Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mengenal Tugas Psikoterapis Seperti Dedy Susanto

by Sindhi Aderianti on 17 Februari, 2020

Belakangan, heboh kasus pelecehan seksual berkedok psikoterapis yang menurut kabar dilakukan oleh Dedy Susanto. Hal tersebut dibongkar habis oleh selebgram Revina VT, melalui akun Instagram pribadinya. Kasus hinggga kini masih bergulir dan rencananya akan dibawa ke ranah hukum.

tugas psikoterapis

Awalnya, mantan kekasih Young Lex ini mendapat ajakan sang psikolog untuk kolaborasi membuat konten bersama. Namun sebelum menerima tawaran itu, Revina mendapat informasi mengejutkan perihal lisensi dan izin praktik.

Selain itu, Dedy pun diketahui kerap melakukan terapi secara privat di kamar hotel. Revina menerima banyak direct message berisi pengaduan dari pasien-pasien lain. Ia mengunggah screenshoot curhatan sejumlah perempuan yang mengaku dilecehkan oleh psikolog gadungan tersebut di tengah sesi praktik. Menurut korban, setelah 5-10 menit konseling sampai pasien menangis-nangis, Dedy biasanya mencium kening, lalu mengajak berhubungan badan.

Kasus ini pun akhirnya viral di media sosial. Banyak netizen yang geram dan mendukung Revina, termasuk sosialita Dita Soedarjo. Namun, tak sedikit pula yang meragukan aduan-aduan tersebut dan menuduh selebgram bertitel sarjana hukum itu hanya pansos alias ‘panjat sosial’.

Modus Asusila Dedy Susanto

Revina lalu mengungkapkan modus Dedy Susanto dalam menjalankan aksinya. Menurut Revina, Dedy memberikan tiket gratis kepada sejumlah wanita yang menjadi pengikutnya di Instagram untuk mengikuti seminar atau pelatihannya.

“Setelah ikut gratis, Dedy selalu kasih nomor handphone-nya. Terus boleh selfie, lalu dikirim ke dia. Setelah kirim ke nomor pribadi, Dedy tanya mau konseling lagi nggak, mau training private nggak,” terang Revina melalui fitur Instagram Story yang kini sudah dijadikannya highlight.

Tugas Sebenarnya Psikoterapis

Di media sosialnya, Dedy Susanto selalu memberikan konten tentang kesehatan mental, detoks kesedihan dan trauma batin masa lalu. Pria yang mengaku doktor pskikologi itu juga sering menggelar terapi massal pemulihan jiwa.

Namun saat berseteru dengan Revina, ia mengaku bukanlah seorang psikolog meskipun gelarnya demikan, melainkan psikoterapis. Lantas, apa sebenarnya tugas seorang psikoterapis?

Psikoterapi adalah metode yang digunakan untuk merawat kejiwaan, emosi dan gangguan kejiwaan tertentu.metode perawatan ini menolong pasien agar perasaannya lebih plong, dengan berpikir positif terhadap diri sendiri dan problem mereka. Pada intinya, psikoterapi terdiri dari komunikasi lisan dan non-lisan yang berguna untuk meringankan kesulitan psikologis.

Nah, orang yang bisa mengaplikasikan ilmu psikoterapi disebut psikoterapis. Tugasnya tak lain adalah menyembuhkan gangguan pikiran, mengatasi masalah perasaan, mengubah perilaku, merenovasi kepribadian, membantu perkembangan diri seseorang, dan memperbaiki hubungan satu orang dengan orang lainnya.

(Baca Juga: Peluang Kerja Jurusan Psikologi dengan Gaji Tinggi)
Syarat-Syarat Menjadi Psikoterapis

Menjadi seorang psikoterapis memang tak perlu bergelar sarjana psikologi atau sederajat. Artinya, siapapun yang bisa mengatasi masalah psikologis orang lain dengan metode psikoterpi, maka orang tersebut bisa disebut psikoterapis.

Akan tetapi, tetap ada syarat-syarat yang harus ditempuh untuk secara legal menjadi seorang psikoterapis. Setidaknya, calon terapis psikologi tersebut memiliki 4 hal di bawah ini:

  • Punya ilmu psikologi

Calon psikoterapis perama harus memiliki ilmu dasar psikologi dan psikopatologi. Ia juga perlu belajar lebih banyak tentang penyakit mental, serta proses-proses mental yang terjadi pada manusia. Hal ini dapat diperoleh dari mengikuti kuliah, pelatihan, kursus maupun membaca sendiri.

  • Menjadi problem solver

Selanjutnya, calon psikoterapis juga perlu menjadi problem solver. Bukan hanya mendengar keluhan, tapi memahami apa yang tersurat ataupun tersirat dibalik curhatan pasien. Ia selanjunya harus bisa menarik  suatu  kesimpulan tentang keadaan mental orang yang telah diperiksa. Hal ini didapat dari pengetahuan dan pengalaman. Dengan mendengar secara cermat dan dibekali oleh pengetahuan yang cukup, ia pun tahu cara tepat menyembuhkan mental pasien sesuai kaidah psikoterapi.

  • Berkarakter kuat

Ilmu ataupun gelar akademis saja tidak cukup. Seorang psikoterapis hendaknya memiliki karakter yang kuat. Ia harus sehat secara mental dan berkarakter kuat. Seorang psikoterapis sebisa mungkin punya positive vibes seperti percaya diri, mudah bergaul, tidak berpihak dan optimis.

  • Kemampuan berkomunikasi

Dalam prosesnya, psikoterapi menganjurkan adanya kedekatan personal antara psikoterapis dan pasien, yang mana butuh kemampuan berkomunikasi untuk membangun hal tersebut. Mulai dari cara menjalin keakraban, persuasif, tahu memberi nasihat yang tepat, bisa memberikan contoh baik, mampu berempati tanpa dibuat-buat, serta punya kemampuan menghibur dan interpretasi. Namun, harus tetap ada batasan yang profesional juga ya.

Sekilas apa yang dilakukan Dedy Susanto, di luar tindakan asusilanya sudah benar. Tapi jangan lupa, psikoterapi juga perlu mengantongi hak dan legalitas untuk melakukan praktiknya. Lisensi tersebut ditandai dengan adanya surat izin dari instansi terkait. Hal inilah yang pertama diperdebatkan oleh Revina VT, hingga berujung pada terkuaknya sisi gelap pria yang sering dipanggil ‘Paduka’ oleh pasiennya tersebut.

Jangan sampai konseling ke orang yang salah. Pastikan kamu ke psikolog, psikiater, atau psikoterapis berlisensi. Sekarang kamu juga bisa menggunakan asuransi kesehatan untuk menjamin biaya konsultasinya. Dapatkan hanya di CekAJa.com.

(Baca Juga: Ketahui Tanda Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis!)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.