Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Mengenal Perayaan Thanksgiving dan Budayanya

by Giras Pasopati on 16 November, 2018

Pada 22 November nanti, masyarakat Amerika Serikat bakal merayakan hari Thanksgiving. Nah, mungkin bagi Anda yang masih awam, Thanksgiving merupakan sejenis perayaan syukuran dimana keluarga besar berkumpul dan bersantap bersama. Mari mengenal sejarah bagaimana perayaan tersebut bisa ada, kendati terdapat sisi kelam terkait kolonialisme Eropa terhadap penduduk asli Amerika.

Hari Thanksgiving - CekAja

Semua itu berawal pada tahun 1620, ketika sebuah kapal koloni dari Inggris yang membawa 102 penumpang laki-laki, perempuan serta anak-anak menyeberangi Samudera Atlantik dan kemudian menetap di pesisir timur Amerika. Area tersebut saat ini dikenal sebagai wilayah Cape Cod, Massachusetts.

Orang-orang Inggris yang disebut Koloni Plymouth tersebut kemudian membaur dan belajar cara bercocok tanam dari para suku asli Amerika atau Indian. Seorang anggota suku Pawtuxet mengajarkan para Koloni Plymouth yang lemah oleh kekurangan gizi dan penyakit untuk bertahan hidup di tanah Amerika.

Ia mengajarkan cara membudidayakan jagung, mengekstrak getah dari pohon maple, menangkap ikan di sungai dan menghindari tanaman beracun. Dia juga membantu para pemukim membentuk aliansi dengan Wampanoag, suku lokal, yang bertahan selama lebih dari 50 tahun. Meski kelak berakhir tragis, aliansi itu menjadi satu-satunya contoh harmoni antara kolonialis Eropa dan penduduk asli Amerika.

(Baca juga: Ini 5 Negara yang Menjadi Destinasi Liburan di 2017!)
Thanksgiving Pertama

Pada bulan November 1621, setelah panen jagung pertama para Koloni Plymouth terbukti berhasil, Gubernur Koloni, William Bradford menyelenggarakan pesta perayaan dan mengundang sekelompok sekutu penduduk asli Amerika, termasuk pemimpin suku Wampanoag, Massasoit.

Hal itu diingat sebagai Thanksgiving pertama di Amerika, meskipun para Koloni Plymouth sendiri mungkin tidak menggunakan istilah itu pada waktu itu. Festival tersebut berlangsung selama tiga hari, meskipun tidak ada catatan dari menu perjamuan bersejarah itu.

Sejarawan Edward Winslow menulis dalam jurnalnya bahwa Gubernur Bradford mengirim empat orang untuk mengundang para tamu acara tersebut. Adapun para tamu dari suku Wampanoag tiba dengan membawa lima ekor rusa.

Para sejarawan telah menilai banyak hidangan yang kemungkinan dimasak menggunakan rempah-rempah dan metode memasak tradisional penduduk asli Amerika. Alasannya para Koloni Plymouth tidak memiliki oven, sedangkan persediaan gula dari kapal telah menyusut pada musim gugur 1621. Hidangan Thanksgiving pertama itu tidak menyajikan kue atau makanan penutup lainnya, yang saat ini menjadi ciri khas perayaan.

Banner KTA CekAja

Thanksgiving Menjadi Hari Libur Resmi

Para Koloni Plymouth mengadakan perayaan Thanksgiving kedua mereka pada 1623 untuk menandai berakhirnya musim kemarau panjang yang telah mengancam panen dan mendorong Gubernur Bradford untuk menyerukan puasa.

Hari puasa dan Thanksgiving setiap tahun atau sesekali kemudian menjadi praktek umum di pemukiman Koloni Inggris lainnya. Selama Revolusi Amerika, Kongres Kontinental menetapkan satu atau lebih Thanksgiving dalam setahun.

Baru pada 1789, George Washington mengeluarkan proklamasi Thanksgiving pertama oleh pemerintah nasional Amerika Serikat. Di dalam pernyataannya, ia meminta warga Amerika untuk mengucapkan rasa syukur atas akhir perang kemerdekaan negara dan ratifikasi Konstitusi AS yang berhasil. Penerusnya, John Adams dan James Madison juga menetapkan hari-hari perayaan syukur selama masa kepresidenan mereka.

Pada 1817, New York menjadi yang pertama dari beberapa negara bagian untuk secara resmi mengadopsi hari libur Thanksgiving tahunan, di mana masing-masing merayakannya pada hari yang berbeda. Di sisi lain, bagaimanapun wilayah Amerika Selatan tetap tidak terbiasa dengan tradisi ini.

Kemudian pada 1827, editor majalah terkenal dan penulis produktif Sarah Josepha Hale -pengarang lagu anak-anak “Mary Had a Little Lamb”- meluncurkan kampanye untuk menetapkan Thanksgiving sebagai hari libur nasional.

Selama 36 tahun, ia menerbitkan banyak editorial dan mengirim sejumlah surat kepada para gubernur, senator, presiden, dan politisi lainnya. Abraham Lincoln akhirnya memenuhi permintaannya di tahun 1863, pada puncak Perang Sipil.

Dalam pernyataannya, ia meminta semua warga Amerika untuk memohon kepada Tuhan agar memberi perhatian ke semua korban perang yang telah menjadi janda, yatim piatu, atau yang menderita dalam perselisihan sipil yang menyedihkan, juga untuk menyembuhkan luka-luka bangsa.

Abraham Lincoln menetapkan Thanksgiving setiap hari Kamis terakhir pada bulan November. Thanksgiving dirayakan setiap tahun sampai 1939, ketika Presiden Franklin D. Roosevelt memindahkan liburan seminggu dalam upaya untuk memacu penjualan ritel selama masa depresi ekonomi.

Rencana Roosevelt, yang dikenal dengan ejekan ‘Franksgiving’, disambut kritik dari pihak oposisi. Pada tahun 1941, presiden dengan terpaksa menandatangani RUU yang membuat Thanksgiving ditetapkan di hari Kamis keempat pada bulan November.

(Baca juga: 10 Kota Terbaik Dunia untuk Dikunjungi Tahun 2019)
Tradisi Thanksgiving

Di banyak rumah tangga Amerika, perayaan Thanksgiving dinilai telah kehilangan makna aslinya. Sebaliknya, Thanksgiving sekarang berpusat pada acara memasak dan berbagi makanan dengan keluarga dan teman.

Ayam kalkun, ‘makanan wajib’ Thanksgiving yang begitu banyak di mana-mana, telah menjadi identik dengan liburan ini. Padahal hidangan itu mungkin tidak ditawarkan ketika para Koloni Inggris menjadi tuan rumah pesta perdana pada tahun 1621.

Namun saat ini, hampir 90 persen orang Amerika memakan ayam kalkun -baik dipanggang atau digoreng- pada hari Thanksgiving. Makanan tradisional lainnya termasuk kentang tumbuk, saus cranberry dan kue pie labu. Menjadi sukarelawan adalah kegiatan Hari Thanksgiving yang umum, dan masyarakat sering berbakti sosial membagikan makanan gratis bagi yang kurang beruntung.

Parade juga telah menjadi bagian integral dari liburan Thanksgiving di kota-kota Amerika Serikat. Digelar oleh department store Macy’s sejak tahun 1924, parade Hari Thanksgiving New York City adalah yang terbesar dan paling terkenal.

Bahkan, parade itu bisa menarik sekitar 2 hingga 3 juta penonton sepanjang rute 2,5 mil serta menggaet penonton televisi yang sangat besar. Parade tersebut biasanya menampilkan marching band, pelaku pertunjukan, juga berbagai balon raksasa berbentuk seperti karakter kartun.

Terdapat juga ritual “pengampunan kalkun” yang dimulai pada pertengahan abad ke-20 dan mungkin lebih awal. Presiden Amerika Serikat biasanya “mengampuni” satu atau dua kalkun Thanksgiving setiap tahun, menghindarkan dari pembantaian dan mengirim mereka ke sebuah peternakan untuk pensiun. Sejumlah gubernur AS juga melakukan “ritual pengampunan kalkun” tahunan.

(Baca juga: 5 Tips Memilih Maskapai Penerbangan yang Aman dan Nyaman)
Kontroversi Thanksgiving

Bagi beberapa ahli sejarah, masih terdapat pertanyakan apakah pesta di Plymouth benar-benar merupakan hari Thanksgiving pertama di Amerika Serikat. Memang, para sejarawan telah mencatat upacara terima kasih lainnya di antara para pemukim Eropa di Amerika Utara yang mendahului perayaan Koloni Plymouth.

Pada 1565, misalnya, penjelajah Spanyol Pedro Menéndez de Avilé mengundang anggota suku Timucua setempat untuk makan malam di St. Augustine, Florida, setelah menggelar misa untuk berterima kasih kepada Tuhan atas kedatangannya.

Selain itu, pada tanggal 4 Desember 1619, ketika 38 pemukim Inggris mencapai sebuah situs yang dikenal sebagai Berkeley Hundred di tepi Sungai James di Virginia, terdapat pernyataan yang menetapkan “hari syukur kepada Allah yang Mahakuasa.”

Beberapa penduduk asli Amerika dan yang lainnya mempermasalahkan bagaimana kisah Thanksgiving disajikan kepada publik Amerika, dan khususnya bagi anak-anak sekolah.

Dalam pandangan mereka, narasi tradisional menampilkan potret yang tampak cerah tentang hubungan antara para koloni dan orang-orang suku Wampanoag. Hal itu dinilai menutupi sejarah panjang dan berdarah konflik antara penduduk asli Amerika dan penduduk Eropa yang mengakibatkan kematian jutaan orang.

Sejak tahun 1970, para pengunjuk rasa berkumpul pada hari yang ditetapkan sebagai Hari Thanksgiving di puncak Bukit Cole yang menghadap ke Plymouth Rock, untuk memperingati “Hari Berkabung Nasional.” Acara serupa juga diadakan di bagian lain negara.

Tentang Penulis

Giras Pasopati

Penulis dan mantan jurnalis. Penikmat sate kambing, musik punk dan rock. Senang membaca buku sejarah dan sastra.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami