Merasa Punya Gaji Kecil? Begini Cara Mengelolanya

2 min. membaca Oleh CekAja on

tips atur uang _ investasi - CekAja.com

Setelah menikah kebutuhan terasa makin banyak seperti kebutuhan hidup, rencana beli rumah, mobil, dan siapkan dana pendidikan anak. Bagi pekerja kantoran, naik gaji jadi keinginan. Padahal mengelola gaji jauh lebih penting dari itu.

Saat seseorang masih memiliki status lajang, gaji pas-pasan mungkin saja belum menjadi persoalan. Namun, saat seseorang telah menikah dan kebutuhan semakin banyak, maka persoalan gaji jadi yang kecil jadi masalah serius.

Pada dasarnya, setiap orang perlu melakukan perencana keuangan yang baik agar gajinya tidak terhambur sia-sia. Gaji kecil bukan berarti tidak bisa memenuhi kebutuhan, sementara gaji besar bukan berarti semua masalah keuangan teratasi. Semua kembali kepada orang yang mengelolanya. (Baca: Cara Mudah Mengatur Keuangan Keluarga Buat yang Baru Nikah)

Meskipun seseorang mendapatkan gaji besar, apabila kurang pandai mengaturnya, bisa saja tidak mendapatkan apa-apa alias gaji hanya numpang lewat saja. Ketika harus menghadapi kenyataan gaji yang kecil, coba lakukan beberapa hal ini dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Rencanakan belanja bulanan

Sebelum pergi belanja bulanan, catat dengan teliti apa saja yang perlu dibeli. Setelah berada di tempat belanja, usahakan taat pada catatan sehingga tidak melirik barang-barang di luar daftar yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Selalu cari cara menghemat pengeluaran

Ada banyak cara untuk menghemat pengeluaran. Misalnya saja, masak sendiri, belanja barang bekas layak pakai alias preloved, memanfaatkan kode diskon untuk belanja online, berburu tiket murah saat akan traveling, dan lain sebagainya.  Selagi ada kesempatan untuk berhemat, gunakanlah.

Kejar program rumah subsidi

Hunian yang layak adalah kebutuhan setiap keluarga. Hanya saja, dengan fakta harga properti yang selangit, tak jarang keluarga yang tidak mampu membeli rumah secara tunai. Jangankan tunai, tak sedikit yang untuk membeli rumah secara kredit saja tidak sanggup, karena uang muka dan cicilannya terlalu berat. (Baca: 7 Tips Cari Perumahan Murah dengan Harga Terjangkau)

Bagi pemimpin rumah tangga yang gajinya masih minim, janganlah minder dan merasa tidak akan bisa membeli rumah idaman. Saat ini pemerintah tengah gencar menggenjot program rumah murah bersubsidi. Dengan mengambil KPR rumah subsidi, masyarakat bisa mendapatkan rumah dengan uang muka terjangkau dan cicilan flat di kisaran Rp800.000 – Rp900.000-an saja per bulannya.

Tahan diri untuk berutang

Terlalu banyak membayar utang setiap bulannya jelas akan mengganggu arus kas keluarga. Dalam perencanaan keuangan, seringkali terdapat anjuran bahwa cicilan utang sebaiknya tidak melebihi 30% dari penghasilan.

Apa tujuannya? Agar keuangan tetap sehat. Dengan rasio semacam itu, membayar cicilan akan lancar dan kebutuhan lainnya tetap terpenuhi. Karena itu, sebelum berutang, pikirkan matang-matang agar tidak terbebani cicilan yang memberatkan.

Menabung emas

Dengan gaji pas-pasan, ketika mendengar kata investasi, mungkin akan langsung menggelengkan kepala. “Boro-boro investasi, untuk makan saja masih kurang?”, pemikiran semacam ini bisa timbul di kepala.

Namun, jangan langsung mundur, Pegadaian memiliki program tabungan emas. Program tersebut cocok untuk mereka yang tak mampu membeli emas secara tunai. Setoran minimal tabungan emas ini sangat terjangkau, yaitu setara 0,01 gram sesuai kurs harian emas Pegadaian atau Rp5.000-an saja.

Jangan lupakan dana darurat

Agar terhindar dari utang, kumpulkan [c88-article id=”92984″ title=”dana darurat” text=”dana darurat”] meskipun penghasilan pas-pasan. Setiap bulan, sisihkan penghasilan agar terkumpul dana darurat dalam jumlah yang memadai. Dana darurat akan bermanfaat ketika terjadi sesuatu yang di luar dugaan.

Celengan receh

Setiap mendapatkan uang receh kembalian, jangan letakan di sembarang tempat. Sediakan wadah khusus untuk menampung uang receh, lama kelamaan bisa terkumpul dalam jumlah lumayan.

Berburu penghasilan tambahan

Apabila gaji tak juga mengalami peningkatan, segeralah berusaha memperbaiki situasi. Selagi masih ada waktu luang, cobalah untuk mencari peluang mendapatkan penghasilan tambahan, misalnya dengan membuka toko online.

Tentang kami

CekAja

CekAja