Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Mengenal Jazz, Musik yang Bikin Joey Alexander Mendunia

by Tisyrin N. T on 22 Februari, 2019

Tak terasa, Festival Java Jazz sudah memasuki tahun ke-15 sejak pertama kali digelar pada 2005 lalu oleh Java Festival Production. Setiap tahunnya, festival ini selalu menampilkan musisi jazz papan atas yang menyedot banyak penonton.

Nah, sebelum nonton Java Jazz tahun ini yang digelar pada 1-3 Maret mendatang, tak ada salahnya mengintip sejarah musik jazz di Indonesia hingga akhirnya mampu membawa pianis cilik yang kini beranjak remaja, Joey Alexander ke panggung dunia.

Musik jazz awalnya diperkenalkan oleh komunitas musisi Afro-American di New Orleans, Amerika Serikat (AS) pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Sehingga banyak yang menyebutnya sebagai musik klasik asli buatan AS yang sampai sekarang masih menjadi kiblat perkembangan jazz dunia.

Aliran musik yang satu ini biasanya memadukan suara dari gitar, piano, trombon, terompet, serta saksofon yang banyak mengandalkan improvisasi sang musisi.

Karena tidak ada pola bermain alat musik yang baku, awalnya jazz dicap sebagai musik yang sulit dimengerti oleh mereka yang tidak pandai memainkan alat musik. Namun, jazz terbukti mampu berbaur dengan aliran musik lain sehingga tidak asing di telinga pecinta musik.

(Baca juga: Bos Go-Jek Hingga Rich Brian Masuk Daftar Tokoh Inspiratif Asia)

Dengan begitu, jazz lebih mudah dinikmati oleh berbagai kalangan. Nah, sejak kapan jazz masuk Indonesia? Siapa saja musisi yang berperan membuat jazz semakin dicintai di negeri ini?

Masuk Indonesia

Para musisi Filipina rupanya berperan mengenalkan jazz ke Indonesia pada medio 1930-an. Mereka memainkan musik jazz dengan ritme latin, seperti boleros, rhumba, dan samba.

Kemudian pada 1948, puluhan musisi Belanda datang ke Indonesia untuk membentuk orkestra simfoni. Musik jazz pun semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Setelah itu, grup musik beraliran jazz bermunculan seperti The Progressive Trio, Iskandar’s Sextet, dan The Old Timers and Octet.

Pada 1955, Bill Saragih membentuk grup Jazz Riders. Anggotanya adalah Bill Saragih, Herman Tobing, Didi Chia, Paul Hutabarat, dan Yuse. Mereka memainkan beberapa alat musik seperti piano, vibes, flute, piano, bass, dan drum.

Jack Lesmana juga mendirikan grup musik jazz di Surabaya. Grup bernama Jack Lemmers ini memiliki anggota Bubi Chen (piano), Berges (piano), Didi Pattirane (gitar), Teddy Chen dan Jopy Chen (bass), Maryono (saksofon), Oei Boen Leng (gitar), Mario Diaz (drum), den Benny Hainem (klarinet).

Selain itu, di Bandung muncul musisi seperti Benny Pablo, Eddy Karamoy, Joop Talahahu, dan Leo Masenggani. Jazz pun terus menebarkan pesonanya.

Musik jazz semakin pesat perkembangannya ketika memasuki tahun 1980-an. Kala itu, muncul musisi dan penyanyi jazz Ireng Maulana, Benny Likumahuwa, Elfa Secioria, dan Luluk Purwanto.

Perkawinan Genre Musik

Perkawinan jazz dan genre musik lainnya mulai muncul pada 1990-an. Fariz RM bisa dibilang salah satu musisi yang Indonesia yang berani mengawinkannya dengan syahdu. Kala itu, Fariz menciptakan perpaduan pop jazz dan latin. Di era itu juga muncul nama-nama musisi jazz lain seperti Indra Lesmana yang bersama rekan-rekannya seperti Donny Duhendra, Pra B. Dharma, Dwiki Darmawan, dan Gilang Ramadan membentuk grup bernama Krakatau.

Kemudian nama-nama seperti Tompi, Maliq & D’Essentials, Andien, Dewa Budjana, dan Syaharani muncul pada era 2000-an.  Jazz pun kian mempesona memikat para penikmat musik di Indonesia.

Merah Putih yang Mendunia

Bukan cuma di panggung negeri sendiri, beberapa musisi jazz Indonesia juga sudah mencicipi panggung bergengsi di dunia atau bahkan berkolaborasi dengan musisi jazz internasional. Mereka antara lain Barry Likumahuwa, Dira Sugandi, Fariz RM, Indra Lesmana, Tesla Manaf, dan Joey Alexander.

  • Barry Likumahuwa

Pria yang lahir pada 14 Juni 1983 ini dikenal dengan aliran funk jazz. Bakat bermain musiknya turun dari sang ayah. Barry adalah anak dari musisi jazz senior Benny Likumahuwa.

Tak hanya pernah mencicipi panggung jazz bergengsi di dunia, pria ini juga pernah berkolaborasi dengan pemain saksofon asal New York yaitu Ezra Brown pada 2015.

  • Dira Sugandi

Beberapa nama musisi jazz internasional seperti David Foster, Andrea Bocelli, dan Jason Mraz pernah tampil berkolaborasi dengan Dira. Salah satu lagu Dira berjudul No More Tears begitu disukai di Jepang dan Inggris. Lagu-lagu Dira menyatukan jazz dengan aliran musik lainnya.

  • Fariz RM

Fariz pernah membuat lebih dari 10 album internasional yang dirilis di Eropa dan Asia Pasifik. Pria ini memang terlahir di tengah keluarga yang sangat akrab dengan dunia musik. Ayahnya penyanyi dan ibunya adalah guru les piano.

(Baca juga: Gelar Konser April Nanti, Begini Lika-Liku Perjalanan Karir John Mayer)

  • Indra Lesmana

Bakat pria ini dilirik oleh industri Jazz Amerika pada 1980-an. Dia sempat membuat rekaman bersama musisi jazz kenamaan Amerika seperti Airto Moreira, Charlie Haden, dan Bobby Shew. Tak heran, karena Indra memang telah mengenal jazz sejak kecil. Indra yang lahir pada 28 Maret 1966 ini adalah anak dari musisi jazz senior Jack Lesmana.

  • Tesla Manaf

Tesla adalah musisi asal Bandung yang juga telah mendunia. Pada 2014, dia menelurkan album A Man’s Relationship with His Fragile Area. Album itu dirilis perusahaan rekaman dari New York yaitu MoonJune Records.

  • Joey Alexander

Joey mampu menorehkan prestasi membanggakan di usianya yang masih sangat muda. Pianis jazz yang beranjak remaja ini merupakan musisi Indonesia pertama yang mampu mencatatkan namanya ke dalam chart Billboard 200. Namanya juga pernah masuk menjadi nominasi ajang penghargaan bergengsi Grammy.

Itulah sedikit ulasan mengenai perkembangan musik jazz di Indonesia yang kamu wajib tahu sebelum seru-seruan nonton Java Jazz. Terkait festival tahun ini, sederet musisi yang akan tampil dalam salah satu perhelatan musik jazz terbesar di Indonesia ini sudah diumumkan dalam laman Java Jazz Festival (JJF).

Dengan menggandeng Bank BNI, Java Jazz tahun ini diramaikan oleh sederet musisi lintas genre musik. Sebut saja Afgan, Tohpati feat Sheila Majid, Andien, Idang Rasjidi, John Beasley’s MONK’estra, The Soul Rebels, Zsolt Botos, Toni Monaco Trio dan masih banyak lagi.

Sementara yang didapuk sebagai penampil spesial tahun ini adalah TOTO, H.E.R, dan Raveena.

Nah, jika Anda ingin menonton ajang musik seperti Java Jazz, jangan lupa siapkan kartu kredit untuk menikmati berbagai promo menarik untuk membeli tiket maupun saat berada di dalam venue musik tahunan tersebut.

Kalau hari gini belum juga punya kartu kredit? Cek pilihan kartu kredit terbaik di CekAja.com!

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami