Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Meninggal Kecelakaan, Ini Alasan Kobe Bryant Selalu Naik Helikopter

by Sindhi Aderianti on 29 Januari, 2020

Kobe Bryant meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter (26/1). Pebasket legendaris LA Lakers ini tadinya akan bertolak ke Mamba Sports Academy di Thousands Oaks, California bersama sang puteri kedua, Gianna Bryant. Mereka diketahui hendak latihan di akademi basket miliknya tersebut.

Selain mereka berdua, ada 7 orang lain yang turut menjadi korban kecelakaan helikopter jenis Sikorsky S-76 ini. Berikut di antaranya:

  1. John Altobelli
  2. Keri Altobelli
  3. Alyssa Altobelly
  4. Sarah Chester
  5. Payton Chester
  6. Christina Mauser
  7. Ara Zobayan (pilot)

Fakta terbaru menyebutkan, sang pilot sempat meminta izin pusat kontrol untuk menaikkan ketinggian helikopter karena ingin menghindari lapisan awan berkabut. Nahas, helikopter terlanjur mengalami crash di area Calabasas Bark Park dan menewaskan semua penumpang.

Rute Maut Penerbangan Kobe Bryant

Tidak ada yang menyangka kecelakaan ini bisa terjadi pada Kobe Bryant. Namun memang, keputusannya menggunakan helikopter sempat dipertanyakan, mengingat cuaca saat itu terbilang buruk karena berkabut.

Melansir Detik.com, berikut rute penerbangan helikopter yang ditumpangi Kobe cs:

  • John Wayne Airport

Kobe beserta penumpang lainnya menumpangi helikopter yang take off dari bandara John Wayne Airport yang berlokasi di Santa Ana, California.

  • Dodger Stadium

Usai beberapa menit, helikopter terbang di atas Dodger Stadium. Lalu perlahan mengarah ke sebelah timur daerah tersebut.

  • Glendale dan Granada Hills

Menunggu instruksi ATC, helikopter berputar sejenak di sekitar wilayah Glendale. Setelah itu, helikopter kembali mengudara ke arah Granada Hills.

  • 101 Freeway, Woodland Hills Area

Selanjutnya helikopter kembali terbang ke arah 101 Freeway di Woodland Hills, kemudian menuju Newbury Park.

  • Las Virgenes – Lost Hills Road

Antara Las Virgenes dan Lost Hills Road, helikopter juga sempat melintas di sana lalu berbelok ke Willow Glend Street dekat sekolah MUSE.

Terakhir saat terbang ke arah Calabasas Bark Park, helikopter mulai hilang kendali hingga akhirnya crash di kawasan tersebut.

(Baca juga: Kekayaan Kobe Bryant)

Kenapa Harus Naik Helikopter?

Los Angeles dikenal dengan kemacetannya yang parah. Menurut Urban Mobility Report yang dikeluarkan Texas A&M Transportation Institute, lokasi shooting film musikal La La Land ini memiliki kemacetan lalu lintas terburuk di Amerika Serikat.

Dalam suatu wawancara, Kobe mengaku kalau salah satu alasan ia sering naik helikopter tak lain karena ogah bermacet-macetan. Memang berdasarkan Google Maps, butuh waktu sekitar 40 menit untuk ke Mamba Sports Academy dengan perjalanan darat. Cukup lama dan belum termasuk kemungkinan macetnya. Maka tak heran, ia pun memilih naik helikopter sekaligus agar sang anak, Gianna bisa fokus berlatih.

Ayah tiga anak ini dikenal sudah lama menggunakan helikopter sebagai moda transportasi andalan, sejak masih aktif bermain. Selain menghindari kemacetan, ia juga ingin menyeimbangkan waktu dengan keluarga dan kariernya di dunia basket.

Saya harus menemukan cara agar terus fokus berlatih, tanpa mengorbankan waktu untuk keluarga. Itu sebabnya saya lebih memilih kemana-mana naik helikopter,” ujar Kobe di hadapan Barstool Sports in 2018, dikutip oleh Business Insider.

Bila dibandingkan pegi naik mobil, helikopter memiliki waktu tempuh yang lebih singkat. Dengan demikian, ia tidak akan melewatkan momen bersama keluarga serta tetap profesional bekerja setiap harinya.

(Baca juga: Fakta-fakta tentang Kobe Bryant)

Penghormatan Terakhir AS untuk Kobe Bryant

Kobe Bryant merupakan sosok yang setia membela LA Lakers. Selama 20 tahun kariernya di NBA, ia hanya memperkuat klub basket tersebut sampai akhirnya dijuluki One Man Club. Praktis, kepergiannya meninggalkan duka yang amat dalam.

Banyak cara yang dilakukan untuk menunjukkan belasungkawa ini. Sejumlah gedung kenamaan di Amerika seperti Empire State Building, Los Angeles Times, dan Staples Center mengubah tampilan luar bangunannya. Ada yang dengan siluet Kobe Bryant, videotron dirinya, hingga lampu berwarna ungu-oranye khas seragam LA Lakers.

Selain itu, NBA juga menunda pertandingan Lakers yang pada awalnya dijadwalkan main pada tanggal 28 Januari 2020. Pertandingan ditunda untuk menghormati kepergian The Black Mamba, julukan lain Kobe Bryant untuk selama-lamanya.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.