Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Musim Pancaroba Tiba, Lakukan Ini Agar Kesehatanmu Baik-baik Saja

by Tisyrin N. T on 29 Oktober, 2019

Musim pancaroba merupakan musim peralihan antara musim kemarau dan musim hujan. Ketika cuaca tak menentu antara panas dan hujan, daya tahan tubuh biasanya menurun. Dengan menurunnya daya tahan tubuh, maka penyakit rentan datang.

musim pancaroba

Bagi kamu khususnya yang punya segudang aktivitas, menjaga kesehatan di musim pancaroba sebaiknya jadi prioritasmu. Dengan tubuh yang bugar, kamu pun tetap lancar dalam menjalankan aktivitas. Kalau sakit melanda, tentu segudang aktivitasmu terancam terbengkalai.

Musim pancaroba bisa terjadi dua kali dalam setahun, yaitu ketika peralihan dari musim hujan ke musim kemarau dan ketika peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Pada bulan Oktober hingga November seperti sekarang ini terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Penyakit Saat Musim Pancaroba

Seperti sudah dijelaskan, daya tahan tubuh biasanya melemah kala musim pancaroba. Di sisi lain, kamu juga harus menghadapi penyakit tertentu yang mengintai di tengah masyarakat ketika musim pancaroba, ini beberapa diantaranya:

Flu adalah penyakit yang disebabkan virus influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus ini dapat menular lewat udara. Seseorang juga bisa tertular ketika memegang benda yang sudah terkontaminasi virus influenza.

Gejala-gejala flu pasti kamu sudah khatam ya, mulai dari sakit kepala, batuk, radang tenggorokan, dan hidung tersumbat. Saat musim pancaroba, kamu akan mudah sekali menemukan gejala-gejala tersebut pada orang-orang di sekitarmu. Maka dari itu, kamu juga rentan tertular flu saat musim pancaroba.

(Baca juga: 5 Pilihan Cemilan Sehat yang Baik untuk Tubuhmu)
  • Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Ketika musim pancaroba tiba atau pada awal musim hujan, kasus DBD kerap mengalami peningkatan.

Ketika terserang DBD, seseorang akan memperlihatkan gejala demam tinggi dengan tiba-tiba, lemas, mual, sakit kepala, muncul bintik-bintik di kulit, nyeri otot dan sendi, hingga pendarahan ringan di gusi dan hidung.

  • Diare

Saat musim pancaroba, pencernaan juga rentan terganggu. Seseorang rentan mengalami diare atau buang air besar dengan kondisi encer dan berlangsung terus menerus. Diare dapat mengakibatkan dehidrasi karena tubuh kehilangan cairan secara berlebihan.

  • Serangan asma

Jika kamu punya penyakit asma, saat musim pancaroba asma akan rentan kambuh. Yang termasuk pemicu kambuhnya asma yaitu angin kencang hingga serbuk sari. Nah, saat musim pancaroba, kamu akan rentan terpapar angin kencang atau serbuk sari.  Asma ditandai dengan kesulitan bernapas, batuk, hingga nyeri dada.

Tips Jaga Kesehatan di Musim Pancaroba

Kamu tentu gak mau kan kesehatanmu drop saat musim pancaroba? Sebelum penyakit datang menyerang, sebaiknya kita jaga-jaga agar tubuh kita tetap sehat di musim pancoroba, inilah hal-hal yang bisa kamu lakukan:

  • Siapkan jaket, jas hujan, dan payung

Cuaca di musim pancaroba memang tak menentu. Jika hujan mulai datang sesekali, artinya musim pancaroba sudah tiba. Meski hujan tak datang setiap hari, kamu harus siap jika hujan datang sewaktu-waktu. Siapkan perlengkapan ‘tempur’ untuk menghadapi hujan mulai dari jaket, jas hujan, dan payung.

  • Konsumsi makanan bergizi dan suplemen

Bolehlah kamu ngemil mecin sesekali, tapi ingat juga untuk mengonsumsi makanan bergizi ya. Dengan asupan gizi yang baik, sistem kekebalan tubuh juga akan bekerja maksimal. Perhatikan asupan gizi mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak. Jadi, kamu bisa makan kombinasi antara nasi, sayur, buah, protein hewani atau nabati setiap harinya. Kalau perlu, konsumsi suplemen agar asupan gizimu lebih terjaga.

  • Istirahat cukup

Kalau tubuh kurang istirahat maka bisa menurunkan daya tahan tubuh lho! Usahakan untuk selalu tidur dalam waktu yang cukup setiap hari yaitu 6 – 8 jam. Saat tidur, organ tubuh juga akan beristirahat. Bayangkan kalau kurang istirahat, maka organ tubuh juga akan kelelahan bukan?

  • Olahraga

Lakukan olahraga rutin sepertI jogging, senam, bersepeda atau sekedar jalan kaki. Olahraga punya banyak manfaat termasuk merangsang produksi hormon dopamin, yang membuat perasaan jadi lebih senang dan bahagia. Hormon ini juga membantu mengatur respons tubuh terhadap infeksi.

  • Jaga asupan air putih

Yang gak kalah penting adalah menjaga asupan air putih dalam jumlah cukup. Kalau kekurangan cairan, organ tubuh dan sistem kekebalan tubuh tidak dapat bekerja dengan efektif. Jumlah air yang harus dipenuhi anak-anak dan orang dewasa setiap harinya adalah 1200 ml – 2000 ml atau sekitar 8 gelas sehari.

  • Pastikan perlindungan kesehatan terbaik

Selain itu, pastikan kamu dan keluarga sudah punya perlindungan kesehatan terbaik. Kamu bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan yang iurannya murah. Namun, jika kamu ingin manfaat yang lebih, kamu bisa menambah perlindungan kesehatanmu dengan asuransi kesehatan swasta.

(Baca juga: Hidup Sehat ala Eyang Habibie: Apa Makanan Favoritnya?)

CekAja.com sebagai pelopor toko finansial dapat membantumu mengajukan asuransi kesehatan swasta dengan cara yang mudah. Cukup klik sana klik sini, kamu sudah bisa memilih asuransi kesehatan swasta terbaik. Kamu dapat membandingkan produk sebelum membeli. Pilih manfaat yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Perilah keamanan gak perlu khawatir, karena CekAja.com menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan tepercaya.

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.