Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

by Vera Khairifah on 2 Juli, 2020

Berbagai mitos tentang kesehatan yang berkembang di masyarakat pasti sering kita dengar. Tapi, kamu juga perlu mengetahui fakta kebenaran mitos tersebut. Berikut kami jelaskan beberapa mitos tentang kesehatan beserta fakta kebenarannya.

5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Mitos merupakan suatu hal yang dipercaya oleh sekelompok orang tertentu, dan kemudian berkembang luas di masyarakat meskipun belum bisa dipastikan kebenarannya.

Padahal hakekatnya, sebuah kepercayaan harus dibuktikan dengan berbagai fakta. Terutama mitos yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang harus dibuktikan melalui cabang ilmu tertentu.

Demikian pula dengan mitos tentang kesehatan. Sebagian penyebutan nama penyakit, penyebab, serta cara mengobati suatu penyakit belum bisa dibuktikan kebenarannya secara sains. Nah, untuk menambah wawasanmu, simak fakta kebenaran dari mitos tentang kesehatan berikut ini.

1. Udara Dingin Sebabkan Pilek

Udara Dingin Sebabkan Pilek - 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Mitos tentang kesehatan yang satu ini bisa dibilang sangat terkenal. Para orang tua kerap mencegah anaknya untuk bermain air hujan atau berenang terlalu lama dengan alasan dapat memicu pilek bahkan flu.

Padahal, munculnya lender yang menyumbat rongga hidung alias pilek disebabkan oleh virus. Pilek juga merupakan gejala dari infeksi virus yang bisa mengakibatkan keluhan lanjutan yakni penyakit influenza (flu).

Lalu, mengapa sebagian orang terbukti pilek saat berada di tempat dengan suhu udara dingin? Itu bisa disebabkan oleh tingkat imunitas setiap orang yang berbeda, atau sebagai bentuk reaksi terhadap alergi dengan tempat bersuhu udara dingin.

Jadi, orang yang tidak memiliki alergi dengan udara dingin dipastikan tertular virus yang mengakibatkan pilek saat berada di tempat bersuhu udara dingin. Mereka dipastikan terkena virus karena berada di ruangan terbuka terlalu lama.

Para ahli kesehatan membuktikan bahwa penyebaran virus lebih berpeluang besar terjadi di luar ruangan terbuka.

(Baca Juga: Jaga Kesehatan Dengan Cuci Hidung, Efektif Cegah Penularan Virus)
2. Masuk Angin dan Kerokan

Masuk Angin dan Kerokan - 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Ngaku deh, kamu pasti pernah merasakan keluhan rasa tak nyaman di bagian perut yang biasa kalian sebut dengan masuk angin, kan?

Kalau sudah begini, kebanyakan orang biasanya menyarankan untuk segera melakukan kerokan untuk mengeluarkan angin dengan cepat. Baik dalam bentuk pembuangan gas alias kentut atau dengan bersendawa.

Padahal, sebutan masuk angin tidak pernah ada dalam istilah kedokteran. Ini hanyalah gejala umum yang biasa dikeluhkan orang Indonesia ketika merasa nyeri perut dan perut kembung, disusul dengan badan yang menggigil kedinginan, muncul rasa mual, sakit kepala, demam dan lain sebagainya.

Secara medis, masuk angin disebabkan oleh menurunnya imunitas tubuh, sehingga rentan oleh virus dan bakteri. Bukan karena paparan angin, hujan atau suhu udara dingin. Tapi, di musim hujan, kurangnya sinar matahari yang mengandung vitamin D bisa menyebabkan keluhan masuk angin ini.

Kerokan sendiri sebenarnya bukan solusi pengobatan yang disarankan. Menggosok dan menekan permukaan kulit justru malah bisa menyebabkan nyeri.

Warna merah yang muncul pada kulit menandakan adanya pembuluh darah halus yang pecah. Ini bisa berakibat fatal jika terjadi infeksi lokal melalui pembuluh darah yang pecah tersebut.

Solusi tepat untuk mengatasi keluhan seperti masuk angin adalah dengan beristirahat, minum air hangat, dan minum obat penurun panas (jika dibutuhkan).

3. Diet Bakal Efektif Tanpa Nasi

Diet Bakal Efektif Tanpa Nasi - 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Sebagian orang meyakini bahwa diet sebagai upaya menurunkan berat badan akan jauh lebih cepat jika tidak mengonsumsi nasi sama sekali. Mitos tentang kesehatan ini tidak sepenuhnya benar.

Karbohidrat yang mengandung gula sangat penting sebagai sumber energi tubuh. Nasi putih merupakan salah satu sumber karbohidrat yang mudah diserap tubuh, tetapi tidak menyimpan energi lebih lama.

Untuk menyukseskan dietmu, pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, baby potato, atau gandum. Karbohidrat kompleks membantumu merasa kenyang dan bertenaga lebih lama. Sehingga tak perlu lagi makan makanan tambahan seperti nyemil lagi.

(Baca Juga: 5 Bahaya Tidur dengan Lampu Terang)
4. Pendarahan Selaput Dara Saat Malam Pertama

Pendarahan Selaput Dara Saat Malam Pertama - 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Satu lagi mitos tentang kesehatan yang juga berkaitan dengan isu keperawanan wanita. Banyak orang yang menilai bahwa setiap wanita akan mengalami pendarahan akibat selaput dara yang robek saat berhubungan intim pertama kali. Selaput dara sendiri merupakan membran tipis yang menutupi bukaan vagina.

Faktanya, tidak semua wanita terlahir dengan memiliki selaput dara. Kemudian, selaput dara yang robek akibat berhubungan intim pertama kali bisa saja mengeluarkan darah dengan jumlah yang agak banyak sehingga kasat mata, atau hanya keluar bercak darah yang sangat sedikit sehingga tak kasat mata, maupun tidak mengeluarkan darah sama sekali.

Jadi, anggapan bahwa wanita yang tidak mengalami pendarahan saat malam pertama adalah tidak perawan sangat amat tidak bisa dipastikan kebenarannya. Sejauh ini pun ahli kesehatan tidak menyarankan publik untuk percaya pada tes keperawanan dengan metode pemeriksaan apapun.

5. Konsumsi Daging Kambing Picu Hipertensi

Konsumsi Daging Kambing Picu Hipertensi - 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Mitos tentang kesehatan yang terakhir adalah soal mengonsumsi daging kambing yang diyakini sebagai penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Sebenarnya, hal ini keliru karena penyebab hipertensi adalah konsumsi garam dalam jumlah yang berlebihan secara terus menerus. Daging kambing bukan penyebab dari penyakit ini.

Namun, mengonsumsi daging kambing memang dapat memicu efek termogenik. Yakni sensasi hangat pada tubuh yang dihasilkan proses metabolisme setelah mengonsumsi daging kambing. Sensasi hangat ini sering disalahartikan sebagai tanda naiknya tekanan darah.

Hipertensi bisa terjadi atau kambuh akibat mengonsumsi daging kambing yang dimasak dengan proses yang panjang dengan garam serta bumbu lain yang banyak.

Itulah sederet mitos tentang kesehatan beserta fakta kebenarannya. Jangan hanya menjaga asupan nutrisi dan memperluas pengetahuan tentang ilmu kesehatan, kamu juga harus melindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Di CekAja.com, kamu bisa membandingkan berbagai produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhanmu. Tersedia asuransi kesehatan premi murah, dengan nilai uang pertanggungan yang menguntungkan.

Proses pengajuan dijamin mudah, karena dilakukan dengan sistem online. Yuk, cek, bandingkan, dan ajukan sekarang juga!

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast