Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mi Instan Indonesia Dinobatkan Jadi Makanan Terlezat di Dunia!

by Gito on 11 November, 2019

Kita sebagai anak bangsa patut berbangga hati atas diraihnya penghargaan  produk Indonesia di dunia. Baru-baru ini, produk yang juga sudah tersohor di tanah air ini berhasil menyabet penghargaan sebagai mi instan terlezat di dunia versi LA Times. Siapa lagi kalau bukan Indomie.

mi instan terlezat di dunia

Meskipun bukan negeri yang melahirkan budaya makan mie, jumlah penikmat adonan tepung nan kenyal ini cukup banyak di Indonesia. Berdasarkan data World Instant Noodle Associations (WINA), Indonesia menduduki posisi kedua di dunia sebagai populasi terbesar yang mengonsumsi mi instan.

Pada tahun 2018 saja, sebanyak 12,54 miliar porsi mi instan habis dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Jika menghitung total populasi masyarakat yang mencapai 269 juta jiwa di 2018, artinya orang Indonesia mengonsumsi 1 dos mi instan setiap tahunnya.

Adapun posisi teratas diduduki oleh China yang mengonsumsi sebanyak 40,25 miliar mi instan dalam setahun. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 1,43 miliar jiwa, artinya setiap orang di China rata-rata memakan mi instan sebanyak 28 bungkus setiap tahunnya.

Bagi kamu yang menggilai makanan instan pasti tidak asing akan merek Indomie. Mi instan yang begitu melegenda besutan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk itu sudah ada sejak tahun 1972 silam dengan rasa pertama kaldu ayam.

Untuk varian Indomie Mi Goreng BBQ Chicken berhasil menduduki posisi puncak untuk mi instan terlezat di dunia. Mengalahkan Samyang Hot Chicken asal Korea dan Sapporo Ichiban Ramen asal Tokyo, Jepang yang merupakan negara kelahiran budaya makan mi.

(Baca juga: 6 Kuliner Seafood yang Enak dan Murah di Semarang, Dijamin Bikin Ngiler!)

Candu itu dinamakan Indomie

Ibarat kecanduan, rata-rata orang yang memakan mi instan Indomie memang akan tergila-gila akan cita rasanya. Bahkan saking tingginya permintaan akan Indomie, Indofood selaku produsen terus menuai keuntungan yang berarti.

Hingga kuartal tiga tahun ini saja, segmen bisnis penjualan mi instan perusahaan masih menyumbang porsi terbesar dalam total penjualan. Yakni mencapai 66,07% atau sekitar Rp 21,66 triliun.

Tidak hanya di level domestik saja, Indomie sudah melanglang buana ke beberapa negara lain. Tidak kurang sebanyak 60 negara menjadi langganan ekspor mi instan yang dikenal dengan jargon Indomie Seleraku ini.

Jika kamu pergi ke Amerika Serikat, di pasar swalayan milik Asia kamu akan mudah menemukan Indomie dengan beragam rasa.

Adapun pasar kunci dalam tujuan ekspor Indomie selama ini adalah Australia, Irak, Papua Nugini, Hong Kong, Timur Leste, Yordania, Arab Saudi, Amerika Serikat, Selandia Baru, Taiwan, dan negara-negara lain di Eropa, Afrika, Timur Tengah, juga Asia.

Di Afrika, pada tahun 2016 lalu Indomie sempat dinobatkan sebagai produk mi instan yang paling banyak dipilih. Hal itu membuktikan, bahwa terdapat keseragaman bahasa tentang Indomie di belahan manapun.

(Baca juga: Fakta-fakta Menarik Indomie, dari Produk Anyar Hingga Donat Indomie!)

Mi bukan dari Indonesia

Meskipun negeri ini masuk dalam populasi kedua terbesar di dunia yang mengonsumsi mi instan, tetapi budaya makan mi bukanlah lahir dari Indonesia.

Mi sudah dikenal sejak zaman puluhan masehi dulu. Tepatnya di China, antara tahun 25 hingga 220 masehi. Kata mi sendiri berasal dari bahasa Hokkian “mian”. Sementara noodle, bahasa inggris dari mi brasal dari bahasa Jerman yakni nudel.

Namun ada juga sumber yang menyatakan noodle berasal dari akar kata latin nodus yang berarti simpul. Hingga kemudian pada tahun 1958, Momofuku Ando, pria asal Jepang menciptakan mi instan pertama di dunia melalui perusahan miliknya Nissin.

Produksi mi instan pertama adalah Chicken Ramen rasa ayam. kemudian di tahun 1971, Nissin mengenalkan mi dalam gelas dengan merek Cup Noodle.

Kemunculan mi instan sejatinya mendobrak tradisi dan budaya yang sudah ada. Pasalnya dulu mi dikenal sebagai produk makanan yang harus dimasak dan dibuat dalam waktu lama.

Selain itu, makanan ini juga tidak bisa tahan lama. Jadi hadirnya Nissin juga secara tidak langsung ikut merubah budaya masyarakat yang ada.

Tidak hanya di Jepang, 10 tahun berselang setelah kemunculan mi instan di Jepang, pada tahun 1968 di Indonesia muncul merek mi instan pertama yang dikenal dengan nama Supermie.

Saat ini perkembangan mi instan terus mengalami pergerakan yang positif. Jika dulu hanya dikenal rasa soto, kaldu ataupun kari. Sekarang kamu bisa menemukan ragam varian rasa mi instan, hingga rasa makanan ringan dan juga rendang sekalipun ada di dalam salah satu varian rasa mi instan.

Nah kamu ingin sesukses Indomie? Mulailah berpikir untuk melakukan wirausaha. Jangan takut soal modal, ajukan di CekAja.com

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit