Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Menjadi Freelance atau Karyawan Kantoran? Ini Perbandingannya!

by Vera Khairifah on 22 Januari, 2020

Menjadi freelance atau karyawan kantoran sering menjadi dilema bagi sebagian pekerja. Jika kamu merasakan hal demikian, ini waktunya kamu untuk memikirkan potensi keduanya serta menyesuaikan kedua hal itu dengan kenyamananmu dalam bekerja.

Menjadi Freelance atau Karyawan Kantoran? Ini Perbandingannya

Semua profesi tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Termasuk mengenai pilihan antara menjadi freelance atau karyawan kantoran. Berikut perbandingan keduanya yang mungkin saja bisa membantumu mengambil keputusan atas dilema yang satu ini.

1. Waktu Berinteraksi dengan Orang Lain

Waktu Berinteraksi dengan Orang Lain - Menjadi Freelance atau Karyawan Kantoran Ini Perbandingannya

Karyawan kantoran:

Sebagai karyawan kantoran yang bekerja 5-6 hari dalam seminggu, intensitas pertemuan dan interaksi dengan orang lain tentu akan lebih banyak. Sebab sebagian pekerjaan saat ini membutuhkan kerja bersama tim.

Dengan banyaknya interaksi ini, kemudian akan melahirkan keuntungan lain sebagai karyawan kantoran. Yakni pengetahuan dan kemampuanmu akan lebih cepat ter-upgrade atau meningkat. Karena pengetahuan juga bisa didapatkan dengan mengobrol atau kerja bareng orang lain.

Di sisi lain, terlalu banyak interaksi juga mungkin saja dapat menimbulkan kelelahan pada dirimu. Terutama jika kamu seorang introvert yang membutuhkan waktu sendiri untuk me-recharge diri.

Freelance:

Untuk pekerja freelance, waktu untuk berinteraksi tentu saja akan jauh lebih sedikit, karena mereka bekerja sendiri. Akibatnya, untuk memperbanyak pengetahuan baru dan meningkatkan kemampuan perlu kamu usahakan sendiri.

Misalnya dengan mendatangi seminar, membaca buku atau informasi dari internet dan media sosial, mengikuti pelatihan, dan lain sebagainya. Usaha ini perlu dilakukan agar kualitas diri berkembang dan bisa meningkatkan nilai jual untuk menjadi seorang freelance.

Sebab bagaimanapun, tentu saja kamu harus menjaga eksistensi dan keberlangsungan karir sebagai pekerja freelance.

2. Jam Kerja

Jam Kerja - Menjadi Freelance atau Karyawan Kantoran Ini Perbandingannya

Karyawan kantoran:

Jika kamu masih juga bingung memilih menjadi freelance atau karyawan kantoran, maka bandingkan jam kerja keduanya.

Untuk karyawan kantoran, jam kerja yang sesuai peraturan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI adalah selama 8 jam per hari atau 40 jam per minggu. Dengan hari libur 1 hingga 2 hari.

Jika rumahmu letaknya cukup jauh dengan kantor, maka jumlahkan pula lama perjalanan tersebut. Total dari jam kerja, waktu persiapan menuju kantor, dan lama perjalanan terbilang cukup lama. Apalagi jika kamu bekerja di kota besar dengan tingkat kemacetan yang tak bisa dianggap remeh.

Akibatnya, sisa waktu lain yang seharusnya bisa kita gunakan untuk istirahat lebih atau mengerjakan hal lain jadi terbuang untuk waktu perjalanan. Ini tentu saja masuk ke dalam kerugian bulananmu.

Kemudian jika sebenarnya pekerjaanmu sudah selesai, kamu tetap harus berada di kantor hingga jam pulang yang ditentukan. Peraturan rigid ini wajib kamu patuhi sebagai karyawan kantoran.

Meskipun begitu, memang saat ini sebagian perusahaan menerapkan jam kerja fleksibel, namun tetap mewajibkan karyawannya dating ke kantor walau tidak perlu terlalu on time jam datang dan pulangnya, selama pekerjaan selesai dikerjakan.

Freelance:

Jam kerja pekerja freelance sering kali menjadi hal yang paling bikin menarik karyawan kantoran untuk banting stir. Ya, pekerja freelance memang fleksibel untuk urusan jam kerja. Mereka pun jarang atau bahkan tak perlu datang ke kantor klien yang menyewa jasanya.

Tapi, bukan berarti jam kerja ini melulu bikin nyaman. Ada kalanya pekerja freelance diberi deadline singkat untuk sebuah proyek, sehingga mereka harus mengutamakan pekerjaan itu. Bekerja di akhir pekan juga sangat mungkin dialami pekerja freelance, tanpa uang lembur tentunya.

Jika semua pekerjaan maupun proyek sudah selesai dan disetujui klien, baru deh mereka bebas meliburkan diri atau menolak tawaran pekerjaan untuk sementara waktu untuk berlibur sesukanya.

3. Gaji dan benefit lain

Gaji dan benefit lain - Menjadi Freelance atau Karyawan Kantoran Ini Perbandingannya

Karyawan kantoran:

Soal gaji dan benefit lain, menjadi karyawan kantoran bisa dikatakan lebih menguntungkan. Sebab perusahaan tentu akan memberikan gaji tetap bulanan, uang lembur, dan tunjangan.

Belum lagi dengan benefit lain seperti asuransi kesehatan untuk pribadi maupun keluarga, asuransi tenaga kerja, uang makan harian atau makan siang di kantor, kesempatan cuti, dan lain sebagainya.

Pendapatan dengan nominal yang konstan ini tentu akan mempermudahmu dalam mengatur keuangan bulanan, hingga mampu membayar tagihan atau cicilan. Mengajukan pinjaman pun jadi lebih mudah jika kamu memiliki pendapatan tetap dari bekerja sebagai karyawan kantoran.

Freelance:

Berbeda halnya dengan menjadi pekerja freelance. Pendapatan yang diperoleh berdasarkan setiap proyek yang didapat, dan disesuaikan dengan kuantitas beban kerja yang diminta klien. Hal ini menyebabkan pendapatannya tidak tetap, karena jumlahnya berbeda-beda setiap bulan.

Walau begitu, pendapatan per proyek ini bisa saja berkali lipat dari gaji per bulan karyawan kantoran. Hanya saja, para pekerja freelance harus lebih bijak dalam mengelola pendapatan tersebut agar bisa survive di saat sedang tidak mendapatkan proyek.

Apalagi mereka tidak mendapat benefit lain di luar bayaran proyek. Jadi, pilih menjadi freelance atau karyawan kantoran nih?

(Baca Juga: Pekerjaan Digital Marketing dan Serba-Serbinya yang Perlu Diketahui)
4. Tekanan kerja

Tekanan kerja - Menjadi Freelance atau Karyawan Kantoran Ini Perbandingannya

Karyawan kantoran:

Tekanan kerja saat menjadi freelance atau karyawan kantoran jelas saja selalu ada. Untuk karyawan kantoran, jam kerja yang rutin dengan beban kerja yang padat sangat mungkin membuatnya stres.

Belum lagi jika kamu memiliki hubungan antar-karyawan atau dengan bos yang kurang baik. Akibatnya, hal ini menimbulkan tekanan psikis untukmu.

Freelance:

Sedangkan untuk freelance, potensi tekanan kerja juga tetap ada. Hal ini terjadi karena beberapa hal. Misalnya saat merasa tidak memiliki inspirasi maupun inovasi dalam bekerja karena selalu bekerja seorang diri, kemudian juga tekanan dari klien, deadline yang singkat, atau mungkin proses revisi hasil kerja yang menyita waktu.

Tapi, pekerja freelance akan terbebas dari hal-hal tersebut manakala sebuah proyek sudah selesai dikerjakan. Mereka pun bisa liburan kapan saja tanpa harus memikirkan sisa jatah cuti, atau menunggu datangnya akhir pekan.

5. Waktu libur

Waktu libur - Menjadi Freelance atau Karyawan Kantoran Ini Perbandingannya

Karyawan kantoran:

Ya, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, waktu libur karyawan kantoran umumnya hanya didapat 1 hingga 2 hari per minggu. Jatah libur itu bisa tersedia di akhir pekan maupun di hari kerja (weekdays).

Karyawan kantoran juga hanya mendapat jatah cuti 12 hingga 15 hari setiap tahunnya. Ini harus kamu atur pengajuannya jika tak ingin mendapat potongan gaji. Ini yang membedakan menjadi freelance atau karyawan kantoran.

Freelance:

Sedangkan jika kamu menjadi pekerja freelance, kamu bisa mengatur waktu libur sesuai yang kamu inginkan. Sebagian pekerja freelance juga tak takut mengambil jeda untuk berhenti bekerja sebagai freelance untuk beberapa saat.

Fleksibilitas jam kerja dan waktu libur ternyata terbukti membuat pelaku pekerja freelance lebih bahagia. Ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan di Inggris oleh Brighton University.

KESIMPULAN

Setelah menyimak perbandingan 5 hal di atas, kamu bisa memilih menjadi freelance atau karyawan kantoran. Berikut saran untuk kesimpulan perbandingan tersebut.

Pilih lah menjadi karyawan kantoran, jika kamu sangat suka berinteraksi dengan orang lain, menganggap bekerja di kantor sebagai pemantik semangat (moodbooster), ingin memiliki pendapatan tetap bulanan, seorang yang teratur/sistematis, merasa sedang atau akan memiliki banyak cicilan untuk berbagai kebutuhan, mudah mengatasi stres dan tidak keberatan bekerja dan datang ke kantor setiap hari.

Pilih menjadi freelance, jika kamu lebih suka bekerja sendiri, tak ingin terikat dengan rekan, bos maupun kontrak kerja, lebih butuh banyak me time, kurang suka bekerja dengan tim, merasa membutuhkan banyak waktu untuk orang terdekat maupun usaha yang sedang kamu rintis, ingin bekerja dan libur kapan saja (memiliki kendali waktu sendiri), pintar mengatur keuangan dari gaji tak tetap.

Itu lah perbandingan antara menjadi freelance atau karyawan kantoran. Semua pilihan bergantung dengan kebutuhan dan keinginanmu.

Untuk lebih tahu tentang produk pinjaman dana cepat untuk freelance maupun karyawan kantoran, kamu bisa membandingkan dan mengajukannya melalui CekAja.com.

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast