Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Meski Masih Anak-anak, Mereka Berhasil Kaya Lewat Bisnisnya

by Ariesta on 13 Mei, 2016

miliarder cilik - CekAja.com

Menjadi kaya di usia muda adalah keinginan banyak orang. Bisa membeli rumah untuk bekal berkeluarga, bisa memberangkatkan orangtua berhaji, atau bisa keliling dunia di saat tubuh masih kuat dan prima, bisa dilakukan jika penghasilan kita sepuluh bahkan seratus kali lipat penghasilan rata-rata orang berusia awal 20-an.

Tapi bagi sebagian orang, tidak perlu menunggu sampai usia 20-an untuk menjadi kaya. Mereka bisa menghasilkan puluhan juta bahkan miliaran justru di usia belia. Mereka juga membuktikan tidak ada kata terlalu muda untuk memulai bisnis.  Siapa saja para kidpreneur tersebut?

Mikaila Ulmer

mikaela

Umur: 11 tahun

Founder: Me & the Bees Lemonade

Semuanya berawal saat Mikaila disengat lebah. Kedua orangtua dan guru Mikaila mendaftarkannya ke kompetisi wirausaha saat dia berusia empat tahun. “Di saat yang sama, aku disengat lebah dua kali dalam seminggu,” ia bercerita. “Apakah ini sebuah pertanda?”

Nenek Mikaila kemudian membantu cucunya mengatasi rasa takut kepada lebah dengan memberikannya buku resep untuk membuat minuman campuran madu dan lemon. “Aku mencari tahu tentang lebah dan menemukan bahwa keberadaan mereka sangat penting bagi ekosistem. Lalu aku menciptakan produk untuk melindungi para lebah.”

Produk tersebut dinamai Me & Bees Lemonade. Produk Mikaela berupa minuman berbahan lemon dan madu yang madunya diambil dari lebah lokal. Setiap keuntungan dari botol yang terjual akan disisihkan untuk organisasi pelestarian lebah. Sekarang ini produk Mikaela telah dijual di seluruh jaringan supermarket Whole Foods di bagian tenggara Amerika. (Baca juga: Kalau Kamu Calon Pebisnis Sukses, Wajib Baca Artikel Ini)

Yang disukai Mikaela dari menjadi kidpreneur:

“Dapat bertemu banyak orang hebat. Aku senang pergi ke event berbeda untuk berbagi cerita mengenai penyelamatan lebah.”

Saran Mikaela untuk para entrepreneur:

“Jadilah sosial entrepreneur. Lakukan sesuatu untuk membantu menyelesaikan masalah lingkungan. Jangan terjun ke bisnis hanya karena uang. Ciptakan bisnis yang memang dibutuhkan oleh alam atau bisa menolong orang-orang.”

Erik Finman 

erik

Umur: 17 tahun
Founder: Botangle.com
Saat masih kecil Erik Finman sering pindah-pindah sekolah dan sering dibully baik secara fisik maupun emosional. Tidak hanya oleh teman tapi juga guru. Seorang guru bahkan menyuruhnya drop out karena dia tidak bisa apa-apa.

Erik memang drop out dari sekolah, tapi bukan  berarti dia berhenti belajar. Pengalaman kelam ini mendorongnya untuk menciptakan sistem pendidikan bagi anak-anak yang tidak cocok dengan sistem pendidikan di sekolah umum. (Baca juga: 5 Trik Jadi Pekerja Freelance yang Sukses dan Kaya Raya)

Tepatnya di usia 15 tahun, Erik membuat video tutor berbayar. Tak disangka layanan tersebut ternyata sangat diminati. Berbekal uang US$100.000 yang diperolehnya dari hasil investasi dini di Bitcoin investment, Erik mendirikan sebuah startup.

Yang disukai Erik dari menjadi kidpreneur:

“Hal yang paling menyenangkan adalah tidak perlu pergi ke sekolah. Aku punya kebebasan untuk jalan-jalan, bertemu orang-orang penting, dan mengerjakan apa yang aku suka.”

Saran Erik untuk para entrepreneur:

“Lakukan apa yang kamu suka, bangun apa yang kamu ingin bangun, dan pergi ke manapun kamu ingin pergi.” (Baca juga: Rugi, Kalau Harus Menunda Berbisnis di Usia Muda! Ini Alasannya)

 

Bella Weems

bella

Umur: 19 tahun

Founder: Origami Owl

Meski masih berusia 14 tahun, Bella telah berhasil menyulap passion di bidang kerajinan perhiasan menjadi bisnis. Dia mulai berbisnis saat orangtuanya berkata tidak akan membelikannya mobil. Kata-kata orangtuanya ini dijadikan motivasi untuk mencari uang sendiri. Dan di usia 16 tahun, Bella sudah mengendarai mobil yang dibeli dari uang sendiri.

Produk Origami Owl memperbolehkan kostumer untuk membuat perhiasan mereka sendiri dengan memilih rantai, mute, hingga kristal swarovski. Perusahaan Bella juga menjual cincin, gelang, dan aksesoris lainnya. Kini Bella memiliki ratusan karyawan dan dengan bangga menyebut kostumernya sebagai desainer perhiasan. Dia juga aktif menjadi pembicara bagi pebisnis usia 12-17 tahun. (Baca juga: Jika Mau Bisnismu Sukses, Setop Lakukan 6 Hal Terlarang Ini)

Yang disukai Bella dari menjadi kidpreneur:

“Bagian terbaik dari menjadi kidpreneur adalah bisa memotivasi anak-anak di segala usia agar tidak takut menggapai mimpi mereka. Dan jangan biarkan orang lain menilaimu tidak pandai atau idemu tidak bagus.”

Saran Bella untuk para entrepreneur:

“Kelilingi diri dengan orang-orang yang memercayaimu, ikuti kata hati, dan selalu ingat kalau kamu tidak terlalu muda untuk mencapai mimpi. Tidak semua yang direncanakan bisa terwujud tapi jangan khawatir. Apapun yang terjadi, tetaplah tersenyum dan nikmati setiap prosesnya.”

Alina Morse

alina

Umur: 10 tahun

Founder: Zollipops

Alina sangat beruntung. Di usianya yang masih belia, dia telah mengunjungi Gedung Putih dua kali. Kunjungannya tersebut bukan sebagai turis, tapi sebagai tamu resmi yang diundang secara langsung oleh First Lady Michelle Obama.

Ini karena permen yang diproduksi Alina menjadi hidangan paskah Gedung Putih. Apa istimewanya Zollipops, permen yang dibuat Alina? Ini karena Alina memakai bahan alami seperti xylitol, sirup maltitol, jus beetroot, tanpa menambahkan gula. “Aku sangat suka permen,” kata Alilna, “tapi aku tahu permen tidak baik untuk gigi. Karena itu aku menciptakan Zollipops, lolipop enak tanpa merusak gigi.”

Dengan modal US$7.500 dari kakek dan neneknya, kini Zollipops tersedia di seluruh cabang supermarket Whole Foods dan SuperValu, serta dapat dipesan online di  Amazon. Tak hanya sukses berbisnis, Alina juga berjiwa sosial. Dia menyumbangkan 10 persen dari keuntungan Zollipops untuk membantu organisasi yang menangani kerusakan gigi pada anak-anak. (Baca juga: Mereka Miliarder yang Jatuh Miskin Karena Sumbangkan Seluruh Kekayaannya)

Yang disukai Alina dari menjadi kidpreneur:

“Hal yang paling menyenangkan adalah bisa jalan-jalan, bertemu banyak orang, dan mengunjungi banyak tempat.”

Saran Alina untuk para entrepreneur:

“Selalu membiasakan diri bertanya. Kamu bisa melakukan apapun jika bekerja keras, mencoba, percaya pada diri sendiri, dan tentu saja tidak menyerah.”

Tentang Penulis