Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Menimbang Karier Sebagai Perencana Keuangan

by Ariesta on 2 November, 2016

Bagi banyak orang, karier sebagai perencana keuangan masih terdengar asing. Meskipun istilah perencana keuangan pasti sering kamu dengar jika sering membaca artikel di CekAja.com.

Seorang perencana keuangan adalah orang yang akan membantu kamu mencapai tujuan finansial dengan mudah dan cepat. Perencana keuangan juga memberikan solusi bagi klien yang punya masalah finansial seperti terlilit utang, kebangkrutan dan ketidakmampuan mengelola uang.

Untuk mengetahui seluk beluk profesi perencana keuangan, simak wawancara CekAja dengan Farah Dini Novita Perencana Keuangan dari Janus.id.

13694631_541059379411543_1806241112_n1

Banyak orang berpikiran belum membutuhkan jasa perencana keuangan. Alasannya karena penghasilan yang pas-pasan dan profesi ini identik dengan orang berduit. Bagaimana menurut Anda?

Saya pernah menangani klien karyawan bergaji UMR, tapi biasanya yang mengundang adalah perusahaannya. Perusahaan mengundang kami dan kami memberikan free financial check up untuk mengobrol. Karena pada dasarnya kalau keuangannya terbatas, sebenarnya tidak terlalu ribet mengaturnya.

Masalah mereka sebenarnya ada di cash flow sama utang. Jadi pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Ini masalah klasik kayaknya. Untuk utang, biasanya mereka terjebak utang dengan rentenir yang memberikan pinjaan dengan bunga tinggi. Jadi ada rentenir di dalam kantornya.

Nah yang below average ini biasanya bahkan financial planner itu apa saja nggak tahu. Jadi seringnya perusahaan yang mendatangkan kami. Itu pun kami nggak menyarankan untuk pakai kami, tapi kami memberikan edukasi.

Bagaimana dengan kalangan menengah ke atas?

Kalau di kota-kota besar, kebanyakan memang sudah sadar dengan financial planner. Kalau di kota-kota kecil biasanya yang aware adalah mereka yang asalnya memang dari kota besar. Misalnya kemarin kami ke Riau, di sana rata-rata mereka sudah tahu perencana keuangan itu apa. (Baca juga: Tips Mengumpulkan Uang untuk Liburan dari Perencana Keuangan Profesional)

Seberapa penting punya perencana keuangan?

Sebenarnya sekali seumur hidup itu perlu. Kalau di Janus kontrak dengan klien itu minimal satu tahun. Jadi kami di sini nggak ada yang namanya jam-jaman atau single case. Kalau di tempat lain mungkin ada. Karena kami tidak bisa misalnya hanya sekali bertemu dan memberi saran, tapi kamu nggak tahu secara keseluruhan masalah klien apa.

Ini kan berbahaya bagi perencana keuangan. Ibaranya klien sakit, lalu kami memberi obat obat, padahal sebenarnya menderita kanker. Karenanya kami tidak berani mengambil single case. Jadi semuanya harus komprehensif.

Kenapa harus satu tahun?

Alasan lainnya juga karena kami ingin tahu keberhasilan kami sebagai perencana keuangan. Kalau Cuma 2-3 bulan kan kami belum melihat hasilnya. Tapi kalau satu tahun, dalam waktu tersebut apa sih kemajuan finansial.

Kemajuan finansial tidak selalu diukur dengan kenaikan aset secara signifikan. Ada faktor-faktor lainnya, misalnya asuransinya jadi lebih menguntungkan. Yang asalnya bayar premi Rp3 juta per bulan jadi Rp3 juta per tahun, ini kan sangat menghemat. Atau misalnya utang yang tadinya ada lima kartu kredit jadi hanya satu kartu kredit.

Ini semua berproses. Jadi tidak selalu harus kenaikan aset, tapi kerugian finansialnya berapa yang bisa diminimalisir dalam waktu satu tahun. Selama kontrak satu tahun ini, klien bebas menggunakan jasa konsultasi kami. Ketemu di kantor memang ada batas waktunya. Tapi untuk Whatsapp atau email tidak terbatas, kami sedia setiap saat.

Apa kelebihan Janus dengan perencana keuangan lain?

Sebagai perencana kuangan kami benar-benar menganalisis masalah finansial A to Z.  Jadi kami tidak bisa asal memberi saran harus beli reksadana, harus beli saham, harus lunasi utang, dll.

Untung utang, kami datangi kreditur, kami yang nego ke bank. Bahkan KPR pun kami bantu negosiasi ke bank. Karena orang-orang, yang meskipun dia adalah nasabah prioritas, tidak tahu cara bernegosiasi.

Untuk servis-servis seperti ini biasanya memang dicari oleh kelas menengah ke atas, karena mereka inginnya terima beres. (Baca juga: Ini Harga Rumah yang Sesuai dengan Gaji Kamu)

Apa bedanya perencana keuangan dengan negosiator utang?

Negosiator short term dan fokus pada negosiasi. Hal yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri oleh klien kalau sudah paham ilmunya. Tapi selama ini kan orang sudah ketakutan duluan sebelum datang ke bank. Bagaimana, tertarik menggunakan jasa perencana keuangan untuk meningkat asetmu?

Butuh pinjaman dana tunai untuk kebutuhan mendesak? Kredit Tanpa Agunan adalah solusinya. Daftar sekarang juga di sini

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami