Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mengenal Keindahan 4 Geopark Kebanggaan Indonesia

by Miftahul Khoer on 12 September, 2019

Indonesia sudah sangat terkenal dengan keindangan alamnya. Ditambah lagi sejumlah daerah wisata di Indonesia secara geologis sudah diakui dunia dan masuk ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGG).

Kawasan geopark ini tidak hanya memanjakan mata namun juga bisa menambah ilmu pengetahuan. Apalagi dengan diakuinya Geopark Indonesia di mata dunia akan memberikan promosi gratis dan juga kerja sama dengan Global Geoparks Network (GGN) lain dari berbagai dunia.

Mau tahu mana saja geoprak terindah di Indonesia? Berikut daftarnya:

1. Geopark Kaldera Toba

Geopark Kaldera Toba merupakan salah satu ikon pariwisata di Sumatera Utara yang memadukan keragaman geologi, hayati, dan budaya. Pulau vulkanik yang berada di tengah Danau Toba ini terbentuk dari letusan gunung api Toba Purba di Sumatera Utara sekitar 74.000 tahun silam.

Letusan tersebut menyisakan lekukan cukup dalam di dasar kaldera yang kemudian terisi air dengan kedalaman hingga mencapai sekitar 550 meter dan luas 1.130 kilometer persegi sampai akhirnya terisi air dan menjadi Danau Toba.

Peristiwa geologi itu juga menciptakan bentukan lain, yakni Pulau Samosir. Ini terjadi akibat pengangkatan sebagian besar danau ke permukaan. Kini, Danau Toba dan Pulau Samosir yang kemudian dikenal dengan Kaldera Danau Toba merupakan salah satu destinasi unggulan milik Provinsi Sumatera Utara.

Bahkan, sejak 2015, dua destinasi ini dijadikan ikon wisata unggulan oleh Pemerintah Pusat yang diprioritaskan untuk menggaet wisatawan asing.

2. Geopark Ciletuh

Sama dengan Kaldera Toba, Geopark Ciletuh pun terbilang baru. Peresmiannya dilakukan pada awal 2018 dan dikembangkang dengan wisata terpadu, mulai dari dari pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan desa binaan, dan pengembangan geowisata.

Pemerintah Daerah Jawa Barat menyiapkan anggaran sekitar Rp200-an miliar untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan untuk akses menuju Geopark Nasional Ciletuh pada tahun 2017.

Ada banyak objek wisata menarik yang bisa kamu nikmati di sini. Misalnya Pantai Palangpang, bukit Panenjoan, Taman Purba, dan banyak curug (air terjun), seperti Curug Luhur, Curug Cikanteh, Curug Puncakmanik, Curug Tengah, Curug Awang, Curug Puncakjeruk, Curug Cikaret, Curug Sodong, dan Curug Cimarinjung.

(Baca juga: Tips Liburan di Geopark Kaldera Toba yang Diendorse Jokowi ke UNESCO)

Untuk mereka yang tinggal di Jakarta, Geopark Ciletuh bahkan bisa dikunjungi dengan sangat mudah di akhir pekan. Pasalnya Ciletuh hanya berjarak 7 hingga 8 jam saja dari Jakarta. Pasca sertifikasi oleh UNESCO, luas total kawasan mencapai 1.261 km persegi dengan mencakup delapan kecamatan.

Dalam bahasa Sunda, Ciletuh bermakna air yang berlumpur dan keruh. Seperti air terjun kebanyakan, aliran curug-curugnya tampak putih, tapi rata-rata air yang terbentuk di bawah curug berwarna coklat karena membawa banyak lumpur.

3. Geopak Batur

Geopark Batur ditetapkan sebagai geopark nasional pada 2010, dan menjadi yang pertama mendapat pengakuan UNESCO, yaitu pada 2012. Geopark Batur memamerkan keindahan fenomena letusan besar gunung berapi yang membentuk kaldera ganda dan danau ratusan ribu tahun yang lalu.

Sebanyak 21 situs warisan alam tersebar di dalam kawasan yang mencakup sebagian besar wilayah Kecamatan Kintamani, Kabupaten Batur, Bali. Jangan lupakan soal sejarah, terdapat pula peninggalan bersejarah dari letusan gunung tersebut di Museum Geopark Batur.

4. Rinjani UNESCO Global Geopark

Geopark ini dinobatkan menjadi geopark nasional sejak 2013, dan diakui sebagai UGG pada 2018, setelah penilaian yang berlangsung sejak 2016. Geopark ini mengkombinasikan keanekaragaman hayati, fenomena kegunungapian, dan keragaman budaya masyarakat adat yang hidup di dalamnya.

(Baca juga: Lima Fakta Rinjani yang Nyaris jadi Gunung Syariah Pertama di Dunia)

Luas kawasan ini mencakup separuh Pulau Lombok bagian utara, yaitu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Timur. Keragaman flora dan fauna yang sebagian besar bersifat endemik bisa dilihat di Taman Nasional Gunung Rinjani.

Letusan besar Gunung Rinjani yang menghasilkan kaldera, danau, dan kerucut aktif Gunung Barujari ratusan ribu tahun lalu merupakan rangkaian penggalan sejarah geologi di sini.

Bukan hanya menonjolkan keindahan alamnya saja, ada banyak objek menarik lainnya. Ada pun di antaranya yakni candi Meru, desa tradisional Karang Bayan, Pulau Gili, air terjun Joben, dan banyak lainnya.

Buat kamu yang belum memiliki rencana liburan dalam waktu dekat, tidak ada salahnya menyambangi empat Geopark kebanggaan Indonesia itu bersama keluarga. Jangan lupa lindungi diri dengan asuransi perjalanan wisata yang bisa kamu dapatkan di CekAja.com ya.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.