Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Menyoal Kontroversi Kylie Jenner dalam Daftar Perempuan Terkaya yang ‘Self Made’

by Gito on 16 Juli, 2018

Majalah Forbes baru saja melansir jajaran wanita terkaya di Amerika Serikat yang memulai usahanya dari nol atau self made. Setidaknya terdapat 60 wanita yang masuk dalam predikat tersebut. Namun ada yang menarik dalam daftar tersebut, nama adik Kim Kardashian, Kylie Jenner, selaku pemilik Kylie Cosmetics masuk dalam jajaran wanita terkaya yang memulai usahanya dari nol.

(Dilansir dari akun Instagram)

Bahkan, Kylie didapuk sebagai wanita pengusaha muda terkaya di Amerika Serikat atau America’s Self Made Women dengan total kekayaan mencapai 900 juta dolar AS, atau sekitar Rp12 triliun. Wow!

Adapun daftar tersebut dipimpin oleh Diane Hendricks dengan kekayaan 4,9 miliar dolar AS. Ia memimpin ABC Supply, salah satu distributor grosir terbesar untuk atap, dinding, dan jendela di Amerika. Diane Hendricks mendirikan bisnis dengan mendiang suaminya, Ken, di Beloit, Wisconsin, 36 tahun yang lalu. Dia telah menjalankannya sejak kematian suaminya pada tahun 2007.

Posisi kedua ditempati oleh Marian Ilitch dengan kekayaan 4,3 miliar dolar AS. Ia dan suaminya, Mike, yang meninggal pada Februari 2017, mendirikan Little Caesars Pizza pada tahun 1959. Ia sekarang memiliki jaringan gerai pizza, yang meraup lebih dari 4 miliar dolar AS penjualan tahunan. Dia juga memiliki Detroit Red Wings dan MotorCity Casino Hotel.

Sementara Judy Faulkner menduduki peringkat ke-3 dengan kekayaan 3,5 miliar dolar AS. Ia mendirikan perusahaan penyedia perangkat lunak rekam medis terkemuka di Amerika, Epic, di ruang bawah tanah di Wisconsin pada tahun 1979. Faulkner, seorang programmer komputer, masih menjadi CEO dari perusahaan yang mencatatkan penjualan 2,7 miliar dolar AS pada 2017.

 

Berbicara tentang Kylie Jenner memang tidak dapat dilepaskan dari dunia anak muda. Betapa tidak, di usianya yang baru genap 20 tahun dia sudah menjadi idola bahkan panutan anak muda zaman sekarang.

Sebenarnya Kylie Cosmetics sendiri baru saja diluncurkan pada 2 tahun lalu dengan produk berupa rangkaian lipstik dan juga pensil bibir seharga 29 dolar AS. Namun sekarang perusahaan yang berdiri pada tahun 2016 lalu itu juga sudah memproduksi perona mata, pipi sampai highlighter.

Dari penjualan produk kecantikan, Kylie Jenner berhasil mendulang penjualan hingga 630 juta dolar AS. Bahkan Forbes menaksir perusahaan yang baru didirikannya itu sudah memiliki nilai 800 juta dolar AS atau sekitar Rp11,52 triliun. (Baca Juga : 6 Orang Indonesia Ini Masuk Daftar Manusia Terkaya Versi Bloomberg)

Sistem bisnisnya yang memanfaatkan penuh digitalisasi membuat Kylie Jenner tidak perlu merogoh kocek besar untuk menyewa gedung atau membayar gaji pegawai. Saat ini Kylie Cosmetics tercatat hanya memiliki 7 orang pegawai full time, 5 orang pegawai paruh waktu, sementara untuk proses produksi dan juga packaging diserahkan ke perusahaan penyedia jasa.

Kontroversi

Masuknya Kylie Jenner dalam jajaran wanita pengusaha muda terkaya di AS menuai kontroversi. Pasalnya dalam riset yang dirilis Forbes disebutkan bahwa daftar tersebut didasarkan pada kriteria wanita terkaya yang memulai bisnisnya dari nol. Nama Kylie Jenner pun dipertanyakan dalam jajaran Americas Self Made Women tersebut.

Pasalnya Kylie, yang masuk dalam klan keluarga Kardashian dininlai sudah memilki kekayaan sejak dia lahir. Bagi warga AS, siapa yang tidak mengenal Kylie Jenner. Dia masuk dalam acara serial televisi, “Keeping Up with the Kardashians” yang mengupas tentang kehidupan keluarga Kardashian.

Dengan popularitas tersebut, tentu mudah baginya udah memilki koneksi yang bagus untuk membangun suatu bisnis. Meskipun begitu, masuknya Kylie Jenner dalam jajaran pengusaha wanita terkaya di AS tetap dinilai cukup fenomenal. (Baca Juga : Masih Terbilang Muda, Tiga Bos Media Ini Masuk Jajaran Orang Terkaya Indonesia)

Pasalnya jika berbicara tentang perusahaan yang sudah matang, tolok ukur keberhasilannya adalah dengan membukukan keuntungan, bukan omset penjualan. Namun untuk perusahaan muda yang bertumbuh secara agresif, cukup normal menggunakan instrument penjualan sebagai tolok ukurnya.

Dipilihnya strategi pemasaran yang mengkolaborasikan influencer media sosial sebagai alat distribusinya, merupakan hal yang cukup cerdas. Pasalnya, sebuah studi menyebutkan bahwa setiap dolar yang dihabiskan untuk influencer pemasaran menghasilkan sekitar 8 dolar AS.

Namun, seperti halnya bintang olahraga yang menerima uang dalam jumlah besar lewat sponsor, dan mendapatkan lebih banyak dari hak siar gambar daripada gaji atau biaya turnamen. Kini seseorang bisa menjadi miliarder dalam dua tahun dari menjual makeup karena ia “famous for being famous”.

Tentang Penulis

Jurnalis, penyuka musik britpop, sangat suka dengan dendeng kering.