Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Negara Tanpa Sampah Plastik? Timor Leste Bisa!

by Gito on 20 Juni, 2019

Sampah plastik hingga saat ini masih menjadi permasalahan yang belum dapat terselesaikan dengan baik di dunia. Sifatnya yang susah diurai namun memiliki ongkos produksi paling murah dibanding produk lainya membuat dilema banyak pelaku usaha.

Padahal masyarakat juga sudah mulai mengerti tentang efek negatif penggunaan plastik secara jangka panjang. Namun hal itu terkikis oleh rasa kemudahan dan juga kenyamanan selama menggunakan plastik.

Setiap tahunnya, negeri ini menyumbang sebanyak 64 juta ton sampah plastik. Di tahun ini diprediksi “sumbangan” plastik Indonesia bakal membengkak menjadi 66 juta hingga 67 juta ton.

Hal itu tentunya menjadi sangat mengkhawatirkan. Karena sudah lazim terlihat bagaimana plastik mengotori lingkungan, mulai dari ekosistem laut yang rusak, kemudian ekosistem tanah yang juga rusak dan juga udara.

Di laut, pada tahun lalu kamu tentu masih ingat bagaimana paus sperma di wilayah Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang ditemukan mati dengan 5,9 kg plastik di tubuhnya. Paus sendiri merupakan mamalia air yang hidup di laut dalam.

Hal itu mengindikasikan bahwa dasar laut di negeri kita tercinta ini sudah dipenuhi oleh sampah plastik. Lalu bagaimana solusinya?

(Baca juga: Modal Sampah, Kamu Bisa Dapatkan 5 Keuntungan Finansial Ini)
Kurangi Sampah Plastik, Pemerintah Gandeng Belanda

Pemerintah saat ini sudah berkomitmen untuk mengurangi jumlah sampah plastik hingga 70 persen di 2025 mendatang. Hal itu disandarkan lantaran adanya data dari peneliti LIPI yang menyebutkan bahwa laut Indonesia setiap tahunnya mendapatkan kiriman sampah sebanyak 100 hingga 400 ribu ton sampah dari berbagai negara.

Belum lama ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan program penelitian dan percontohan intersepsi sampah plastik dengan River Cleaning-up System (RSC) di Kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Selatan.

Program tersebut merupakan wujud kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda. Melalui program itu sampah dari sungai dapat diekstraksi dan dipilah antara sampah plastik dan juga sampah lainnya.

Jika proses pemilahan bisa berjalan dengan baik, maka proses daur ulang sampah plastik untuk dijadikan bahan lain yang berguna bisa semakin mudah. Disamping itu, pemerintah juga sudah menggandeng beberapa pihak mulai dari pebisnis, masyarakat dan juga pemangku kepentingan lokal melalui kemitraan aksi plastik global atau Global Action Plastic Partnership (GPAP).

Keseluruhan langkah diatas merupakan upaya untuk menciptakan Indonesia yang bersih. Negara lain di belahan dunia sana juga memiliki langkah untuk mengurangi pencemaran plastik. Tetapi sebenarnya mungkinkah menciptakan negeri tanpa sampah plastik?

(Baca juga: Yuk Beralih Ke Gaya Hidup ‘Zero Waste’!)
Sejarah Plastik di Dunia

Plastik dibenci sekaligus dicinta. Itulah yang terjadi sekarang. Plastik sendiri merupakan hasil olahan dari bahan polimer yang bersumber pada karbon. Berasal dari bahasa Yunani Plastikos, plastik memiliki arti mudah dibentuk dan lentur.

Tren penggunaan plastik mulai menanjak ketika Alexander Parkes membuat bahan baku plastik modern dari selulosa yang kemudian dinamakan parkesine. Produk awalnya adalah gagang pisau, sisir dan juga kancing.

Hasil temuan tersebut kemdian dijual pada orang berkebangsaan Amerika, Hyatt bersaudara. Parkesine akhirnya dimodifikasi dengan menambahkan kamper guna meningkatkan kelenturannya. Hingga akhirnya pada tahun 1870 produk tersebut sudah menjadi lebih lentur dan dinamakan seluloid.

Namun era plastik modern baru lahir ketika tahun 1907 dimana diciptakan plastik sintetis pertama di dunia oleh Leo Baekeland yang dinamakan Bakelite. Namun kala itu bahan dasarnya masing mengandalkan bahan bakar fosil.

Hingga di tahun 1929 sampai 1935, Baekland membuat polystyrene, polyester, polyvinylchloride dan polythene serta nilon sebagai bahan baku utama untuk membuat plastik. Nah pada perang dunia ke II, plastik terus dikembangkan hingga polyethylene terephthalate (PET), bahan yang kuat menahan 2 tekanan atmosfer ditemukan.

(Baca juga: Bisnis Berbahan Baku Sampah Ini Bikin Pengusaha Indonesia Meraup Puluhan Juta Rupiah)
Timor Leste Akan Menjadi Pionir!

Ternyata menciptakan negeri tanpa plastik bukanlah tidak mungkin. Timor Leste, negeri yang dulu menjadi satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) digadang-gadang bakal menjadi negara pertama di dunia yang bebas dari sampah plastik.

Timor Leste saat ini tengah bekerjasama dengan tim peneliti dari Australia untuk membangun fasilitas daur ulang revolusioner yang mampu mendaur ulang seluruh sampah plastik di negeri tersebut.

Fasilitas itu nantinya akan menjamin tidak ada plastik yang menjadi sampah dan uniknya smapah tersebut bisa diolah menjadi produk baru yang dapat digunakan. Ya, nantinya sampah plastik akan diubah menjadi cairan atau gas tanpa bahan bakar minyak yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi daur ulang lain.

Bagusnya, hasil keuntungan dari proses daur ulang tersebut akan disumbangkan untuk mendukung proyek komunitas pengumpul sampah di Timor Leste. Menarik bukan?

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami