Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Mengenal Obligasi dan ReksaDana Pendapatan Tetap

by hanna on 9 April, 2015

Ada jenis investasi dengan risiko sedang dan bisa dipilih bagi Anda yang menginginkan imbal hasil lebih dari deposito. Produk yang disebut sebagai investasi pendapatan tetap ini terdiri dari obligasi dan reksa dana pendapatan tetap.

Selain produk investasi dalam “Investasi Tunai, Untung & Rugi”, investasi pendapatan tetap bisa Anda pilih jika tak sabar menunggu hasil keuntungan di akhir jangka waktu investasi. Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah penjelasan dua investasi yang termasuk dalam jenis ini.

1. Obligasi

Obligasi adalah surat utang jangka menengah-panjang yang diterbitkan oleh perusahaan/pemerintah dengan nilai nominal yang dibayarkan pada tanggal jatuh tempo tertentu. Produk ini dikatakan sebagai pilihan tepat bagi Anda yang memiliki profil risiko moderat, tetapi ingin imbal hasil di atas deposito.

Jenis investasi ini juga dapat dipindahtangankan. Imbalan obligasi merupakan bunga yang dibayarkan pada periode tertentu, mulai dari 1 tahun hingga di atas 5 tahun.

(Baca juga: 5 Keuntungan Berinvestasi)

Keuntungan obligasi yang bisa Anda peroleh adalah:

  1. Pemilik obligasi memperoleh pendapatan tetap berupa kupon (bunga) selama obligasi belum jatuh tempo.
  2. Pemegang bisa memperjualbelikan obligasi dengan harga lebih tinggi dan mendapatkan capital gain (untung dari harga jual).
  3. Bunga obligasi lebih tinggi dibandingkan bunga deposito.

Tapi Anda perlu memperhatikan risiko obligasi berikut ini:

  1. Penerbit obligasi mungkin saja gagal dalam membayarkan utang pada Anda. Oleh karena itu, Anda perlu memilih obligasi yang mempunyai peringkat tertinggi, yakni AAA dengan risiko terendah. Urutan peringkat obligasi selanjutnya adalah AA, A, BBB, hingga D (gagal bayar).
  2. Harga obligasi berbanding terbalik dengan suku bunga. Jika suku bunga naik, maka harga obligasi turun.
  3. Peningkatan inflasi akan menyebabkan kenaikan suku bunga dan berakibat pada penurunan harga obligasi

Catatan: Jika ingin memulai, cobalah untuk selektif dalam memilih obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Sebab, ada risiko yang bisa ditimbulkan yaitu adalah gagal bayar. Guna meminimalkannya, pilih obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia).

(Baca juga: 5 Tips Hindari Jebakan Investasi Bodong)

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Dalam reksa dana pendapatan tetap (fixed income funds), minimal 80% dari aset Anda diinvestasikan dalam bentuk efek bersifat utang, yakni obligasi perusahaan/pemerintah. Oleh karena itu, reksa dana ini disebut juga dengan reksa dana obligasi.

Reksa dana ini memberikan tingkat pengembalian yang stabil yang berasal dari bunga atau kupon obligasi. Pendapatan ini bersifat tetap karena penerbit obligasi membayarkan bunga obligasi secara rutin dan tetap dalam waktu tertentu.

Tapi karena sebagian besar aset diinvestasikan dalam obligasi, maka risiko reksa dana pendapatan tetap hampir sama dengan risiko obligasi. Suku bunga pasar yang naik akan menyebabkan harga obligasi turun sehingga keuntungan reksa dana ini turut menurun. Untuk mengurangi risiko ini, reksa dana pendapatan tetap dianjurkan sebagai investasi jangka panjang.

Tentang Penulis

Social media writer, coffee lover, twenty-something.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami