Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Miliarder Jack Ma Minta Karyawannya Kerja 12 Jam Sehari

by Gentur Putro Jati on 15 April, 2019

Jack Ma, pria terkaya nomor 2 di China dan ke-21 dunia dengan total harta mencapai USD37,3 miliar meminta seluruh karyawan di grup e-commerce Alibaba miliknya untuk bekerja 12 jam sehari, 4 jam lebih lama dari rata-rata jam kerja perusahaan pada umumnya.

jack ma _ investasi - CekAja.com

Dikutip dari The Strait Times, Minggu (14/4), permintaan Ma itu disampaikannya dalam rapat internal kepada seluruh karyawan e-commerce terbesar di negara Tirai Bambu. Ma menyodorkan skema kerja 9-9-6 alias bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam selama 6 hari dalam seminggu.

Mantan guru bahasa Inggris yang banting setir dengan mendirikan startup Alibaba itu mengatakan, perusahaannya tidak mencari karyawan biasa yang hanya mampu bekerja 8 jam sehari.

(Baca juga: Belajar Kaya Raya dari Jack Ma, Si Manusia Rp500 Triliun)

“Bekerja 9-9-6 adalah sebuah kehormatan besar. Jika bergabung dengan Alibaba, kamu harus siap bekerja 12 jam sehari, jika tidak, mengapa kamu bergabung?” katanya.

Contoh kesuksesannya

Ma berkeyakinan, hanya dengan bekerja keras maka kesuksesan akan datang menghampiri. Seperti yang ia lakukan saat merintis Alibaba pada 1999 silam.

“Semua orang ingin sukses, punya hidup yang menyenangkan, ingin dihormati. Jika kamu tidak menghabiskan lebih banyak waktu dan energi untuk bekerja daripada orang lain, bagaimana bisa mencapai kesuksesan?” katanya.

Ma menambahkan, dirinya tidak pernah menyesal karena bekerja selama 12 jam dalam sehari untuk mencapai kesuksesan yang ia raih saat ini.

Meski baru saja diumumkan kemarin, namun rencana kontroversial Jack Ma memperpanjang jam kerja karyawannya sudah mendapat penolakan dari dalam.

Salah satu karyawan yang menolak menyebutkan namanya menulis kolom di koran People’s Daily, dan menyatakan pemberlakuan skema 9-9-6 yang membuat seseorang harus bekerja sepanjang 72 jam dalam seminggu melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan China yang menetapkan jam kerja tidak boleh lebih dari 40 jam seminggu.

“Lembur yang dipaksa itu sama sekali tidak akan meningkatkan daya saing bisnis perusahaan dan pasti akan merusak kemampuan perusahaan untuk berinovasi,” kata pekerja tersebut.

Tidak manusiawi

Sementara, warga China lain yang menulis kolom di Weibo mengomentari rencana penambahan jam kerja di Alibaba itu dengan menyebutnya sebagai omong kosong.

“Terlalu bayak omong kosong, dan bahkan tidak disebutkan apakah perusahaan akan memberikan kompensasi untuk lembur karena 9-9-6,” tulisnya.

Postingan tersebut memancing banyak komentar susulan. “Para bos melakukan 9-9-6 karena mereka bekerja untuk diri mereka sendiri dan kekayaan mereka bertumbuh. Sementara kami bekerja 9-9-6 karena kami dieksploitasi tanpa kompensasi lembur,” tulis yang lain.

Senada dengan para pekerja di China, Bhima Yudhistira, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan bahwa menyuruh seseorang untuk bekerja hingga 12 jam per hari akan membuat kualitas hasil pekerjaan menurun dan tidak efektif.

Lebih fleksibel

Padahal menurutnya, dalam tren ekonomi digital dewasa ini tidak perlu lagi kerja fisik dengan waktu yang lama. Seharusnya pekerja diarahkan ke pekerjaan yang efisien dan efektif, dan perusahaan harus lebih menonjolkan fleksibilitas bagi karyawannya.

“Kita harusnya kerja lebih efisien dan efektif kerja dimanapun bisa nggak harus di kantor dan jam kerja pun relatif fleksibel. Jadi ke arah kerja cerdas, efisien, targetnya tercapai performa bagus, itulah tren kerja yang diminati sekarang,” ungkap Bhima.

Menurutnya, penerapan jam kerja panjang hanya cocok diterapkan pada negara dengan sektor manufaktur yang mendominasi.

“Dengan jam kerja sepanjang itu, kita sama saja kembali ke era 80-an, di mana sektor manufaktur mendominasi,” katanya.

(Baca juga: Benarkah Barang Palsu Lebih Baik daripada Barang Asli? Ini Kata Jack Ma)

Nah, dengan kondisi jam kerja 9-9-6 seperti diinginkan Jack Ma, apakah kamu masih terobsesi untuk bisa bekerja di grup Alibaba? Mengapa tidak meniru jejak suksesnya saja merintis startup e-commerce, dari pada harus menghabiskan separuh dari waktu yang tersedia dalam sehari untuk bekerja?

Kalau kamu belum memiliki modal, ajukan pinjaman modal sesuai kebutuhan lewat CekAja.com. Bentuknya bisa Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau modal khusus Usaha Kecil Menengah (UKM). CekAja sekarang!

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami