‘Move On’ dari Corona, Begini Kondisi Terkini Kota Wuhan

3 min. membaca Oleh Sindhi Aderianti on

China telah mengakhiri masa lockdown. Wuhan, kota dimana pandemi corona pertama berpusat kembali dibuka pada Rabu (8/4). Untuk pertama kalinya sejak 76 hari yang lalu, warga setempat diperbolehkan untuk pergi keluar rumah meski dengan pengawasan ketat dari otoritas kesehatan setempat. Simak kondisi terkini kota Wuhan di sini!

Kondisi Terkini Kota Wuhan Setelah Lockdown Berakhir

Wuhan sukses melakukan pembatasan yang akhirnya dapat mengurangi tingkat infeksi Covid-19 di sana menjadi mendekati nol. Transportasi umum ditangguhkan, bisnis tutup, dan jutaan penduduk dikurung di rumah. Melansir dari CNN, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengunjungi Wuhan pada 10 Maret 2020, memuji kota dan orang-orangnya yang menuruti aturan.

Semenjak lockdown berakhir, Wuhan kembali hidup dan aktivitas warga nampak berangsur normal. Menghimpun berbagai sumber, CekAja menghimpun kondisi terkini kota tersebut setelah move on dari virus corona:

1. Izin keluar dengan kode hijau

Melansir Time, 11 juta penduduk Kota Wuhan telah diizinkan untuk memulihkan aktivitas mereka. Warga diizinkan keluar apabila mereka bisa menunjukkan kode hijau di ponsel mereka yang menunjukkan bahwa mereka sehat atau dokumen yang menunjukkan alasan kuat untuk bepergian. kode pelacakan hijau tersebut mengartikan kondisi sehat dan belum berkontak dengan pasien terinfeksi Covid-19.

Otoritas setempat menganjurkan warga untuk tetap berada di lingkungannya, serta tidak meninggalkan kota atau provinsi. Hal itu demi mencegah gelombang kedua infeksi yang berasal dari kasus impor dan warga positif tanpa gejala.

(Baca Juga: Mengenal Pentingnya Ventilator Bagi Pasien Covid-19)

2. Pertunjukan cahaya di Sungai Yangtze

Berakhirnya lockdown bak momen kemenangan bagi seluruh masyarakat Wuhan. Mereka pun merayakan hal tersebut dengan mengadakan pertunjukan cahaya di sepanjang pesisir Sungai Yangtze sambil mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Tiongkok secara akapela. Sementara itu, puluhan gedung pencakar langit juga menampilkan animasi petugas kesehatan sebagai bentuk apresiasi karena telah bekerja keras menyelamatkan lebih dari ribuan pasien Covid-19.

3. Ribuan orang keluar dari Wuhan

Suka cita berakhirnya lockdown di Wuhan, juga mengundang antusiasme warga untuk meninggalkan kota tersebut. Dilaporkan Reuters, sebanyak 55 ribu orang diketahui langsung meninggalkan Wuhan dengan  kereta api. Beberapa warga bahkan rela pergi menggunakan mobil pribadi dan mengantre cukup panjang di jalan. Mereka yang akan meninggalkan kota wajib melalui pengecekan kesehatan, seperti thermal check, kode hijau di ponsel, serta dokmen medis.

4. Akhirnya bisa mengubur jenazah

Ketika berbulan-bulan isolasi penuh, pemerintah melarang pemakaman jenazah. Ribuan orang yang meninggal karena virus corona dan sebab-sebab lain hanya disimpan di rumah duka. Hal ini tentunya dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Setelah lockdon berakhir, semua jasad dibawa langsung dari rumah sakit ke rumah duka untuk dikremasi. Pada akhir Maret, warga setempat pun dapat mengambil abu kerabat mereka dari rumah duka dan menempatkan abu-abu itu di tempat peristirahatan.

5. Pasar hewan liar dibuka lagi

Seolah tak kapok, Wuhan kembali membuka pasar hewan liar yang selama ini diduga sebagai sumber awal merebaknya virus corona. Di sana, berbagai hewan liar dijual untuk dikonsumsi manusia. Hewan liar tersebut mulai dari kelelawar, trenggiling, serigala, ular, anjing, monyet,  kucing dan masih banyak lagi.

Padahal banyak orang sudah mengutuk keberadaan pasar ini karena selain tidak higienis, penjual dinilai kerjam terhadap hewan yang seharusnya dipelihara. Sebelumnya, wabah SARS juga diduga berasal dari pasar hewan. Bahkan sebuah studi Universitas Hong Kong yang diterbitkan pada 2007, menggambarkan budaya makan hewan liar di China seperti ‘bom waktu’ untuk virus baru.

Lockdown memang sudah berakhir di Wuhan. Walaupun demikian, pakar kesehatan China mendesak seluru masyarakat untuk terus berlatih hati-hati. Melansir CNN, Zeng Guang, kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan bahwa Negeri Tirai Bambu belum 100% menunjukkan akhir dari pendemi tersebut. Para ahli kesehatan boleh memprediksi demi kewaspadaan bersama. Namun, mari berdoa semoga wabah virus ini segera berakhir di seluruh dunia. Jiayo!

Virus corona bukan hanya mengancam kesehatan. Tapi juga berdampak pada penghasilan seseorang. Di masa paceklik ini, JULO siap membantu segala kebutuhanmu lewat pinjaman online maksimal Rp15 juta. Yuk, ajukan segera melalui CekAja.com!

(Baca Juga: Alhamdulillah, 7 Orang ini Mendadak Tajir Melintir Berkat Corona)

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang