Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mengenal Pulau Sebaru Kecil, Area Privat di Ujung Jakarta yang Jadi Lokasi Karantina

by Ayunindya Annistri on 4 Maret, 2020

Banyak turis yang mengenal Pulau Sebaru Kecil sebagai surganya pecinta scuba diving. Namun, baru-baru ini pulau yang katanya seindah Bunaken tersebut ramai diperbincangkan sebab menjadi tempat karantina bagi awak kapal pesiar World Dream yang terindikasi virus Corona atau COVID-19.

mengenal pulau sebaru

Pulau Sebaru Kecil masuk dalam gugusan Kepulauan Seribu yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat Jakarta. Karena, perkiraan waktu tempuh menuju Pulau Sebaru Kecil hanya sekitar 1,5 jam menggunakan speedboat, dari arah Pantai Mutiara Pluit, Jakarta Utara.

Keindahan bawah lautnya yang masih terjaga hingga sekarang, membuat pulau privat tersebut ramai dikunjungi oleh para turis untuk sekedar melakukan aktivitas bawah air.

Perairan pulau yang masih jernih dengan dikelilingi terumbu karang, serta berbagai jenis ikan hias seperti ikan badut, menjadikan Pulau Sebaru Kecil sebagai destinasi wisata menarik bagi para penyelam.

(Baca Juga: Corona Masuk Indonesia, Konsumsi 5 Makanan Penangkalnya!)
Menjadi Tempat Karantina Awak Kapal Pesiar World Dream

Sebelum banyak orang mengenal Pulau Sebaru Kecil sebagai lokasi karantina, pulau yang terletak di ujung Jakarta ini bisa dibilang masih jarang terjamah oleh wisatawan kecuali para penyelam.

Enggak bisa dipungkiri, ketenaran Pulau Sebaru memang masih sangat jauh ketimbang Pulau Pramuka, mengingat faktanya pulau tersebut tidak berpenghuni.

Meski begitu, terdapat sejumlah fasilitas berupa penginapan kecil yang bagian dalamnya memiliki beberapa kamar tidur. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Pemerintah Indonesia untuk mengobservasi 188 WNI awak kapal pesiar World Dream.

Sebelumnya diketahui, kegiatan operasional kapal pesiar World Dream secara paksa dihentikan dari lokasi terakhirnya, yakni Hong Kong sejak 9 Februari 2020. Hal ini menyusul dengan adanya berita mengenai salah seorang penumpang yang positif terinfeksi wabah Corona di kapal tersebut.

Sesuai protokol WHO, Pemerintah Indonesia melakukan observasi terhadap 188 WNI selama kurang lebih 14 hari. Mereka dipulangkan ke negara asal terhitung sejak 28 Februari. Tujuannya sendiri untuk meminimalisir risiko terinfeksi virus Corona.

Pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah sebetulnya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di Natuna. Namun, menurut penuturan salah satu sumber yang beredar, seluruh fasilitas yang tersedia di Pulau Sebaru jauh lebih lengkap. Terlebih karena delapan bangunan yang ada disana pernah diperuntukkan sebagai tempat rehabilitasi.

Tempat Eks Rehabilitasi Narkotika

Jauh sebelum menjadi tempat observasi virus Corona, Pulau Sebaru Kecil dikenal sebagai eks lokasi rehabilitasi pecandu narkoba.

Bahkan pulau tak berpenduduk itu masih menyimpan sejumlah sarana dan prasarana penunjang untuk memenuhi segala kebutuhan rehabilitasi.

Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, menurut Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad, Pulau Sebaru Kecil memang tidak berpenghuni sejak bangunan yang ada di pulau tersebut digunakan sebagai pusat rehabilitasi pada 2006 silam.

Selain Sebaru, 3 Pulau Ini juga Pernah Menjadi Tempat Karantina

Dengan banyaknya berita yang beredar, mungkin hampir sebagian masyarakat Indonesia baru mengenal Pulau Sebaru Kecil, yang kini menjadi tempat karantina.

Tapi, tahukah kamu bila sebetulnya masih ada 3 pulau lainnya yang dulu pernah dijadikan lokasi karantina? Ketiga pulau ini masih berada dalam gugusan Kepulauan Seribu, yaitu Pulau Bidadari, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir.

Pulau Bidadari dulunya digunakan untuk mengkarantina penderita kusta atau lepra. Hal ini terbukti dengan adanya sejarah mengenai pemindahan panti kusta yang sebelumnya dibangun di Angke Fort.

Tetapi karena risiko penularan, panti tersebut akhirnya dipindahkan ke Pulau Purmerend, nama Pulau Bidadari pada zaman dulu.  

Berbeda halnya dengan Pulau Bidadari, ketika memasuki abad ke-20, Pulau Onrust digunakan sebagai pusat sanatorium TBC.

Enggak cuma itu, pulau yang letaknya tidak jauh dari Pulau Bidadari tersebut, juga sempat dipakai sebagai rumah sakit karantina haji. Sebelum akhirnya digunakan sebagai lokasi tahanan politik dan penampungan gelandangan maupun pengemis.  

Serupa dengan Pulau Onrust, Pulau Cipir pernah dijadikan sebagai tempat karantina haji bagi jemaah yang baru menunaikan ibadah ke Arab Saudi. Karantina ini dilakukan pada masa penjajahan Belanda, yakni sekitar tahun 1911 hingga 1933, dengan tujuan agar para jemaah tidak membawa penularan penyakit berbahaya dari kawasan Timur Tengah.

Nah, itulah sekilas ulasan menarik mengenai Pulau Sebaru Kecil yang kini tengah digunakan sebagai tempat karantina virus Corona. Seperti yang kita ketahui, virus dengan nama ilmiah COVID-19 ini memang sedang marak diperbincangkan karena tingkat penularannya yang tergolong cepat.

Maka dari itu, jangan pernah lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan rutin mencuci tangan dan menggunakan masker bila kondisi tubuh sedang tidak sehat. Serta tidak lupa juga untuk melakukan perlindungan ekstra dengan melengkapi diri sendiri menggunakan asuransi dari CekAja.com.

Tentang Penulis

Ayunindya Annistri

Penulis amatir yang hobi merantau