Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Modal Rp 1,5 Juta Bisa Puas Jalan-jalan di Tokyo? Ini Caranya

by Ariesta on 19 Desember, 2015

traveling ke Thailand - CekAja.com

Setelah memegang gelar sebagai kota termahal bagi ekspatriat selama 20 tahun terakhir, Tokyo  tak lagi berada di urutan 10 kota termahal di dunia. Kini gelar kota termahal di dunia diraih oleh Zurich, Geneva, New York, Oslo, dan Kopenhagen.

Alasan keluarnya Tokyo dari daftar lain tak lain karena melemahnya nilai yen terhadap dollar selama setahun terakhir dan dampak bencana Fukushima. Survei ini dilakukan oleh Mercer dengan menyurvei harga kebutuhan sehari-hari, jasa, akomodasi, hamburger, sampai harga tiket bioskop di masing-masing negara.

Meski tidak lagi menjadi yang termahal, toh biaya hidup di Tokyo tetap jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan biaya hidup Indonesia. Hal ini membuat traveler asal Indonesia acap kali urung mengunjungi negeri Sakura karena  harganya yang selangit meski masih terletak di benua Asia.

Namun jangan khawatir. Kamu yang ngebet ke Tokyo tapi cuma punya kocek pas-pasan tetap bisa puas jalan-jalan. Hanya berbekal uang Rp 1,5 juta, nikmati indahnya selama 3 hari 2 malam Tokyo lewat tips berikut.

Datang di saat low season

Puncak musim semi (biasanya sekitar awal April) dan puncak musim gugur (pertengahan November) merupakan waktu di mana orang Jepang banyak berwisata yang artinya mahal pula biaya akomodasi. Kalau kamu ingin berhemat, pergilah pada akhir musim gugur sampai awal bulan Maret (kecuali liburan natal dan tahun baru). Hindari pula musim liburan Golden Week dan Obon (29 April – 5 Mei dan sekitar pertengahan Agustus).

Keuntungan lain jika mengunjungi Jepang pada low season adalah banyaknya guest house atau hostel yang menawarkan diskon. Selain itu, tempat wisata pun tidak terlalu ramai dengan kehadiran wisatawa lokal.

Menginap di hostel/guest house strategis

Waktu yang cuma 3 hari 2 malam harus benar-benar dimaksimalkan untuk menjelajahi Tokyo yang luas dan punya banyak tempat wisata. Kamu harus benar-benar memanfaatkan waktu dari pagi sampai malam untuk berkeliling. Ibaratnya, kamu hanya menggunakan penginapan sebagai tempat beristirahat.

Tokyo menawarkan banyak guest house/hostel dengan harga ramah kantong. Meski murah, kebersihannya tetap terjaga karena orang Jepang memang sangat mengedepankan  hal satu ini. Salah satu yang paling terkenal di kalangan para backpackeradalah Khaosan Tokyo Original dengan harga ¥2.200 (Rp 250.000) per kasur/malam.

Bentuk kamar merupakan asrama dengan kamar mandi terpisah. Lokasinya terletak di Asakusa yang terkenal dengan atmosfer tradisional. Lokasi sangat stragis karena dekat dengan gerbang Kaminarimon, Nakamise Shopping Street, dan Sensoji, dan tentu saja stasiun subway yang memudahkan kamu berpindah lokasi.

Dan asyiknya, masih banyak hostel/guest house serupa yang harganya lebih murah. Lokasinya pun tak kalah strategis seperti misalnya Palette Takashimadaira Guest House di Ikebukuro dan Tsubame Guest House di Akihabara.

(Baca juga: Hindari 5 Tempat Wisata Ini Saat Musim Hujan)

Membeli Tokyo Subway 3 Days Pass di Bandara Haneda

Dengan estimasi waktu kedatangan di Tokyo pada pagi hari, kamu punya 3 hari untuk berkeliling Tokyo. Untuk menyiasati harga transportasi yang mahal, sebelum keluar bandara jangan lupa mampir di tourist information. Belilah Tokyo Subway 3 Days Pass seharga  ¥ 1,900 (Rp 216.000) untuk orang dewasa atau ¥950 untuk anak-anak dengan menunjukkan paspormu.

Tiket tersebut bisa digunakan naik subway sepuasnya selama 3 hari sampai pukul 12 malam dan sudah termasuk ongkos dari bandara menuju pusat kota. Bayangkan jika kamu tidak membeli Tokyo Subway 3 Days Pass, kamu harus mengeluarkan  ¥170-280 sekali jalan. Jika dalam sehari kamu berpindah tempat  lima kali, kamu harus mengeluarkan  ¥1.250 (Rp 142.000). Jumlah yang mahal bukan?

Widget TRV Insurance

Memilih makanan murah tapi enak di sekitaran Asakusa, Shibuya, dan Akihabara

Makanan di Tokyo bisa dibilang hampir semua enak dan berporsi mengenyangkan. Semangkuk udon porsi kecil restoran Nakau bisa kamu dapatkan hanya dengan  ¥140 (Rp 16.000). Alternatif makanan murah lain adalah beef bowl Yoshinoya  ¥330 (Rp 37.500). Ingin makan sushi? Coba kunjungi kios standing sushi di Akihabara yang menawarkan suhi tuna dan salmon segar seharga  ¥162 (Rp 18.500/piring).

Makanan yang dijual di minimarket seperti 7/11 juga cukup terjangkau. Asyiknya, minimarket juga sering menjual paket makanan setengah harga setelah lewat dari jam 10 malam. Dengan anggaran makan Rp 100 ribu sehari, kamu sudah bisa makan enak!

Banyak wisata gratis di Tokyo

Taman Ueno, gerbang Kaminarimon, Nakamise Shopping Street, kuil Sensoji, Kappabashi Kitchen Town, Tsukiji Fish Market, Meiji Shrine, Sumida river, Harajuku, Akihabara, Tokyo Metropolitan Government Building Shinjuku, dan Patung Hachiko di Shibuya adalah sederetan objek wisata yang bisa kamu nikmati secara GRATIS!

(Baca juga: Cara Traveling ke Luar Negeri Gratis Khusus Anak Kuliahan)

Total biaya 3 Hari 2 Malam

Akomodasi 2 malam       = Rp 500.000

Transportasi                       = Rp 216.000

Makan 3 hari                      = Rp 300.000

Objek wisata berbayar (misalnya kamu ingin naik Tokyo tower/Tokyo Skytree/masuk museum) = Rp 300.000

Biaya tak terduga (bisa untuk jajan atau oleh-oleh) = Rp 184.000

Total =  Rp 1.500.000 (dengan estimasi ¥1 = Rp 113,6 disertai pembulatan)

Bagaimana, sekarang kamu percaya kan kalau Tokyo itu terjangkau? Siap jalan-jalan ke Tokyo di tahun 2016? (Baca juga: 5 Cara Mendulang Pengalaman Seru Secara Gratis Saat Traveling)

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami