Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Mengenal Nitrogen Dioksida Secara Mendalam dan Bahayanya

by Vera Khairifah on 16 Desember, 2019

Atmosfer Bumi terdiri dari banyak zat dan senyawa, termasuk Nitrogen Dioksida. Tetapi siapa sangka, salah satu zat pembentuk bumi itu ternyata cukup berbahaya bagi manusia dan komponen Bumi lainnya. Saatnya kamu mengenal Nitrogen Dioksida lebih jauh secara mendalam agar tahu pencegahan bahayanya.

Mengenal Nitrogen Dioksida Secara Mendalam dan Bahayanya

Nitrogen Dioksida Dalam Ilmu Kimia

Nitrogen Dioksida adalah senyawa kimia dengan rumus NO2. Warna dari gas ini adalah merah agak coklat dengan bau yang menyengat dan merupakan polutan udara utama yang beracun.

Lalu mengapa kita tak terkena dampaknya meskipun menghirup udara yang mengandung Natrium Dioksida di udara bebas?

Hal itu dikarenakan Nitrogen Dioksida yang terhirup dengan Oksigen masih memungkinkan untuk dihirup. Meskipun begitu kamu tetap harus berhati-hati, karena jika dilakukan dalam jangka panjang tetap terdapat kandungan yang berbahaya.

etapi akan jadi lain halnya jika kamu hanya menghirup Nitrogen Dioksida. Kematian bisa menghampirimu jika tidak ada campuran oksigennya.

Perlu diketahui, kadar Nitrogen pada atmosfer kita cukup besar, yakni 78%. Ada banyak senyawa lain yang merupakan turunan dari Nitrogen, salah satunya adalah Nitrogen Dioksida ini.

(Baca juga: Ingin Bobo Nyenyak? Cek Manfaat Pakai Plester Mulut Saat Tidur)

Sumber Pembentukan Nitrogen Dioksida

Untuk mengenal Nitrogen Dioksida lebih jauh, kamu juga harus mengetahui pembentukannya.

Nitrogen Dioksida terbentuk dan dipancarkan dari semua mesin pembakaran. Inilah sumber terbentuknya senyawa berbahaya ini.

Mulai dari asap kendaraan bermotor (terutama mobil, truk, dan bis), asap buang dari kompor minyak tanah, kompor gas, pemanas air di kamar mandi yang menggunakan minyak tanah, asap rokok, pembakaran generator pada industri, serta Nitrogen Dioksida yang terbentuk dari kebakaran hutan.

Pada hasil pembuangan kendaraan bermotor, ada sekitar 10% kandungan Nitrogen Dioksida.

Peningkatan zat ini disebabkan karena aktivitas manusia. Oleh sebab itu, tak heran jika kadar Nitrogen Dioksida lebih besar di area perkotaan dibandingkan dengan area pedesaan.

Pencegahan Terbentuknya Nitrogen Dioksida

Jika sudah mengenal Nitrogen Dioksida, ketahui juga beberapa cara untuk mencegah terbentuknya zat ini agar tingkat pencemarannya semakin minim. Simak yuk langkah mitigasinya,

  • Meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi. Jika memang harus menggunakannya, gunakan kendaraan berbahan bensin tanpa Pb.
  • Mengemudilah dengan putaran mesin rendah agar minim zat buang.
  • Rawat mesin kendaraan dan ukur emisi gas buangnya secara teratur. Pemerintah Indonesia menyediakan puluhan bengkel di setiap daerah untuk melakukan uji emisi pada semua jenis kendaraan bermotor. Jadi, jangan malas untuk mengeceknya, ya!
  • Buat ventilasi dan gunakan exhaust fan di rumah untuk menjaga sirkulasi udara yang baik. Apalagi jika ada anggota keluarga atau penghuni rumah yang kerap merokok di dalam ruangan.
  • Mengurangi temperatur pembakaran generator dan mesin-mesin yang digunakan di pabrik atau industri lainnya. Turunkan temperatur hingga di bawah 1300 derajat Celsius.

Bagaimanapun juga, tindak pencegahan terbentuknya Nitrogen Dioksida harus dimulai dari diri sendiri. Kita sebagai manusia harus sadar bahwa aktivitas yang membuat produksi gas buang atau emisi harus diminimalisir.

Bahaya Nitrogen Dioksida

Mengenal Nitrogen Dioksida berarti juga mengetahui bahaya dari senyawa yang satu ini. Ada beberapa bahaya Nitrogen Dioksida, di antaranya sebagai berikut:

1. Hujan Asam

Hujan asam adalah hujan yang memiliki kadar keasaman yang rendah akibat kandungan berbagai senyawa berbahaya yang ada di udara yang menyebabkan awan terbentuk.

Hujan asam berakibat mengasamkan tanah, menurunkan tingkat kesuburan tanah, mempercepat korosi pada bangunan.

2. Meningkatkan Polusi Udara

Ini mengakibatkan gangguan pernapasan bagi makhluk hidup yang menghirupnya.

3. Mendorong Terbentuknya Lapisan Ozon

Lapisan ozon yang terbentuk karena senyawa-senyawa berbahaya di atmosfer membuat efek rumah kaca yang berimbas pada peningkatan suhu bumi.

Bumi pun akan makin terasa panas, serta gunung es di kutub utara dan selatan akan mencair yang membuat volume air laut makin banyak dan meninggi.

4. Berbahaya Bagi Tanaman

Nitrogen Dioksida memunculkan bintik pada daun-daun tanaman dengan konsentrasi Nitrogen Dioksida sebesar 1,0 ppm. Sedangkan pada konsentrasi 3,5 ppm bisa menyebabkan kerusakan pada daun.

5. Menurunkan Kesehatan Manusia

Nitrogen Dioksida memiliki bahaya empat kali lebih banyak dibanding Nitrit Oksida. Ini sangat beracun bagi paru-paru.

Bahkan dengan konsentrasi lebih dari 100 ppm bisa mengakibatkan kematian. Hal ini sudah terbukti dengan penelitian yang diterapkan pada hewan percobaan, dan terbukti secara ilmiah.

6. Mengganggu Sistem Pernapasan

Yakni menimbulkan iritasi paru-paru, infeksi saluran pernapasan, dan memicu asma kambuh.

(Baca juga: Cara Efektif Budidaya Bawang Putih Berkualitas Sampai Sukses Panen)

Nitrogen Dioksida Sebagai Polutan Utama

Banyaknya pihak dan bagian masyarakat yang belum mengenal Nitrogen Dioksida membuat bahayanya seolah diremehkan dan terabaikan. Padahal, Nitrogen Dioksida sebagai polutan utama memberikan dampak yang sangat mematikan.

Berdasarkan data di awal tahun 2019, di Eropa, polusi udara (yang tetunya mengandung Nitrogren Dioksida) menyebabkan 790 kasus kematian dini setiap tahunnya.

Sedangkan secara keseluruhan, kasus polusi udara menyebabkan kematian dini sebanyak 8,8 juta jiwa.

Dari angka kasus kematian tersebut, 40% sampai 80% di antaranya menyebabkan manusia terkena serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular.

Kemudian di India, polusi udara terus meningkat hingga mengganggu aktivitas warga. Hal serupa terjadi pula di Indonesia akibat kebakaran hutan di Riau, dan Kalimantan.

Serta beberapa kasus kebakaran hutan di beberapa area di Australia, dan hutan Amazon dalam setahun terakhir ini.

Jadi, bisa disimpulkan, bahaya Nitrogen Dioksida sebagai polutan utama sangat harus ditekan dengan cara pencegahan yang sebelumnya dijelaskan.

Beberapa pabrik sudah menerapkan hal-hal pencegahan terbentuknya Nitrogen Dioksida sebagai zat buang pembakaran. Namun masih sedikit sekali jumlahnya.

Di Singapura, cerobong asap pada pabrik-pabrik dilengkapi dengan filter canggih yang membuat asap tersebut mengalami pengolahan tertentu, dan berubah menjadi udara bersih yang layak hirup bagi makhluk hidup.

Banyak ahli yang menyarankan negara-negara lain untuk meniru penerapan teknologi industri ini. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir kadar polusi udara di berbagai negara.

Selain polusi udara, ada banyak hal yang bisa menggangu kesehatanmu dan keluarga. Pastikan dirimu terlindungi dengan memiliki berbagai produk asuransi yang bisa diajukan lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast