Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Musim Hujan, Ini yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Banjir

by Miftahul Khoer on 6 Januari, 2020

Musim hujan sudah dimulai. Memasuki tahun baru, curah hujan semakin meningkat hingga menyebabkan banjir di beberapa tempat. Ya, banjir memang sudah menjadi hal yang umum terjadi saat musim hujan terutama di daerah-daerah dataran rendah. Namun, apakah itu berarti banjir tidak dapat dicegah?

Biasanya, ketika banjir banyak orang akan menyalahkan kontur alami suatu daerah. Karena lokasinya yang rendah, jadi banjir diterima saja sebagai suatu kepastian seolah tidak bisa diatasi. Padahal ada satu contoh negara yang memiliki kontur tidak menguntungkan seperti ini, tapi mampu mengatasi banjir selama bertahun-tahun. Negara itu adalah Belanda.

60% wilayah Belanda lebih rendah dari permukaan air laut. Permukaan terendahnya mencapai 6,76 meter di bawah permukaan air laut. Selain itu, wilayah lain yang agak lebih tinggi juga memiliki kontur terlalu datar sehingga memperlambat aliran air ke laut. Dengan kondisi seperti ini tentu saja Belanda menjadi sangat rawan banjir, terutama saat musim hujan.

Namun Belanda berhasil mengatasinya dengan menggunakan bendungan dan sistem Polder. Mereka membangun bendungan dengan pintu air yang bisa menutup saat air pasang atau banjir datang. Mereka juga membuat sistem Polder, yaitu sebidang tanah rendah dengan tanggul buatan yang berfungsi untuk menampung air. Air yang terkumpul di Polder ini kemudian dipompa ke sungai atau kanal yang langsung bermuara ke laut.

Begitulah kurang lebih cara Belanda menghindari banjir. Hal ini menjadi bukti bahwa dataran rendah sekalipun bisa menghindari banjir. Namun memang, pembangunan sistem bendungan canggih seperti ini membutuhkan peran pemerintah. Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai warga biasa? Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir:

1. Tidak membuang sampah sembarangan

Hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sebenarnya, sebaiknya juga sebisa mungkin mengurangi sampah dan melakukan daur ulang secara mandiri. Namun, kalau hal itu belum bisa dilakukan, setidaknya disiplin diri untuk membuang sampah pada tempatnya. Jangan membuang sampah ke sungai atau selokan. Jangan membuang sampah sembarangan di jalanan. Karena sampah yang dilempar sembarangan itu bisa masuk ke saluran air, membuatnya mampet, dan akhirnya menyebabkan banjir.

(Baca juga: Tips Bersihin Rumah Setelah Banjir Surut, Yok Semangat!)
2. Membersihkan saluran air

Langkah kedua yang bisa dilakukan adalah dengan membersihkan saluran air. Setidaknya dimulai dari lingkungan sekitar rumah sendiri. Atau bisa juga dibuat sistem gotong royong semua warga kompleks membersihkan saluran air bersama. Saat membersihkan saluran air, bisa sekaligus dilakukan pengecekan apakah saluran air tersumbat, apakah mengalami pendangkalan, apakah perlu dilebarkan, dan lain sebagainya. Saluran air yang lancar adalah kunci air mengalir lancar sampai ke laut dan tidak menggenang.

3. Membuat biopori dan sumur resapan

Buatlah biopori dan sumur resapan di rumah. Cara pembuatan biopori cukup mudah. Buatlah lubang sedalam kurang lebih satu meter dengan diameter kurang lebih 10-20cm. Lapisi lubang bagian atas dengan pipa PVC berdiameter sama. Isi lubang dengan sampah organik. Kemudian tutup dengan menggunakan kawat.

Sampah organik ini akan mengundang cacing tanah. Perjalanan cacing tanah akan menciptakan jalur-jalur di tanah. Hal ini membantu memperbaiki daya serap tanah sehingga air hujan cepat terserap dan tidak menggenang.

4. Menanam pohon di sekitar rumah

Hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan menanam pohon di sekitar rumah. Selain menambah sejuk dan mengurangi karbon, pohon juga membantu penyerapan air. Pohon akan menancapkan akarnya ke dalam tanah. Lubang yang dihasilkan akar tersebut kemudian menjadi jalur bagi air untuk masuk ke dalam tanah lebih jauh. Tanpa adanya pohon, air hujan sering kali tidak dapat menembus tanah terlalu jauh karena terhalang bebatuan. Hal ini membuat air menggenang di permukaan tanah dan dapat meningkatkan potensi banjir.

5. Turut mendukung aksi penghijauan kembali hutan gundul

Hal lain yang bisa dilakukan adalah turut membantu upaya penghijaun kembali hutan dan gunung yang gundul. Kita semua sudah tahu kalau saat ini sudah banyak sekali hutan dan gunung yang digunduli untuk kepentingan bisnis segelintir orang. Hal ini tentu merugikan banyak orang. Oleh karena itu kita bisa sama-sama mendukung upaya penghijauan kembali hutan terutama di gunung-gunung. Dengan kembalinya kondisi hutan, maka hutan akan mampu melakukan tugasnya salah satunya adalah membantu penyerapan air sehingga banjir pun bisa dicegah.

(Baca juga: Cara Memberi Pertolongan Pertama Pada Ponsel Korban Banjir)

Nah itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari banjir. Mencegah banjir memang membutuhkan peran serta semua pihak baik itu pemerintah maupun warga. Bahkan warga yang tinggal di dataran tinggi dan aman dari banjir juga turut bertanggungjawab. Karena air yang berasal dari atas akan mengalir ke bawah. Termasuk juga sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Oleh karena itu, yuk kita upayakan bersama!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.