13 Mitos yang Membatalkan Puasa Ini Sering Bikin Bingung, Cek Faktanya!

Mitos yang membatalkan puasa sering kali muncul setiap bulan Ramadhan datang. Padahal, tidak semuanya merupakan hal yang benar. Yuk, cari tahu kebenarannya berikut ini.

Puasa di Bulan Ramadhan adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Ibadah ini pun memiliki aturan soal hal-hal yang dilarang dilakukan selama pelaksanaannya. Seperti dilarang makan dan minum, memiliki nafsu syahwat, keluarnya darah karena haid dan nifas, dan lain sebagainya.

Meskipun sudah ada aturan umum yang jelas, namun masih ada pula mitos yang membatalkan puasa yang membuat banyak orang bingung. Berikut ini kebenaran dari berbagai mitos yang membatalkan puasa.

1. Menangis

Mitos yang membatalkan puasa yang pertama adalah menangis. Menangis adalah respon tubuh ketika mendapatkan rangsangan emosional (sedih atau bahagia), maupun rangsangan zat tertentu seperti saat memotong bawang.

Proses keluarnya cairan bening seperti air dari mata ini kerap dianggap membuat puasa kita batal. Enggak sedikit orang yang percaya dengan mitos yang membatalkan puasa ini.

Faktanya, menangis tidak membatalkan puasa karena cairan yang keluar bukanlah kotoran yang masuk ke kategori najis. Kecuali jika kamu dengan sengaja menelan air mata saat menangis, barulah puasa yang dijalankan akan batal.

2. Keramas

Kedua, ada keramas yang juga menjadi mitos yang membatalkan puasa. Banyak orang yang mempercayainya lantaran keramas dianggap menjadi upaya menyegarkan diri saat lelah menjalankan puasa.

Juga, karena masuknya air ke sela-sela pori-pori kepala. Sehingga aktivitas mencuci rambut ini dianggap membuat ibadah puasa tidak sah.

Kenyataannya, tidak ada hadist maupun ajaran yang membenarkan hal ini. Sebab, Allah SWT justru mewajibkan umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan.

Keramas yang dilakukan saat puasa tidak akan membatalkan puasamu selama niatnya adalah untuk membersihkan diri, bukan sambal menelan air pancuran saat mandi, ya!

3. Kumur-Kumur

Masih tentang kegiatan yang berkaitan dengan air, kumur-kumur juga masuk ke dalam daftar mitos yang membatalkan puasa.

Saat puasa, tentu kita tetap wajib menjalankan ibadah sholat lima waktu, bahkan mengusahakan ibadah sholat sunnah lainnya.

Nah, banyak orang yang ragu untuk berkumur saat wudhu sebelum menunaikan sholat, lantaran hal ini dianggap membatalkan puasa.

Tentu saja ini adalah mitos. Karena berkumur hanya mencuci area mulut, tidak masuk ke kerongkongan. Dan sama seperti keramas, berkumur juga tindakan untuk menjaga kebersihan.

Sehingga hal ini diperkenankan selama menjunjung niat untuk membersihkan diri, dan air tidak tertelan dengan sengaja.

4. Gosok Gigi

Kamu pasti sering merasa kurang nyaman dengan bau mulut yang diakibatkan dari berpuasa. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggosok gigi dengan sikat dan pasta gigi. Tapi, apakah ini membatalkan puasamu?

Jawabannya, tidak. Sebab, gosok gigi juga merupakan tindakan untuk membersihkan diri di area mulut tanpa masuk ke kerongkongan.

Meskipun begitu, rasa dan sensasi segar yang ditimbulkan dari pemakaian pasta gigi memang dianggap makruh. Jadi, lebih baik jika kamu menggosok gigi setelah sahur, dan setelah berbuka puasa.

(Baca Juga: 8 Manfaat Konsumsi Kurma saat Berbuka Puasa yang Kaya Serat)

5. Disuntik

Kondisi kesehatan setiap orang memang tak bisa diprediksi. Pada kondisi tertentu, tindakan penyuntikan obat maupun memasukkan cairan makanan harus dilakukan untuk proses pengobatan.

Disuntik adalah salah satu mitos yang membatalkan puasa yang benar adanya. Ini menjadi fakta, karena cairan suntikan masuk ke aliran darah, kemudian menggantikan cairan tubuh.

Maka dari itu, disuntik sebaiknya dilakukan di luar waktu puasa. Jika kamu diharuskan untuk disuntik saat puasa untuk alasan kesehatan atau kondisi darurat, maka kamu bisa mengganti puasamu di hari lain di luar bulan Ramadhan.

6. Donor Darah

Donoh darah biasanya dilakukan sebagai kegiatan rutin untuk menyumbangkan darah ke orang yang membutuhkan. Di bulan Ramadhan, kamu ternyata tetap bisa melakukannya karena mitos yang membatalkan puasa ini tidak benar.

Ya, donor darah atau tindakan pengambilan darah untuk sampel tidak akan membatalkan puasamu. Sebab, darah yang keluar adalah darah bersih, dan tidak ada cairan yang disuntik masuk ke aliran darahmu saat proses pengambilan darah terjadi.

Yang perlu diingat adalah, kamu harus memastikan bahwa kondisi kesehatanmu baik, memadai atau sesuai dengan kriteria pendonor. Sehingga kegiatan mendonorkan darah atau pengambilan sampel darah tidak akan membuatmu lebih lemas, atau malah jatuh sakit di tengah ibadah puasa.

7. Meneteskan Obat Tetes Mata

Buat kamu yang rentan mengalami iritasi ringan pada mata atau terbiasa menggunakan softlens, obat tetes mata pasti selalu digunakan.

Ini juga menjadi mitos yang membatalkan puasa, karena masuknya cairan melalui mata. Apakah itu benar? Jawabannya, salah.

Sebab, cairan obat tetes mata hanya masuk melalui mata yang bukan merupakan sarana untuk makan dan minum. Pada kondisi yang penting serta darurat, meneteskan obat tetes mata saat puasa diperbolehkan.

8. Berbohong

Segala tindakan tercela sudah seharusnya kita hindari kapan saja, apalagi di bulan suci ini. Berbohong dianggap sebagai mitos yang membatalkan puasa, karena sebenarnya tindakan ini bukan benar-benar membuat puasa batal, melainkan mengurangi pahala puasa yang sudah kamu tunaikan.

Setelah seharian berpuasa dengan letih menahan makan dan minum serta hawa nafsu lainnya, kamu pasti enggak mau dong pahala yang didapat akan berkurang karena kamu berbohong?

Makanya, sudah sepatutnya kita menjaga sifat jujur dimana pun dan kapan pun.

9. Tidak Sengaja Makan atau Minum

Hayo, siapa di antara kalian yang sering lupa makan dan minum tanpa disengaja saat masa awal puasa? Mitos yang membatalkan puasa ini sering bikin banyak orang ragu untuk meneruskan puasanya.

Padahal, puasa yang dijalani tidak akan batal, asalkan kamu segera berhenti makan dan minum begitu teringat sedang berpuasa. Kemudian, kamu diperbolehkan melanjutkan kembali ibadah puasa tersebut sampai waktu berbuka yang ditentukan.

(Baca Juga: 10 Menu Buka Puasa untuk Penderita Diabetes yang Aman Dikonsumsi)

10. Kentut

Mitos yang membatalkan puasa selanjutnya adalah kentut atau buang angin. Entah bermula dari mana, namun mitos yang satu ini meluas di berbagai daerah dan tidak sedikit orang yang mempercayainya.

Kentut tentu saja tidak membatalkan puasa. Tidak ada ajaran sah yang menyebutkan bahwa kentut adalah hal yang membuat puasa batal. Jadi, kamu enggak perlu menahan kentut sampai maghrib.

11. Menelan Ludah atau Dahak

Tak hanya beberapa hal di atas, menelan ludah maupun dahak juga disebut-sebut sebagai mitos yang membatalkan puasa.

Faktanya, ludah atau dahak yang memang berasal dari area mulut dan kerongkongan tidak bakal membatalkan puasamu. Dahak yang merupakan sumber penyakit seperti batuk, justru harus dikeluarkan.

12. Mengorek Telinga dan Hidung

Ada lagi nih mitos yang membatalkan puasa yang sering membuat orang kebingungan. Yakni mengorek telinga dan hidung.

Mengorek kuping dan ngupil nyatanya enggak bikin puasa batal meskipun kamu memasukkan benda ke dalam dua indera ini. Karena tidak ada cairan makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh.

Selain itu, hal ini juga justru membuatmu lebih bersih, dan lebih nyaman. Tak ada salahnya untuk kamu lakukan selama berpuasa.

13. Muntah

Mitos yang membatalkan puasa yang terakhir adalah muntah. Perkara ini memang akan membuat puasa batal, namun tidak halnya bagi mereka yang tidak sengaja muntah.

Misalnya saat melakukan perjalanan jauh, kamu tetap berniat untuk berpuasa lalu muntah tanpa disengaja. Maka kamu diperbolehkan melanjutkan puasa setelahnya.

Sedangkan jika ada orang yang dengan sengaja memicu datangnya rasa mual kemudian akhirnya muntah, maka puasanya dipastikan batal.

Itulah beberapa mitos yang membatalkan puasa beserta kebenarannya. Pastikan kamu selalu mencari kebenaran dari segala mitos yang beredar di masyarakat, agar semua kegiatan bisa kamu lakukan tanpa rasa bingung.

Di bulan puasa ini, jaga kesehatan tetap prima dan miliki jaminan dari produk asuransi kesehatan. Sehingga kamu tak lagi perlu khawatir dengan biaya pengobatan saat risiko datang menimpa di waktu yang tidak disangka.

Kamu bisa mendapatkan asuransi dengan premi terjangkau lewat CekAja.com.

CekAja.com adalah perusahaan financial technology (fintech) yang membantu masyarakat memilih produk keuangan terbaik, termasuk asuransi kesehatan.

Bandingkan beberapa produk asuransi kesehatan sesuai dengan profil keuanganmu, dan kamu bisa mengajukan hanya dengan mengisi formulir online secara mudah.

Yuk, segera cek produk asuransi kesehatan yang tepat untukmu, dan ajukan hanya melalui CekAja.com!