Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mengenal Pneumonia, Wabah Paru-Paru Basah yang Melanda China

by Gito on 14 Januari, 2020

Sejak akhir Desember lalu, salah satu wilayah di China, Wuhan dilanda wabah Pneumonia. Jumlah penderitanya terus meningkat, dari 27 orang menjadi 59 orang hingga bulan Januari 2020. Bahkan sudah ada 1 korban jiwa akibat pneumonia misterius tersebut dan 7 orang dilaporkan kritis.

asuransi kesehatan dan jiwa

World Health Organization (WHO) mengatakan ada kekhawatiran bahwa awal penyebaran penyakit ini ditularkan dari hewan.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menghimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di China mewaspadai penyebaran penyakit tersebut.

Meskipun belum ada bukti yang menyatakan bahwa penyakit ini bisa menular dari manusia ke manusia, tetapi ada juga kasus Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri dan virus menular lewat udara.

Uniknya, wabah penyakit ini muncul secara tiba-tiba dan langsung menyerang puluhan orang. Padahal rerata kasus Pneumonia yang terjadi, gejalanya terjadi secara perlahan dan tidak serentak.

Pun bisa langsung berkembang secara masif di tubuh seseorang jika orang tersebut memiliki sistem imunitas atau kekebalan tubuh yang mulai melemah.

Pada orang lanjut usia (lansia) yang berusia diatas 65 tahun, gejala Pneumonia dapat berkembang dalam kurun waktu 24 jam.

Kementerian Kesehatan terus melakukan kajian terkait wabah tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa penyakit tersebut bukan disebabkan oleh virus influenza dan bukanlah penyakit pernafasan biasa.

Untuk itu penelitian masih dilanjutkan untuk melihat apakah penyakit itu sama dengan penyakit Severe Acute Respitory Infection (SARS) yang disebabkan oleh Coronavirus yang pernah menimbulkan wabah di dunia pada tahun 2003 lalu.

(Baca juga: DBD Mewabah, Lakukan Upaya Pencegahan Ini)
Upaya Kementerian Kesehatan

Demi menangkal penyebaran penyakit tersebut, Kementerian Kesehatan melakukan berbagai upaya. Melansir laman Kemenkes, beberapa langkah yang dilakukan bersama dengan jajaran terkait, seperti

  1. Melakukan melakukan deteksi, pencegahan, respon jika ditemukan pasien dengan gejala pneumonia berat seperti di Wuhan, Tiongkok
  2. Jika ditemukan pasien seperti di Wuhan akan dilakukan perawatan, pengobatan, isolasi, serta melakukan investigasi dan penanggulangan untuk mencegah penyebaran penyakit meluas dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa / Wabah.
  3. Melakukan deteksi, pencegahan dan respon terhadap kemungkinan masuknya pasien pneumonia berat dari luar negeri, termasuk dari Tiongkok, ke Indonesia melalui Bandar Udara, Pelabuhan Laut dan Pos Lintas Batas Negara yang mencakup langkah aktivasi alat thermal scanner.
  4. Memantau kemungkinan ditemukannya virus atau mikroorganisma baru dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien pneumonia berat
  5. Memantau perkembangan penyakit pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya di dunia agar dapat segera dilakukan langkah yang diperlukan di Indonesia.
Apa Itu Pneumonia

Pneumonia sendiri merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus dan juga jamur. Hal itu kemudian memicu terjadinya infeksi yang membuat kantung udara didalam paru meradang dan membengkak.

Pneumonia acap kali disebut sebagai paru-paru basah karena kondisi paru yang dipenuhi oleh air atau cairan lendir

Gejala Pneumonia sering kali di kaitkan dengan penyakit influenza. Karena penderita akan mengalami demam, sesak nafas, batuk dan hilang selera makan.

Namun batuk yang dialami oleh penderita Pneumonia biasanya disertai dengan darah yang mengindikasikan terjadi kerusakan pada organ paru-parunya.

Selain itu penderita juga mengalami nyeri dada, mual atau muntah, diare, lemas dan detak jantung yang meningkat atau menjadi cepat.

Pneumonia bisa disembuhkan

Pneumonia merupakan penyakit yang bisa disembuhkan. JIka pasien berada dalam kondisi yang tergolong berat, mungkin diperlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Tetapi jika masih terdeteksi sejak dini, bisa diobati dengan obat pereda sakit atau paracetamol.

Lalu meminum obat batuk untuk meredakan batuknya dan meminum obat anti bakteri atau yang dikenal sebagai jenis obat antibiotik.

Tetapi jika terdapat gejala serius seperti lemas dan sering tidur, detak jantung tidak normal, dehidrasi, mengalami penurunan fungsi ginjal, berusia diatas 65 tahun dan dehidrasi maka perlu penanganan khusus dari rumah sakit.

Sebelum adanya kasus Pneumonia misterius, pada bulan Mei 2019 China juga sempat dilanda pandemi black death.

Awal mula penyakit itu terjadi karena adanya laporan wabah penyakit pes yang tertular ke manusia lewat konsumsi ginjal marmut mentah.

Penyakit paling mematikan dalam sejarah manusia itu sempat membuat negara di Kawasan Eropa khawatir.

Betapa tidak, sekitar 50 juta orang dilaporkan meninggal terkena wabah penyakit tersebut hingga akhirnya ditemukan antibiotik untuk membunuh bakteri tersebut.

Biar tidak terlalu khawatir, lindungi diri kamu dan juga keluarga dengan asuransi. Mudahnya akses CekAja.com dan temukan produk asuransi yang cocok dengan kebutuhanmu.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit