagai pembangkit listrik tidak menghabiskan air, melainkan hanya memanfaatkan gerakan atau aliran air.

(Baca juga: Mengenal Hujan Asam dari Proses, Penyebab, Dampak, dan Pencegahannya)

Hal ini berbeda dengan tenaga listrik bersumber fosil seperti minyak, gas, dan batubara yang menghabiskan bahan-bahan tersebut sehingga lama-lama cadangan di bumi terus berkurang dan bisa habis.

Kekurangan Hydro Power

Hydro power tetap memiliki kekurangan tersendiri yaitu:

1. Merusak ekosistem air

Meski hydro power dianggap lebih bersih dan bebas polusi, tapi pemanfaatan hydro power bukannya tidak berdampak sama sekali terhadap lingkungan. Kekurangan ini terutama berkaitan dengan kondisi ekosistem air yang bisa rusak dan bisa mengganggu kehidupan ikan dan makhluk lain di dalamnya.

2. Bergantung pada debit air

Besarnya aliran air berkorelasi langsung dengan besarnya energi yang dihasilkan. Semakin kecil debit air, semakin kecil air yang bisa ditampung di bendungan sehingga energi yang dihasilkan juga semakin kecil.  

3. Gangguan fluktuasi alami debit sungai

Dalam memanfaatkan hydro power sebagai pembangkit listrik, biasanya air dari aliran sungai akan ditampung terlebih dahulu kemudian dilepaskan untuk menggerakkan turbin.

Pola operasi tersebut umumya disebut “peaker” atau penyuplai pada saat beban kebutuhan listrik mencapai puncak. Dampak gerakan air buatan ini akan berpengaruh pada pergerakan alami sungai yang bisa menyebabkan berbagai perubahan pada kondisi sungai seperti pendangkalan.

4. Risiko kegagalan

Karena hydro power memanfaatkan bendungan untuk menampung air, hal ini mengandung risiko kegagalan tersendiri. Misalnya akibat dari konstruksi yang buruk atau akibat bencana alam seperti gempa bumi, bendungan bisa mengalami kerusakan. Apabila hal ini sampai terjadi, air yang tertampung akan tumpah membanjiri pemukiman di sekitarnya.

Dampak hydro power bagi perekonomian

Kebutuhan akan listrik semakin bertambah. Sampai saat ini, masih ada sebagian wilayah di Indonesia yang belum mendapatkan aliran listrik. Dengan dibangunnya PLTA yang memanfaatkan hydro power, maka kebutuhan listrik akan dapat tercukupi dengan harga terjangkau.

(Baca juga: Sungai Terkotor di Dunia, Indonesia Masuk Tidak ya?)

Hal ini tentu saja berdampak langsung bagi ekonomi baik mikro maupun makro. Dengan tersedianya enegi listrik, maka industri bisa berjalan. Hal ini dapat memperluas lapangan kerja. Selain itu, pemanfaatan listrik rumah tangga juga bisa menghidupkan industri rumahan yang memegang peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian.

Energi alternatif

Secara umum, hydro power merupakan salah satu pilihan energi alternatif yang bisa dipilih karena  berbagai keunggulannya. Hanya saja, perlu dilakukan kajian mendalam untuk menghindari dampak negatif yang mungkin dihasilkan, seperti kerusakan lingkungan.

Sebelum membangun PLTA juga sebaiknya mempertimbangkan faktor lokasi. Sebaiknya dipilih lokasi yang secara geologis tidak rawan bencana. Hal-hal lain juga harus diperhatikan seperti kekuatan konstruksi dan pengecekan berkala.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.