Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Mustahil Hamil Karena Berenang, Simak 3 Alasannya

by Sindhi Aderianti on 24 Februari, 2020

Pernyataan anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty menuai banyak protes di media sosial. Masalahnya, perempuan yang menjabat sebagai Komisioner KPAI Bidang Kesehatan, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) ini menyampaikan, kehamilan dapat terjadi jika perempuan dan lelaki berenang di kolam renang.

Alasan perempuan mustahil hamil karena berenang

“Kaum perempuan perlu berhati-hati saat berada di kolam renang. Kehamilan dapat terjadi jika berenangnya dengan kaum laki-laki. Ini hamil tak langsung,” ujar Sitti, Jumat (21/2).

Sitti melanjutkan, pertemuan yang tidak langsung itu misalnya di kolam renang. Ada jenis sperma tertentu yang menurut ia sangat kuat. Maka walaupun tanpa penetrasi, tapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma, perempuan dapat berindikasi hamil.

Dalam portal berita online, ia juga mengatakan kemungkinan ini akan semakin besar terjadi ketika seorang perempuan sedang  masa subur. Sitti menjelaskan, pernyataan tersebut didapatnya dari jurnal seorang ilmuwan asal luar negeri. Namun, ia juga belum mengungkap lebih jelas referensi yang dibacanya.

KPAI akhirnya menjadi bulan-bulanan netizen karena ulah Sitti. Lebih lanjut, masyarakat geram akan pernyataan berbau hoax tersebut karena berpotensi membodohi orang awam yang bisa dengan mudah mempercayainya. Hingga saat ini, tagar #sperma menjadi trending topic di Twitter.

Tanggapan Para Ahli

Terkait pernyataan yang seperti mengada-ada itu, sejumlah ahli pun angkat bicara. Seperti menurut dokter dan seksolog Indonesia dr. Boyke Dian Nugraha, ia hanya menanggapi dengan satu kalimat; “Tidak mungkin.” Lanjutnya melalui Instagram Story @drboykediannugraha, sperma akan mati jika masuk ke dalam air kolam renang.

American Pregnancy pun mengatakan hal senada. Sperma hanya mampu hidup selama beberapa menit jika ejakulasi pada air hangat. Sementara bila ejakulasi terjadi di kolam renang yang notabene terpapar bahan kimia seperti kaporit, sperma akan sulit bertahan lebih dari beberapa detik.

Menurut PDIB (Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu), tidak mungkin juga perempuan hamil saat berenang dengan lelaki di kolam renang. Kehamilan hanya dapat terjadi lewat berhubungan seks tanpa pengaman. Pasalanya jika berada di luar tubuh, sperma tidak memiliki kemampuan untuk bergerak cepat menuju rahim seseorang.

(Baca Juga: 5 Produk Terbaik Asuransi Untuk Program Hamil)
Alasan Hamil Saat Berenang Mustahil Terjadi

Dalam memahami informasi yang beredar cepat, masyarakat diharap jangan langsung mempercayainya. Sekalipun itu dari orang berembel-embel lembaga tertentu. Hamil tanpa penetrasi sedikitpun amat mustahil terjadi. Kecuali memang ada pasangan yang sengaja berhubungan seks ketika berenang.

Berikut alasan paling akurat mengapa sperma di kolam renang tidak mungkin bisa menyebabkan kehamilan, seperti yang dirangkum CekAja dari berbagai sumber:

1. Sperma tak dapat hidup di kolam renang

Kolam renang bukanlah lingkungan yang baik untuk sperma. Melansir Antara, Ketua Umum PDIB James Allan Rarung yang juga dokter spesialis kebidanan dan kandungan mengatakan, sperma hanya dapat hidup di dalam cairan mani atau juga disebut ‘semen’. Tentu saja apabila cairan ini mengering atau komposisinya berubah, semisal karena bercampur dengan air kolam renang yang mengandung zat-zat asing, maka sperma akan langsung mati

2. Di luar rahim, kecepatan sperma berkurang

Kecepatan sperma menjadi salah satu hal yang mendukung potensi kehamilan. Di dalam rahim, kecepatan awal ejakulasi adalah sekitar 10 mil per jam dan melakukan perjalanan menuju uterus hingga tuba falopi selama 15-20 cm per jam. Namun kalau di kolam renang, lain cerita. Kecepatannya akan berkurang, belum lagi  dalam beberapa detik saja  sel tersebut kemungkinan besar sudah mati.

3. Sperma tidak punya mata dan navigasi baik

Berdasarkan ilmu kedokteran secara umum, sperma tidak punya mata dan hanya mampu berenang ke depan. Daya navigasinya juga terbilang kurang baik. Meski ada reseptor yang dapat membantunya temukan ovum,  tapi itu pun hanya bekerja ketika jarak sperma dengan sel telur sudah dekat, semisal dengan melakukan hubungan seks. Jika di kolam renang yang tak jelas kemana sasarannya, reseptor ini otomatis tidak mungkin berfungsi.

Cara Hamil Hanya Berhubungan Seks

Apa yang dituturkan oleh Sitti Hikmawatty sangat di luar nalar manusia. Kalau memang demikian, entah sudah berapa perempuan yang hamil tanpa disengaja saat berenang. Lagipula, tak semudah itu lelaki ejakulasi dengan hanya terangsang melihat perempuan.

Satu-satunya cara untuk hamil, tak lain ketika penis ejakulasi di dalam saluran vagina dengan tidak dibatasi pengaman atau alat kontrasepsi lain. Ejakulasi mengeluarkan air mani yang mengandung sperma, kemudian akan bergerak naik melalui leher rahim dan masuk ke uterus.

Jika ada telur di saluran tuba falopi, maka sperma dapat langsung membuahinya. Setelah telur yang dibuahi menempel pada uterus, barulah seseorang bisa hamil.

Sitti Hikmawatty Meminta Maaf

Usai pernyataan ngawur darinya ramai diperbincangkan, Sitti Hikmawatty pun tak ingin memperkeruh perdebatan ini sampai berlarut-larut. Ia pun meminta maaf lewat suatu pesan kepada masyarakat, dengan tiga poin yang disampaikan.

Pertama, ia meminta maaf karena telah memberi statement yang tidak tepat. Kedua, pernyataan kehamilan di kolam renang itu berasal dari ia pribadi, bukan KPAI. Ia pun menyatakan telah mencabut pernyataan tersebut. Ketiga, Sitti meminta semua pihak untuk tidak menyebarluaskan  atau memviralkanya lebih jauh.

Ragam tanggapan pun muncul atas penyataan permohonan maaf Sitti. Bahkan tagar #PecatSittiHikmawatty mencuat, lantaran tak terima ia digaji besar dari pajak rakyat Indonesia, tapi menyampaikan pernyataan yang syarat akan kebodohan.

Pemahaman masyarakat tentang proses reproduksi dan kehamilan harus lebih ditingkatkan. Meskipun hampir semua menganggap pernyataan Sitti Hikmawatty jelas suatu kekeliruan besar. Namun, tak menutup kemungkinan ada segelintir orang yang percaya. Terutama para remaja di bangku pendidikan dasar atau menengah, dimana pengetahuannya masih terbatas.

Maka itu, pemberian materi terkait hal tersebut  perlu dirumuskan secara positif sehingga dapat diberikan sedini mungkin. Agaknya jadi ‘PR’ baru bagi pendidikan Indonesia, nih!

Berenang tetap menyehatkan tubuh dan aman dilakukan bagi siapapun. Yuk, olahraga sekaligus bermain di kolam renang Ocean Park BSD. Manfaatkan promo dari kartu kredit CIMB Niaga, buy 1 get 2 hingga 14 April 2020. Belum punya CC? Apply lebih cepat melalui CekAja.com.

(Baca Juga: Liburan ke Bali? Ini 5 Vila di Bawah Rp 1 Juta dengan Kolam Renang Pribadi)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.