Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Modus Pencurian Data Kartu Kredit yang Pernah Terjadi di Dunia, Ketahui Sekarang Agar Bisa Mencegahnya

by JTO on 7 Oktober, 2015

Di Amerika Serikat, masa-masa kejayaan pencopet mungkin akan berlalu seiring semakin canggihnya kejahatan pencurian kartu kredit. Para penjahat ini semakin lihai hanya dengan mengambil informasi kartu kredit. Waktunya tak lama, cukup satu atau setidaknya paling lama dua menit.Mungkin hal yang sama juga sedang terjadi di Indonesia. Seperti apa modus pencurian data yang semakin canggih tersebut?

“Modus yang biasa dipakai adalah dengan mengambil data dari struk belanja yang menggunakan transaksi kartu kredit yang sudah dibuang ke tempat sampah. Kini, teknologi telah mengubah banyak hal,” kata William Noonan, asisten agen khusus divisi investigasi kriminal Secret Service.

Dalam dua tahun terakhir tingkat kejahatan ini di AS cukup menurun setelah sempat mencapai angka tertinggi, 361 juta data, pada tahun 2008. Angka tersebut sangat mungkin berubah lagi karena namanya juga penjahat, selalu ada trik baru yang dicoba demi meloloskan ide jahatnya.

Skema atau cara yang dipilih mungkin lebih sederhana dari yang pernah terpikirkan sebelumnya. Berikut ini beberapa modus operandi yang sangat umum terjadi seperti dilansir situs Bankrate.

 

Tersangka utama: Sang Pramusaji di Restoran

Modus operandi:

Pramusaji dengan baik hati menawarkan untuk melakukan sendiri transaksi kartu kreditmu ke meja kasir. Ini dapat menjadi kesempatan untuk merekam data kartu kredit Anda dengan menggunakan alat pembaca kecil yang cukup digesekkan pada kartu milikmu. Teknik ini dikenal dengan sebutan skimming.

(Baca juga: 5 Prinsip Aman Gunakan Kartu Kredit)

 

Tersangka utama: serangan tiga tokoh drama di toko

Modus operandi:

Sebut saja mereka Sally, Simon, dan Bud. Mereka bertiga mendatangi salah satu toko incarannya kemudian Sally dan Simon langsung berkeliling toko sementara Bud menanti sambil mengantri di kasir. Ketika tiba giliran Bud, Simon langsung lari histeris ke arahnya sambil berteriak bahwa Sally pingsan.

Petugas kasir pun beralih fokus sehingga Bud punya kesempatan untuk menukar mesin EDC (Electronic Data Captured) dengan mesin modifikasi yang sudah dibawanya.Sepekan kemudian, mesin itu akan diambil kembali dan ditukarkan dengan yang asli. Mereka pun sudah mengoleksi data-data yang dibutuhkan.

 

Tersangka utama: the Gas Lass

Modus operandi:

Dia merupakan pencuri kartu kredit yang beraksi di stasiun pengisian bensin di AS. Biasanya dia beraksi ketika sudah malam hari, atau saat sepi. Dia melakukan skimming pada mesin-mesin EDC yang berada di pom bensin lalu data yang tersalin bisa dikirimkan melalui sinyal Bluetooth ke perangkat lain, biasanya adalah laptop. Itulah mengapa penjahat satu ini biasanya akan menghabiskan beberapa hari menginap di hotel terdekat demi mendapatkan data.

(Baca juga: Awas, Jangan Gunakan Kartu Kredit Buat Beli Barang-barang Ini!)

 

Tersangka utama: “Harry the Hacker” dan “Phishing Phil”

Modus operandi:

Harry Hacker menginstal malware – jenis perangkat lunak yang merusak komputer atau jaringan – ke sebuah situs yang sah dengan keamanan rendah. Malware langsung diunggah ke komputer kamu ketika kamu mengunjungi situs tersebut. Harry pun memiliki celah untuk mengakses informasi.

Dalam skenario lain, Harry menempatkan malware di komputer publik dan mengumpulkan informasi dari tempat itu ketika kamu mengaksesnya. Harry juga mampu menyusup dan mengambil data dari komputer di bank, pebisnis, atau pengecer barang – yang cukup sering melakukan transaksi di komputernya.

(Baca juga: Yang Harus Dilakukan Ketika Kartu Kredit Kena Hacked)

Setelah Harry beraksi, giliran Phil melakukan aksi phishing dengan mengirimkan email palsu dengan sebuah link yang akan secara otomatis membuat laptop atau komputer kamu mengunggah malware yang sudah disiapkan Harry. Di situlah Phil bisa mendapatkan data-data keuangan kamu seperti misalnya password untuk akun pribadi kamu.

 

Tersangka utama: Seluruh Pencuri Data

Modus operandi:

Para pencuri data itu akan menjual data yang sudah mereka kumpulkan untuk ditukar dengan bayaran sepadan. Siapa yang membeli? Biasanya semacam agen untuk pembuat kartu kredit aspal (asli tapi palsu) yang berisi data kartu kredit milikmu. Yang menggunakan kartu itu biasanya adalah para penggila barang gratisan untuk kebutuhan hidup mereka.

 

 

Dapatkan kartu kredit terbaik dan teraman hanya di sini

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.